cerita kupu kupu yang lucu

PojokBaca menerbitkan Kupu Kupu Yang Lucu pada 2021-09-07. Bacalah versi online Kupu Kupu Yang Lucu tersebut. Download semua halaman 1-14. Quick Upload . Explore ; Features ; Solutions Keywords: #cerita anak,#kupu kupu,#perkembangbiakan kupu,#metamorfosis sempurna,#books. Kupukupu yang melihat kejadian itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan akhirnya si kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu. Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan. KupuKupu. Terbanglah jauh meninggi. Di langit yang biru. Dengan sayapmu yang indah Kupu Kupu. Cantiknya sayapmu. Membuat orang orang terpesona. Padamu,Kupu Kupu Kupu Kupu. Sayapmu lembut menggelikan. Corak warnanya berwarna warni. Indah sekali sayapmu,wahai Kupu Kupu Kupu Kupu. Terbanglah jauh tinggi, di langit membiru. Oh,Kupu Kupu.. Padasuatu hari, Kupu-kupu terbang kesana dan kemari untuk mencari makanan. Bunga-bunga pun bergoyang pada saat Kupu-kupu melewatinya. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan Laba-laba dibalik pepohonan. Kupu-kupu pun menghampiri Laba-laba. Ternyata, disana pun ia melihat si Kancil. '' Hai Kupu-kupu?'' sapa Kancil dan Laba-laba. Kupukupu dalam buku akan selalu ada manakala para penulis buku mampu menghadirkan cerita bermutu yang sulit lekang dari ingatan anak-anak. Ada hal lucu teringat dari dialog anak-anak ini ketika berdiskusi tentang nama geng mereka. Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Dia selalu pergi setelah dua minggu menetap. Berpindah ke tempat yang lebih indah dari sebelumnya. Hewan lain mengatakan kalau dia tak bisa beradaptasi dengan perubahan. Padahal bumi selalu berubah. Bagaimana jika tak ada tempat yang lebih indah dari persinggahan sebelumnya? Dia lahir bersama kawanan kupu-kupu. Saat dia baru bisa terbang, manusia menangkap dan memasukkannya ke dalam kardus bersama yang lain. Sampai kemudian, kardus dibawa ke tempat asing dan terbuka, semua kupu-kupu terbang segera. Untuk pertama kalinya dia melihat dunia, tak tahu mau ke arah mana. Semenjak itu dia tinggal sebagai kupu-kupu kesepian. Dia tak pernah bertahan di suatu wilayah lebih dari dua minggu. Sampai dia tiba di suatu tempat dan tinggal diantara kawanan seranggga terbang lain yang suka menerka-nerka. “pasti dia tidak betah karena seorang diri disini tanpa kawanan lain”. “dia tak bisa berlindung di tempat aman karena memiliki sayap yang terlalu besar” “kasihan makhluk cantik tapi tak pandai beradaptasi. Hanya dua minggu pun dia pergi. Mungkin dia selama ini mencari keluarganya”. Tak satu hewan yang benar benar tau alasan sang kupu-kupu. Makhluk bersayap nan cantik itu tak pandai dalam berkata-kata. Dia tak pernah menyuarakan cerita sehingga membuat hewan lain menduga duga. Para hewan terus saja bergosip atas masa lalu kupu-kupu. Membuat sebuah cerita dari mulut ke mulut yang semakin berkembang. Sehingganya terbentuk rumor bahwa sang kupu-kupu adalah hewan peliharaan penyihir. Karena setiap tempat yang ditinggalkannya akan berubah menjadi lebih buruk. Rumor menjadi semakin parah saat seekor lebah dari wilayah lain bercerita tentang sang kupu-kupu kepada kawanan tersebut. “Benar, aku yakin dia peliharaan penyihir. Aku memperhatikan saat dia menetap di taman yang tak jauh dari tempat ini. Saat dia pindah, daerah itu tak pernah lagi ditumbuhi bunga. Kemudian aku melihat dia pindah ke daerah lain, tapi dua minggu kemudian dia pergi dari tempat itu. Kalian tau? Tak ada bunga mekar setelah kepergiannya. Lalu dia pindah di dekat sarangku. Dua minggu kemudian dia pun pergi, tempatku jadi tak berbunga lagi. Aku sangat terkejut melihat dia sekarang, bagaimana bisa dia sampai disini?”. Para hewan sangat panik mendengar cerita lebah yang baru saja mereka terima sebagai penghuni baru. Mereka semua bersama-sama mencari cara untuk tak membiarkan kupu kupu mengubah tempat mereka menjadi tempat yang mengerikan. “kita harus cari cara agar kejadian buruk tak menimpah wilayah kita”. “kita usir saja, agar kejadian buruk tak menimpa” “bagaimana mungkin diusir? Kalau dia pergi, tempat ini akan berubah menjadi lebih buruk. Kupu-kupu harus ditahan agar tidak meninggalkan tempat kita. Mereka sepakat untuk menahan sang kupu kupu dengan cara apapun. … Kupu-kupu yang kesepian selalu bersedih tapi tak ada yang benar benar tau keadaan hatinya. Dia merasa sangat sendiri dan tak tahu bagaimana cara mendekati hewan lain. Dia sangat takut kalau bahasa yang akan terucap berbeda. Kupu-kupu takut suaranya akan lebih kecil dari yang lain. Tapi dia harus terus hidup di umurnya yang hanya beberapa bulan. Di dunia yang semakin memburuk ini, mengandalkan insting agar segera bertemu keluarganya di tempat terindah. Meskipun itu tempat indah terakhir di bumi, tapi setidaknya mereka akan bertemu. Pagi itu kupu-kupu keluar dan mengambil beberapa nektar di satu bunga. Tak lama kemudian lebah mendekati dan mengajaknya bicara. Tapi kupu-kupu terlalu takut untuk berkomunikasi, dia langsung pergi tanpa menjawab salam dari lebah tersebut. Hewan lain bersembunyi, memerhatikan mereka. Semuanya semakin yakin kalau kupu-kupu menyembunyikan sesuatu. “dia memang peliharaan penyihir, bagaimana ini?”. “kalau begitu, besok giliran kamu yang menemani dan mencoba mendekati dia” Pagi itu mereka semua sepakat untuk secara bergiliran mendekati sang kupu-kupu. Sedangkan di tempat lain, kupu-kupu sendiri menyesali perbuatannya karena telah menolak untuk berbicara dengan lebah. Dia bertekat untuk mengobrol dengan hewan manapun yang berniat mendekati. Malam itu satu hewan mencari tau banyak hal untuk dapat mendekati kupu-kupu. Dia mencari cara agar peliharaan penyihir itu menyukainya, sehingga mau diajak bicara. Dia memutuskan untuk menari setidaknya menampilkan pertunjukan yang menghibur di depan kupu kupu. Keesokan harinya, hewan tersebut menari berpurtar-putar saat kupu-kupu sedang mengambil nektar. Dengan malu kupu-kupu menghampirinya, bertepuk tangan dengan wajah senyum yang dia paksakan. Sekarang keduanya sudah menjadi teman. Kemudian, di malam hari seluruh hewan berkumpul. Hewan tersebut dikelilingi yang lain dan mulai bercerita. “teman-teman, cerita dia sungguh menyengsaraka. Saat dia baru saja bisa terbang, anak mausia memasukkannyya ke dalam kardus. Dia tak bisa kembali karena tak tau arah pulang. Berharap untuk menemukan orang tua nya. Mungkin itu yang membuat dia selalu berpindah tempat setiap dua minggu ke tempat baru” “tapi, kenapa tempat yang dia tinggalkan langsung memburuk?” Besok tepat dua minggu kupu-kupu itu menetap. Mereka berencana untuk mengurungnya dalam sebuah kotak kaca yang sudah dipersiapkan. Agar kupu-kupu tak pergi mencari keluarganya ke daerah lain. Kalau tidak, tempat tinggal mereka akan rusak. Kupu-kupu dijebak saat dia sedang mengobrol dengan hewan yang sudah dianggapnya teman. Di dalam kurungan kaca hanya bisa diam saat semua hewan mengelilinginya. Semua hewan minta penjelasan akan rumor yang sebenarnya dibuat oleh mereka sendiri. Kemudian kupu-kupu bercerita. “Aku tak bisa hidup di tempat berpolusi, itu instingku sebagai kupu-kupu. Kami hanya bisa hidup di tempat yang bersih. Maka dari itu aku selalu pindah saat polusi sudah datang. Bukan karena kepergiannku yang membuat tempat itu menjadi tak berbunga. Bukan karena aku yang menyihirnya seperti perkataan kalian. Itu semua ulah manusia yang menciptakan polusi” Mendengar penjelasan sang kupu-kupu para hewan merasa bersalah karena telah menuduhnya. “tidak, aku juga salah. Seharusnya aku memberitahu hewan lain saat polusi itu sudah dapat dirasa, tapi aku malah pergi seorang diri tanpa memperdulikan yang lain”. Sejak saat itu, mereka menjadi sekawanan yang berpindah-pindah. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pada zaman dahulu kala, ada negeri di kutub utara. Negeri tersebut dinamakan Negeri Kejujuran. Di sana sangatlah makmur. Banyak pepohonan rindang dengan buah-buahan segar yang tidak ada satu pun yang akan merasa kelaparan, meski ada satu makhluk yang begitu rakus."Emmm, lezaaat sekali buah ini! Enak ... enak ... enak," ucap si Ubu, ulat bulu yang gendut dan menggemaskan. "Ubu! Kau ini kerjaannya hanya makan tidur, makan tidur ... tolong bantu aku untuk membersihkan ranting-ranting ini," lirih Uket, ulat keket yang ramping. Si Ubu tidak memedulikan ucapan si Uket. Dia tetap asyik memakan buah-buahan sampai habis tak tersisa."Mengganggu kesenangan aku saja!" cibir Ubu yang tidak mau dinasihati oleh siapa pun.***Ketika si Ubu sedang asyik menikmati buah-buahan, dia melihat ada seekor kupu-kupu cantik hinggap di seberang pohon. Dia sangat takjub dengan kecantikannya, diam-diam dia menghampiri si kupu-kupu. Dengan tubuhnya yang gendut terlihat sangat lucu ketika dia sedang berjalan, geal, geol, bletak, bletuk ... geal, geol, bletak, bletuk. Butuh perjuangan si Ubu untuk menghampiri si kupu-kupu."Lelah sekali membawa tubuh ini. Benar juga kata si Uket, kerjaanku hanya makan, tidur, tidak pernah olahraga apalagi kerja," gumam si Ubu."Halo? Kenapa kamu berbicara sendiri? Lucu banget deh kamu," ujar kupu-kupu dengan senyum termanisnya dan sudah memperhatikan Ubu dari tadi. 1 2 3 4 Lihat Cerpen Selengkapnya Ada banyak sekali dongeng fabel untuk anak-anak yang mengandung pesan moral baik, salah satunya adalah cerita Kupu-Kupu berhati mulia. Kalau belum pernah mendengar kisahnya, langsung simak artikel berikut!Dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia merupakan salah satu cerita fabel yang cocok dibacakan untuk si kecil. Kisahnya tak hanya indah, tapi juga mengandung pesan moral yang bisa diajarkan untuk buah hati perlu khawatir kalau si kecil merasa bosan mendengar dongengnya. Karena ceritanya yang singkat, si kecil bisa langsung memahami kisahnya sebelum sempat tunggu apa lagi? Langsung saja simak cerita dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia yang telah kami siapkan di artikel berikut! Selain membaca kisahnya, dapatkan juga sedikit ulasan seputar unsur intrinsik dan fakta menariknya, ya?Cerita Dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia Alkisah, hiduplah seekor semut yang suka berjalan-jalan di taman pada hari yang cerah. Perasaannya selalu gembira karena bisa menikmati keindahan taman yang penuh bunga dan beraroma sedap. Dengan penuh kebahagiaan, ia selalu menyapa setiap binatang yang hidup di taman tersebut. Namun sore hari ini, ada sesuatu yang berbeda. Ketika tengah berjalan-jalan, ia melihat sebuah kepompong tengah berada di atas pohon. Melihat bentuk kepompong yang aneh dan bernasib sial karena tak bisa berjalan-jalan keliling taman, Semut langsung mengejek sang Kepompong. “Hei, Kepompong! Sial sekali nasibmu! Kamu hanya bisa bergantung di ranting itu. Apa kamu nggak ingin jalan-jalan melihat luasnya dunia? Memangnya kamu tidak takut ranting itu nantinya patah?” cibir Semut dengan sombong. Pada dasarnya, Semut memang memiliki sifat yang angkuh. Ia kerap membanggakan dirinya yang bisa pergi ke mana pun yang ia suka. Apalagi, ketika ia bisa menunjukkan kekuatannya saat mengangkat benda yang beratnya sepuluh kali lebih besar dari tubuhnya. Ia pun merasa kalau ia adalah binatang yang paling hebat. Terjebak di Lumpur Pada suatu pagi, Semut kembali berjalan-jalan mengelilingi taman. Namun, karena semalam baru saja hujan, taman tersebut dipenuhi dengan genangan lumpur di berbagai tempat. Semut yang kurang berhati-hati pun tergelincir dan jatuh ke dalam genangan. Bahkan, ia nyaris tenggelam dan tak bisa diselamatkan. “Tolong!” teriak Semut meminta bantuan hewan terdekat. “Bantu aku! Aku hampir tenggelam! Tolong aku!” Untungnya, saat itu ada seekor kupu-kupu dengan sayap indahnya yang tengah terbang melintas. Hewan bersayap indah itu pun langsung mengambil sebuah ranting yang kurus kemudian menjulurkannya ke arah Semut. “Semut! Peganglah ranting ini erat-erat! Aku akan mengangkatmu dengan bantuan ranting ini!” ucap Kupu-Kupu. Semut pun mengikuti perintah itu dan berpegangan erat pada ranting yang diarahkan padanya. Kemudian, Kupu-Kupu mengangkat ranting itu dan membawanya ke tempat yang jauh lebih aman. Atas bantuan tersebut, Semut berterima kasih kepada Kupu-Kupu. Ia juga memuji sang hewan bersayap indah itu sebagai makhluk Tuhan yang hebat dan bersifat terpuji. Mendengar pujian itu, Kupu-Kupu hanya tersenyum. Kemudian, ia berkata, “Sebenarnya, aku adalah kepompong yang pernah kamu ejek.” Betapa terkejutnya Semut mendengar ucapan itu. Ia pun menyadari segala kesalahan dan kesombongannya. Rupanya, ia membutuhkan bantuan dari sosok yang telah ia hina kemarin. Sejak saat itu, Semut berjanji tak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan lagi. Baca juga Kisah Sawerigading dari Sulawesi Selatan & Ulasan Menariknya, Penyemangat Agar Pantang Menyerah Unsur Intrinsik Cerita Dongeng Kupu-Kupu dan Semut Setelah membaca ringkasan cerita dongeng Kupu-kupu yang Berhati Mulia dan Semut di atas, jangan lupa ketahui juga sedikit ulasan seputar unsur intrinsiknya ya. Berikut adalah ulasannya 1. Tema Gagasan utama dari cerita dongeng Kepompong dan Semut di atas adalah tentang kebaikan hati. Hal tersebut ditunjukkan dari sikap Kupu-Kupu yang tetap tulus menolong Semut meskipun sebelumnya pernah diejek-ejek. 2. Tokoh dan Perwatakan Secara umum, tokoh utama cerita dongeng di atas adalah Semut dan Kupu-Kupu yang berhati mulia. Semut memiliki sifat yang menyebalkan dan sombong. Dalam cerita dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia ini, Semut sering mengejeknya saat masih menjadi Kepompong. Di sisi lain, Kupu-Kupu memiliki sifat baik hati dan tulus membantu hewan lain. Bahkan meskipun hewan tersebut adalah Semut yang pernah mengejeknya ketika masih berwujud Kepompong. 3. Latar Hanya ada satu latar lokasi yang disebutkan dalam cerita dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia di atas, yakni sebuah taman. Di dalam taman tersebut dipenuhi oleh serangga kecil. 4. Alur Alur yang digunakan dalam cerita Kupu Kupu Berhati Mulia ini adalah maju atau progresif. Kisahnya dimulai dari seekor Semut yang sombong dan suka menjelek-jelekkan hewan lain, salah satunya adalah Kepompong. Konflik mulai terjadi ketika suatu hari ketika ia tengah berjalan-jalan di taman dan kakinya terjebak lumpur. Untungnya setelah ia berteriak minta tolong, ada Kupu-Kupu yang bersedia menolongnya. Siapa sangka kalau rupanya serangga yang telah menolong Semut itu adalah Kepompong yang sebelumnya diejeknya. 5. Pesan Moral Amanat atau pesan moral yang bisa didapatkan dari cerita dongeng pendek Kupu-Kupu berhati mulia ini adalah saling membantulah dengan keikhlasan, bahkan jika orang tersebut pernah melakukan kejahatan padamu sekalipun. Sama seperti Kupu-Kupu yang dengan ikhlas membantu Semut meskipun serangga kecil itu pernah menyakiti perasaannya. Selain itu, jangan pernah menyakiti hati orang lain. Karena bisa saja suatu saat nanti kamu membutuhkan orang yang telah kamu sakiti itu. Tidakkah itu nantinya hanya akan membuatmu malu? Kurang lebih mungkin begitulah yang dirasakan oleh Semut yang pernah mengejek Kepompong, tapi kemudian membutuhkan bantuan Kupu-Kupu. Selain unsur intrinsik, ada juga unsur ekstrinsik yang terdapat pada dongeng ini. Yakni nilai-nilai dari luar dongeng yang melengkapi kisahnya, seperti nilai sosial, moral, dan budaya. Baca juga Kisah Dongeng Anak Gembala dan Serigala Beserta Ulasan Menariknya, Pelajaran Agar Tak Sering Berbohong Fakta Menarik tentang Cerita Dongeng Kupu-Kupu Berhati Mulia Kalau sudah mengetahui kisah dan sedikit ulasan tentang unsur intrinsiknya, jangan lupa ketahui fakta menariknya. Berikut adalah ulasannya. 1. Banyak Diadaptasi Menjadi Animasi Seperti dongeng yang menarik dan mengandung pesan moral baik lainnya, cerita Kupu-kupu Berhati Mulia ini diadaptasi menjadi beberapa tayangan animasi. Apalagi, kisahnya cukup singkat dan mudah dipahami, sehingga pengerjaan animasinya mungkin tak terlalu memakan waktu lama. Kalau buah hati atau keponakanmu lebih suka menikmati pembelajaran melalui visual, tak ada salahnya kamu mengajaknya menonton video animasi kisah ini. Coba saja temukan beberapa tayangan animasinya di YouTube. Baca juga Legenda Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur, Batu Sakti yang Menyuburkan Sumba, Beserta Ulasan Menariknya Cerita Kupu-Kupu Berhati Mulia sebagai Dongeng Sebelum Tidur Jadi bagaimana? Menarik bukan cerita dongeng kupu-kupu berhati mulia di atas? Cocok sekali dibacakan sebagai dongeng sebelum tidur untuk buah hati tersayang, kan? Apalagi kisahnya mengandung pesan moral yang sangat indah. Kalau masih mencari dongeng fabel lain yang tak kalah indah dan mengandung pesan moral yang baik, cek artikel-artikel di kanal Ruang Pena di PosKata. Di sini kamu bisa mendapatkan kisah fabel Si Itik yang buruk rupa, Kancil yang cerdik dan Serigala, serta Gajah yang baik hati. PenulisRizki AdindaRizki Adinda, adalah seorang penulis yang lebih banyak menulis kisah fiksi daripada non fiksi. Seorang lulusan Universitas Diponegoro yang banyak menghabiskan waktunya untuk membaca, menonton film, ngebucin Draco Malfoy, atau mendengarkan Mamamoo. Sebelumnya, perempuan yang mengklaim dirinya sebagai seorang Slytherin garis keras ini pernah bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris untuk anak berusia dua sampai tujuh tahun dan sangat mencintai dunia anak-anak hingga sekarang. EditorNurul ApriliantiMeski memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor, wanita ini tak ragu "nyemplung" di dunia tulis-menulis. Sebelum berkarier sebagai Editor dan Content Writer di Praktis Media, ia pun pernah mengenyam pengalaman di berbagai penjuru dunia maya. Setiap hari kita akan melalui berbagai tantangan dan ujian, pada kesempatan kali ini kami akan bercerita mengenai tantangan yang harus di lalui oleh kupu-kupu. Yuk kita baca ceritanya dan juga tonton videonya sampai selesai. Suatu hari seorang laki-laki menemukan kepompong kupu-kupu. Dia melihat seekor ulat berusaha keluar dari celah kepompong yang kecil. Dia duduk dan mengamati ulat itu selama beberapa jam, saat si ulat berjuang untuk memaksa tubuhnya keluar melalui lubang yang kecil. Hingga saat terlihat si ulat seperti sangat kesulitan dan tidak membuat kemajuan sama sekali. Melihat hal tersebut, laki-laki itu memutuskan untuk membantu ulat agar bisa keluar dari kepompong. Dia mengambil gunting dan memotong ujung kepompong. Ulat tersebut kemudian keluar dengan tubuh yang bengkak, dan terlihat sayap kecil yang keriput menempel pada tubuhnya. Laki-laki itu terus memperhatikan si ulat, menunggu sayapnya membesar dan berubah menjadi kupu-kupu. Namun hal itu ternyata tidak pernah terjadi. Kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya dengan tidak bisa terbang, merangkak dengan sayap kecil dan tubuh yang bengkak. Meskipun pria itu baik hati , dia tidak mengerti bahwa kepompong yang membatasi dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk bisa melewati lubang kecil itu; adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu ke sayapnya. Yaitu mempersiapkan kupu-kupu untuk terbang setelah keluar dari kepompong. Dalam kehidupan nyata, kita sering kali dihadapkan dengan berbagai masalah, yang membuat kita sangat kesulitan. Seringkali muncul keinginan kita untuk melarikan diri darinya. Padahal tantangan tersebut dipersiapkan Tuhan, agar kita bisa menjadi versi yang lebih baik dari kita saat ini. Hal yang sama terjadi Ketika kita mendidik anak. Karena rasa sayang kita terhadap mereka, seringkali kita membantu mengatasi masalah yang mereka hadapi. Padahal kemampuan untuk mengatasi permasalahan mereka sendiri akan menjadikan mereka orang yang kuat dan siap menghadapi masa depan. Untuk lebih jelas silahkan tonton video berikut ini Bantu kami agar bisa membagikan cerita inspiratif dan motivasi Bahagia lainnya dengan share video ini. Like dan Subscribe untuk mendapatkan notifikasi video motivasi Bahagia lainnya. Sampai jumpa Pesan moral dalam Cerita Inspirasi Kehidupan Singkat Perjuangan Kupu-Kupu ini adalah Perjuangan kita dalam hidup mengembangkan kekuatan kita . Tanpa perjuangan, kita tidak pernah tumbuh dan tidak pernah menjadi lebih kuat, jadi penting bagi kita untuk mengatasi tantangan sendiri, dan tidak mengandalkan bantuan dari orang lain. Baca juga video inspiratif dan video motivasi lainnya yaitu Kumpulan Contoh Teks Cerita Inspirasi untuk Bahan MendongengCerita Kisah Inspiratif Kehidupan Penderitaan Orang LainCerita Inspiratif Anak Untuk Mendorong Sukses Dalam Hidup Navigasi pos Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Orangtua gemar membacakan cerita fabel kepada anak-anaknya, karena gampang dimengerti anak-anak dan mengandung pesan moral. Dalam cerita fabel karakter tokoh-tokohnya adalah hewan, yang berperilaku seperti manusia. Cerita fabel ini berkisah tentang seekor cacing tanah kecil yang ingin berubah menjadi kupu-kupu.*** "Selamat pagi bunga-bunga," seekor kupu-kupu cantik terbang dan menyapa bunga-bunga yang bermekaran di satu pagi yang cerah. "Pagi, Kupu," bunga-bunga mengangguk-angguk membalas sapaan kupu-kupu."Kenapa kamu Cing, kok kelihatan murun?" Kupu-kupu mengagetkan cacing tanah yang mengintip dari balik daun kering."Ayo, keluar Cing! Ngapain kamu sembunyi di situ?" Bunga warna merah jambu ikut buka tanah kecil pelan-pelan menampakkan tubuhnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, sinar matahari menerpa wajahnya. "Aku bosan di bawah tanah terus. Aku ingin menjadi kupu-kupu, bisa terbang bebas ke sana kemari. Manusia selalu mengagumi mereka karena keindahannya. Sedangkan aku, cuma berada di bawah tanah. Manusia pun jijik dan takut jika melihatku. Aku benar-benar tidak berguna." Cacing berkata sambil menangis. Menyesali takdir hidupnya."Oh, karena itu kamu membungkus badanmu dengan daun kering?" Kupu-kupu bertanya, mendekati cacing, hinggap di atas tanah kecil mengangguk malu, menyeka sisa air matanya. 1 2 3 Lihat Cerpen Selengkapnya

cerita kupu kupu yang lucu