cerita motivasi mencari ilmu

Sedangkanmotivasi mencari kepuasan kerja cenderung dilakukan oleh para Ners yang sudah pernah pindah kerja berkali-kali. Ini dapat menjadi ironis jika harapan besar itu ternyata tidak terwujud dan berakhir dengan kekecewaan. Atau cerita banyaknya rumah sakit swasta di Jakarta yang mulai menggunakan tenaga salon kecantikan untuk mengeramasi Gb 2. 1 Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kinerja. Sumber : Performance Appraisal, Basri & Rivai (2005:21) Pengukuran Kinerja Dosen. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kinerja dosen dalam melakukan pekerjaannya maka diperlukan adanya system penilaian terhadap kinerja dosen. Penilaian kinerja adalah suatu cara yang digunakan untuk mengukur pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan target Salahsatu penggunaan Instagram sebagai media motivasi dan dakwah adalah dari putri sulung Ustadz Yusuf Mansyur, Wirda Salamah Ulya. Pebisnis sekaligus penulis ini pun terbilang mampu menginspirasi pemuda -- pemuda khususnya dalam berkarya, namun tidak melupakan identitasnya sebagai muslim. Dengan jumlah pengikut sebanyak 2 juta lebih di StudiKasus. Penelitian studi kasus adalah perincian suatu permasalahan yang dilakukan uji coba pada objek permasalahan dengan hanya mengandalkan 1 subjek dan 1 lokasi, serta 1 variabel penelitian.Hal ini dikemukakan oleh 2 orang ahli penelitian asal Perancis bernama Bogdan dan Bikien pada ahun 1982. seo windows, blog, tips trik, kesehatan, unik, lucu, aneh Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Cerpen Karangan SupardinKategori Cerpen Pendidikan, Cerpen Perjuangan Lolos moderasi pada 21 February 2014 Perkenalkan nama saya supardin, biasa disapa adin saya anak pertama dari lima bersaudara. Saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana, walaupun demikian saya memiliki motivasi yang sangat besar dalam hal dunia pendidikan. perjuangan saya bisa dikatakan sangat ekstrim, dan penuh tantangan bukan berati perjuangan saya menjadi pupus, justru hal tersebut yang membuat saya kian semangat. Kepahitan itu kian membuat kehidupan keluarga ku terpukul, setelah ayah ku pergi meninggalkan kami semua, tentu semua tanggung jawab dibebankan kepada ibu. Mengingat usia kami yang masih sangat kecil dan masih membutuhkan kasih sayang. Seiring berjalanya waktu dan usiaku pun kian bertambah, kini aku berumur 7 tahun tentu di umur seperti itu sudah selayaknya aku harus mulai masuk dunia pendidikan sekolah dasar, melihat kehidupan keluarga yang kian memburuk membuat ku kian giat menuntut ilmu. Demi satu tujuan yaitu ingin membahagiakan ibu ku. Waktu terus bergulir dan kini aku pun naik ke kelas dua sekolah dasar. Tentu biaya kian tahun makin bertambah, maklum pada saat itu belum ada program wajib belajar Sembilan tahun. ibu ku pun kian semakin kesulitan untuk membiayaiku. Bahkan sempat terdengar di telingaku perkataan ibu ku yang menginginkan agar aku berhenti sekolah, karena tak sanggup lagi dengan biaya yang semakin bertambah, hal terebut tentu membuatku kian terpukul. Senada ibu pun mngatakan “Nak… maafkan ketidaksanggupan ibu dalam mengurus kamu, ibu rasa perjuangan mu untuk menimba ilmu cukup sampai disini, ibu tidak memiliki apa-apa sekarang. Jadi maafkan ibu”. Mendengar hal tersebut membuat ku terhenyak sejenak, terlintas di pikiran ku akankah semua ini akan berakhir..? Mendengar hal tersebut tentu membuat sanak keluarga ku merasa empati kepada keadaan ku, merasa tidak ingin aku putus sekolah aku pun dibawa keluar kota. tante NAFSIA lah yang membawa ku dan membiayai semua kebutuhan ku. Meski demikian bukan berati aku bisa bersantai, maklum sebaik-baiknya seorang tante tidak lah lebih baik dari seorang ibu. Hari yang dinantikan pun tiba, tepatnya pada tanggal 22 november 1997 aku didaftarkan di SDN REO II. Sebuah sekolah dasar negeri yang berada di kecamatan REOK dan berkabupaten MANGGARAI, hari pun telah berganti waktu terus bergulir aku mulai masuk sekolah di hari pertama ku di sekolah baru. Rasa gembira pun terpancar di raut wajah ku, menggingat aku dapat melanjutkan sekolah ku. Lonceng sekolah pun berbunyi menandakan waktu pelajaran usai, aku pun berkemas dan bergegas meninggalkan ruangan, untuk segera pulang bersama teman baru ku. Sesampai di rumah akupun langsung di suguhkan dengan sebuah baskom kecil yang berisikan kue lemet. “Din hari ini kamu mulai berjualan kue, ini kuenya dan skarang juga kamu mulai berjualan” “tapi tante saya kan belum makan, bisa kah saya berjualan setelah makan..?” “oh.. tentu silakan .. tapi jangan lama ya.. makannya..” “ia tante..” Setelah makan aku pun bergegas untuk berjualan, langkah demi langkah aku menatih kan kaki ku, bersuara kan merdu bertedu kan mata hari yang cukup panas, soalnya aku berjualan tepat pada pukul 1400 tentu cuaca masih panas.. badan bercucuran keringat dan aku pun mulai bersuara lantang. “Bu, Kue.. kue.. bu kue bu..” Waktu pu kian semakin sore, kue pun semua habis, dengan hati yang amat senang aku pun bergegas untuk pulang. Dan memberikan semua uang hasil jualan ku hari ini kepada tante ku.. itulah kegiatan sehari-hari ku setelah sepulang sekolah.. Waktu bergulir sangat cepat dan sekarang aku sudah lulus dan ingin melanjutkan pendidikan ku ketingkat SLTP, aku pun mulai mendaftarkan diri hati ku pun kian bertambah senang dapat melanjutkan sekolah.. dengan semangat aku kian giat belajar, agar dapat naik kelas alhasil usaha ku rupanya tak sia-sia, aku dapat naik ke kelas berikutnya, sampai akhirnya lulus pada tahun 2005 dan mendapat kan nilai yang sangat memuaskan. Setelah lulus SLTP, aku pun ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi sayang harapan itu hampir sirna akibat tante ku tak dapat melanjutkan ku ke tingkat SMA, dikarenakan suaminya mengalami kecelakaan kerja dan harus membutuh kan biaya yang cukup banyak untuk keperluan pengobatan Dan lain lain. Aku pun kembali di belit cobaan yang amat berat, dengan hati yang amat sedih aku pun menerima dengan hati yang lapang. Dalam hati kecil terucap akankah ini semua akan berahir sampai disini..? Karena keadaan yang tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan sekolah aku pun kembali ke kampung halaman ku. Setelah di kampung akupun mulai memikirkan bagaimana caranya agar aku dapat melanjutkan pendidikanku. Sebab aku memiliki impian yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Karena merasa iBu ku sudah tak sanggup lagi membiayai ku. Aku pun mulai meencari pekerjaan, apapun itu yang terpenting aku dapat bersekolah kembali.. Cerpen Karangan Supardin Cerpen Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut Ilmu merupakan cerita pendek karangan Supardin, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " May Day Perjuangan Tanpa Akhir Oleh Wahyudi Warsaintia Pagi yang cerah, puluhan sepeda motor berjejer, berbaris rapi di depan PT MCS, sebuah pabrik perakitan komputer yang konon terbesar di jawa timur, puluhan satpam pabrik berkumpul, berbaur dengan Ibuku Kartiniku Oleh Tiara Permatasari Tidak ada yang bisa menolak kehendak tuhan. Tuhan telah mengatur semuanya. Hidup, kematian, dan jodoh, semuanya telah diatur oleh sang maha kuasa. Namaku Lina Almira. Aku adalah anak tunggal Ini Perasaanku Pak Oleh Aulia Taureza Terkadang siswa juga butuh didengar, karena ia selalu mendengarkan. Terkadang siswa juga butuh dimengerti, karena mereka juga akan mencoba memahami. Tidak semua orang sependapat, kan? Tik tok tik tok Manisnya Sebuah Proses Oleh Erfransdo “Allahu Akbar Allahu Akbar..”, suara adzan shubuh terngiang di telingaku. Aku berusaha untuk bangun dari tempat tidur beralaskan tikar itu. Kedua orangtuaku sudah terbangun lebih dulu sedangkan Rifan adikku Motivasi Kajur Oleh Saskiya Indriani Tepat, di bulan Agustus aku sudah mengikuti perkuliahan satu minggu. Rasanya hatiku terasa kosong dan tidak ada semangat dalam diriku. Mungkin karena aku tidak menyukai prodi yang aku tempuh “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Muslimah membaca © Oleh Kazuhana El Ratna Mida Ratna Hana Matsura Penting bagi setiap insan untuk menuntut ilmu. Karena dengan memiliki ilmu banyak hal yang bisa kita dapati. Sebagaimana sebuah pepatah Arab. مَنْ اَرَدَ الّدُ نْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَدَ اْلاَخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِالْعِلمِ وَمَنْ اَرَدَ هُمَا مَعًا فَعَلَيهِ بِالْعِلْمِ Siapa yang ingin dunia hidup di dunia dengan baik, hendaklah ia berilmu, siapa yang ingin akhirat hidup di akhirat nanti dengan senang hendaklah ia berilmu, siapa yang ingin keduanya, hendaklah berilmu Dalam setiap kesempatan kita akan dituntut untuk memiliki pengetahuan. Baik pengetahuan secara sederhana hingga pengetahuan paling sulit di dunia. Contoh saja untuk kehidupan sehari-hari. Kita hidup butuh makan, kalau kita tidak tahu bagaimana ilmunya memasak apa kita bisa makan? Lalu dari mana kita bisa mendapat bahannya. Kita perlu uang. Sedang uang bagaimana kita mendapatkannya? Tentu kita harus kerja. Ketika kita ingin bekerja maka otomatis kita perlu ilmu untuk pilihan kerja yang kita tempati. Kesimpulannya di manapun dan apapun yang kita lakukan kita harus tahu ilmunya dulu. Sabda Nabi saw. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَي كُلِّ مُسْلِمٍ Menuntut ilmu itu wajib atas tiap-tiap muslim. HR Bukhari dan Muslim Di sini akan dipaparkan sedikit tentang pengertian ilmu dan pentingnya menunutut ilmu untuk muhasabah diri. A. Pengertian Ilmu Ilmu sudah menjadi kata bahasa Indonesia sehari- hari, menurut kamus besar bahasa Indonesian ilmu adalah pengetahuan atau kepandaian baik yang termasuk jenis kebatinan maupun yang berkenaan dengan keadaan alam dan sebagainya. Kata ilmu diambil dari bahasa Arab, berasal dari kata jadian alima- ya’lamu- ilman عَلِمَ يَعْلَمُ عِلْماً . Alima sebagai kata kerja yang berarti mengetahui. Quraish shihab menjelaskan, kata ilmu dengan berbagai bentuknya dalam Alquran terulang 854 kali. Selanjutnya menurut Quraish shihab makna ilmu dari segi bahasa berarti “kejelasan” dari semua kata bentukan dari akar katanya mempunyai makna kejelsan. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tetntang segala sesuatu, sekalipun demikian kata ilmu berbeda dengan arafa mengetahui , arif yang mengetahui, dan ma’rifah pengetahuan. Dalam Alquran Allah SWT tidak dinamakan Arif, tetapi Alim yang berkata kerja ya’lamu dia mengetahui dan biasanya Quran menggunakan kata terserebut untuk Allah SWT yang mengetahui sesuatu yang gaib, tersembunyi dan rahasia. Jadi ilmu secara lughawi adalah mengetahui sesuatu secara dalam , hingga menjadi jelas. Dalam pandangan Al-Quran, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk- makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Hal ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 31-32 Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama benda-benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” mereka menjawab “Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” QS. Al-Baqarah 31-32 Menurut Al-Quran, manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah. Karena itu bertebaran ayat yang memerintahkan manusia menempuh berbagai cara untuk mewujudkan betapa tinggi kedudukan orang yang berpengetahuan. Sebagai mana firman Allah dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Mujadalah 11 Menurut pandangan Quran seperti yang diisyaratkan oleh wahyu pertama ilmu terdiri dari dua macam. Pertama , ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia, dinamai ilmu laduni, seperti diinformasikan antara lain dalam Quran surat Al kahfi ayat 65 Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. QS. Al-Kahfi 65 Kedua , ilmu yang diperoleh karena usaha manusia dinamai ilmu kasbi, ayat- ayat ilmu kasbi jauh lebih banyak dari pada yang berbicara tentang ilmu laduni. Pembagian ini menurut shihab disebabkan karena dalam pandangan Quran terdapat hal- hal yang ada tetapi tidak dapat diketahui melalui upaya manusia sendiri. Dengan demikian objek ilmu meliputi materi dan non materi, fenomena dan non fenomena, bahkan ada wujud yang jangankan dilihat, diketahui oleh manusia pun tidak. B. Pentingnya Menuntut Ilmu Belajar Nabi Saw bersabda kepada Abu Dzar Al Ghifari لأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّىَ مِائَةَ رَكْعَةٍ Bahwa sesungguhnya engkau pergi untuk mempelajari suatu ayat dari kitab Allah adalah lebih baik daripada engkau melakukan shalat seratus raka’at. HR. Ibnu Majah Imam Al-Ghazali juga memandang bahwa belajar atau menuntut ilmu adalah sangat penting serta menilai sebagai kegiatan yang terpuji. Untuk menerangkan keutamaan belajar tersebut Imam Al-Ghazali mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, hadits Nabi serta atsar. Di antara ayat , hadits dan atsar yang dikutip tersebut, yaitu Allah berfirman Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang. mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. QS. At-Taubah 122 Nabi saw. bersabda “Barang siapa menjalin suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke surga.” HR. Muslim Nabi saw. bersabda pula “Sesungguhnya malaikat itu membentangkan sayapnya kepada penuntut ilmu tanda rela dengan usahanya itu” HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Shafwan bin Assal Nabi saw. bersabda “Bahwa sesungguhnya engkau berjalan pergi mempelajari suatu bab dari ilmu adalah lebih baik baginya dari dunia dan isinya” HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Abdul-Birri dari Al-Hasan Al-Bashari Abu Darda’ra. berkata “Lebih suka saya mempelajari satu masalah daripada beribadah satu malam.” Dan ditambahnya pula “Orang yang berilmu dan menuntut ilmu berserikat pada kebajikan dan manusia lain adalah bodoh tidak ada kebajikan kepadanya.” Atha’ berkata “Majelis ilmu pengetahuan itu, menutupkan tujuh puluh majelis yang sia-sia.” Imam Asy-Syafi’i berkata “Menuntut ilmu itu adalah lebih utama daripada berbuat ibadah sunnah.” Abu Darda’ berkata “Barang siapa berpendapat bahwa pergi menuntut ilmu bukan jihad, maka adalah dia orang yang kurang pikiran dan akal.” Belajar atau menuntut ilmu mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dengan menuntut ilmu orang menjadi pandai, ia akan mengetahui terhadap segala sesuatu yang dipelajarinya. Tanpa menuntut ilmu orang tidak akan mengetahui sesuatu apapun. Di samping belajar dapat untuk menambah ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik, belajar juga dinilai sebagai ibadah kepada Allah. Orang yang belajar sungguh-sungguh disertai niat ikhlas ia akan memperoleh pahala yang banyak. Belajar juga dinilai sebagai perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Orang yang belajar dengan niat ikhlas kepada Allah diampuni dosanya. Demikian pentingnya belajar–menuntut ilmu ini sehingga dihargai sebagai jihad fisabililah yaitu pahalanya sama dengan orang yang pergi berperang dijalan Allah untuk membela kebenaran agama. Srobyong, 7 Februari 2015 Sumber [1] Al- Ghazali, Ihya’ Ulumuddinjilid 1, Yakub ”Ihya’ Al- Ghazali jilid 1, cet VI Semarang CV Faizan, 1979 [2] Sofiyah Ramadhani, E. S, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya Karya Agung. [3] Dr. M. Ramli Hs., Mengenal Islam, Semarang Unnes, 2007 [4] Departemen Agama RI, Alquran Dan Terjemah, Bandung Piponegoro 2000 [5] Dr. Hj. Nur Uhbiyati, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Islam, Semarang PT. Pustaka Rizki Putra, 2003 Cerpen Karangan Aida AnggreaniKategori Cerpen Anak, Cerpen Pendidikan Lolos moderasi pada 13 January 2014 Dengan kuat aku terus goes sepedaku untuk menuntut ilmu ke sekolah. Aku ingin sekali mendapatkan ilmu yang berguna dan bermanfaat. Maka dari itu aku giat untuk menuntutnya. Walaupun ya, sedikit cape sih. Soalnya sekolah MD aku kan lumayan jauh. Tapi demi mendapatkan ilmu aku rela. Tak lama kemudian akhirnya aku pun sampai di sekolah. Aku langsung menuju ruang kelas. Sampai di kelas, sahabat-sahabat ku menyapaku dengan penuh senyuman. Karena tadi aku berangkatnya agak telat jadi pas aku duduk, eh bel masuk berbunyi. Semua anak-anak masuk lalu membaca doa. “Assalammu’alaikum..” salam pak guru. “wa’alaikumsalam..” jawab anak-anak serempak “Nah, anak-anak sekarang buka buku pelajar Tarikh Islam ya,” perintah pak guru kepada semua murid di kelas itu. “Ia pak” jawab semua murid dengan serempak lagi. Setelah beberapa jam kemudian. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul WIB. Bel istirahat pun berbunyi. Aku dan saabatku langsung menuju kantin. Setelah makan-makan di kantin kami menuju mushola sekolah unuk melakukan ibadah sholat ashar. Sholat ashar sudah selesai dikerjakan, sekarang waktunya masuk kelas. Pelajaran pun dimulai kembali. Setelah selesai nulis guruku menerangkan yang tadi ditulis oleh anak-anak. Dan memberikan sedikit pertanyaan. Waktu menunjukan pukul WIB waktunya pulang ke rumah. Sesampai di rumah, mamaku bertanya kepadaku, “Dede, tadi belajar apa di sekolah MD?” Tanya mamahku. “Itu mah, tadi di sekolah aku belajar Tarikh Islam.” Jawabku, sambil mencium tangan mama. “Ya sudah sekarang mandi lalu makan ya!” Perintah mamaku “ok mah” jawabku. Cerpen Karangan Aida Anggreani Facebook kamsi tok Cerpen Menuntut Ilmu merupakan cerita pendek karangan Aida Anggreani, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Semoga Kamu Bahagia Sahabatku Oleh Amrina Rosyada Namaku Carissle Giovani Fernanda, aku biasa dipanggil Carissle Karisel. Umurku 12 tahun, aku bersekolah di Luxury International High School kelas VI-F. Aku mempunyai sahabat namanya Rafina, ia sahabatku sejak Candy World Oleh “Dimana aku?” semua orang di sini kecil-kecil. Layaknya seperti kurcaci. Badanku juga ikut kecil. Bagaimana ini? Oh iya namaku lola. Karena aku bingung, aku pun memutuskan untuk bertanya pada Dunia Lolipop Oleh Ivana Angelita Ginny namanya. Dia adalah penghuni Dunia Lolipop yang sangat cantik. Tapi sayangnya dia tidak bersifat cantik juga. Ia sombong karena kekayaannya yang melimpah. Kalian pasti belum mengetahui siapa namaku Odol Pedes Bikin Gemes Oleh Syafaat Dinihari Hai namaku arika putri denata. Panggil aku rika ya. Aku masih duduk di kelas 1 sd. “dek rika ayo makan malam dulu” ajak mama. “Siap mama!” kataku sambil hormat. Guru Ku Motivasi Hidup Ku Oleh Sahira Nasution Tidak terasa sebentar lagi tanggal 25 November. Dimana semua siswa Indonesia akan memperingati hari guru. Jika aku melihat jasa para guru, itu sangat berjasa sekali bagiku. Guru tidak pernah “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Jakarta - Perjuangan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, sopir taksi Peter Yan, penambal ban Kadiyono, PRT Darwati hingga Sri Budi Lestari 59 dan putra sulungnya, Budi Prasetyo 36 dalam menuntut ilmu bisa menjadi inspiratif di tengah-tengah heboh jual beli ijazah. Mereka tekun menimba ilmu hingga ke luar yang akrab disapa Emil ini mengambil Program Master of Urban Design di College of Environmental Design, University of California, Berkeley. Ia menyayangkan orang-orang Indonesia dengan mudah mempercayai untuk kuliah di kampus abal-abal dan seolah-olah mendapat gelar dan ijazah dari kampus pula kisah Peter Yan, sopir taksi Eagle, Express Group ini, ternyata lulusan Jerman dan sesekali mengajar S2 sebagai dosen tamu di salah satu universitas swasta di Jakarta. Peter bekerja sebagai sopir taksi untuk mendapatkan tambahan penghasilan dan melakukan riset tentang kemacetan di itu, ada kisah Kadiyono. Pria berusia 46 tahun itu penambal ban di Kendal ini ternyata lulusan program pascasarjana. Kadiyono juga pernah menjadi tutor di Universitas Terbuka Mangkang dan mengajar Pendidikan Agama Islam di Universitas Wahid Hasyim Unwahas Semarang. Kegiatan mengajar yang dilakoni hingga saat ini adalah di SMA Darwati seorang pekerja rumah tangga yang sukses meraih gelar sarjana jurusan Administrasi Niaga Universitas 17 Agustus Untag Semarang dengan predikat cum laude juga memberi inspirasi. Terakhir, ada ibu dan anak yang meraih gelar doktor dan diwisuda 5 kisah inspiratif itu Halaman Selanjutnya Halaman Terbit 24 Juli 2021 Oleh redaksi Kategori Artikel Oleh Fitri Habibatul Ummah Mencari atau menuntut ilmu dalam pandangan Islam, merupakan suatu kewajiban. Sebab, dengan ilmulah seseorang akan bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang harus dikerjakan dan mana yang tidak harus dikerjakan. Seseorang yang bekerja atas ilmu atau pengetahuan yang dimiliki, pasti berbeda dengan seseorang yang bekerja tanpa berilmu atau berpengetahuan. Kondisi tersebut yang membuat betapa pentingnya menuntut ilmu. Dalam mencari ilmu juga harus penuh semangat agar tak sia-sia dalam belajar. Banyak cara bisa dilakukan agar bisa semangat dalam belajar dan mencari ilmu. Satu di antara dengan membaca kata-kata mutiara tentang menuntut ilmu. Seperti dalam sebuah kata-kata mutiara “Tahapan pertama dalam mencari ilmu adalah mendengarkan, kemudian diam dan menyimak dengan penuh perhatian, lalu menjaganya, lalu mengamalkannya dan kemudian menyebarkannya.” – Sufyan bin Uyainah Dengan melalui sebuah tahapan-tahapan seperti mendengarkan kemudian dan menjaga atau menulis serta mengamalkan sebuah ilmu yang telah diajarkan oleh seorang guru maka merupakan upaya kesungguhan menuntut ilmu. Seperti sebuah cerita Saad bin Jubair berkata “Dalam kuliah-kuliah Ibn Abbas, aku biasa mencatat di lembaran. Bila telah penuh, aku menuliskannya di kulit sepatuku, dan kemudian di tanganku. Ayahku sering berkata” Hapalkanlah, tetapi terutama sekali tulislah. Bila telah sampai di rumah, tuliskanlah. Dan jika kau memerlukan atau kau tak ingat lagi, bukumu akan membantumu.” Ibnu Abbas kecil selalu rajin menghadiri setiap majelis dan kajian Rasulullah. Dia selalu mengingat setiap ucapan sang Nabi. Ibnu Abbas juga haus akan ilmu pengetahuan. Setiap mendapatkan ilmu baru, dia selalu mencari tahu ilmu tersebut hingga ke akar-akarnya. Dia tak sungkan bertanya hingga ke puluhan sahabat nabi lainnya untuk memastikan ilmu atau informasi yang didapat. Dari situlah asal usul hadis sahih yang diriwayatkan Ibnu Abbas. Sangat disayangkan apabila saat mendengar suatu ilmu dan tidak diamalkan maka bagaimana binatang buruan yang tak diikat sehingga akan lepas dengan mudahnya maka hewan buruan itu haruslah diikat. Seperti ilmu yang telah diberikan seorang guru maka akan lebih baik jika dipahami dan ditulis di lembaran buku supaya tetap terjaga karena ilmu tak sekalipun langsung bisa dipraktekkan melainkan ada masanya sendiri sebuah ilmu itu teraplikasikan. “Hiduplah seolah engkau mati besok. Belajarlah seolah engkau hidup selamanya.” Kata motivasi belajar selanjutnya diungkapkan pada kutipan di atas. Kutipan di atas menyarankan untuk terus belajar rajin seakan-akan kamu akan hidup selamanya sehingga ilmu yang kamu dapatkan akan terus engkau gunakan. Namun, kamu juga harus mengimbangi dengan beribadah dengan tekun untuk bekal di akhirat seakan-akan engkau akan mati besok. Dengan cara ini, kamu tidak hanya memikirkan urusan dunia saja.

cerita motivasi mencari ilmu