cerita dewasa sopir dan majikan
PakSulaiman, lelaki tua yang tinggal tak jauh dari rumah kami kena stroke. Ia harus istirahat total dan berhenti menyupir untuk majikan nya. Kata istriku, majikan pak Sulaiman butuh supir baru segera. Istriku mengangsurkan secarik kertas bertuliskan nama dan alamat majikan Pak Sulaiman.
CeritaSeks pembantu vs majikan. Pentilsusu - Cerita Seks pembantu vs majikan, Saat itu aku baru lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di Bandung, Di sana aku tinggal di rumah pamanku, Paman dan bibi dengan senang hati menerimaku tinggal di rumah mereka, karena paman dan bibiku yang sudah 4 tahun menikah belum juga punya anak sampai saat itu
PerselingkuhanSopir Dengan Majikan dan Anaknya. Sungguh beruntung nasib sopir bernama Yudi yang berhasil mendapatkan sebuah kenikmatan di dalam keluarga tempat dia bekerja. Cerita panas ini adalah kisah perslingkuhan Yudi dengan Majikannya dan merembet ke anaknya yang masih SMU. Vivi baru aja pulang dari sekolah.
CeritaDewasa Selingkuh Bersama Sopir Kontol Gede. Cerita Dewasa - Dalam kehidupanku gak ada masalah dalam rumah tangga maupun lingkungan kerjaku, Suamiku juga amat pengertian dan memenuhi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan adat jawa.
CeritaDewasa Sopir Majikan Memperkosaku. Cerita Dewasa Sopir Majikan Memperkosaku - Sebut saja namaku Lilis. Sudah dua tahun lebih aku bekerja sebagai seorang pembantu di keluarga Pak Dimas, seorang kepala desa yang sangat dihormati oleh warga setempat. Dan selama itu pulalah aku merasakan pahitmanisnya menjadi seorang pembantu, termasuk
Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Cerita Mesum Nyata kali ini masih menceritakan sebuah kisah nyata yang berjudul "Ngentot Sama Supir pribadi". ini merupakan sebuah kisah nyata yang menceritakan seorang majikan wanita yang melakukan hubungan seksual dengan supir pribadinya. jangan lupa tetap bersama kami dan dapatkan update cerita mesum nyata, cerita dewasa, cerita hot dewaasa, cerita pendek dewasa, cerita pendek seks. kisah ini berawal dari kegiatan seperti biasa, sebut saja Pak Warso supir Pribadi mengantar saya ke kantor notaris hari ini karena ada urusan yang harus yang diselesaikan. Aku duduk di jok belakang, tiba2 saja aku mengamati pak warso yang selama ini menjadi sopir keluargaku.”hhmmmm…ternyata dia boleh juga, badan dia kekar dan berotot, apalagi itu nya yah…pasti nyummi” pikiran pikiran kotor mulai mempermainkan otakku. “pak Warso…dah berapa lama sih menikah kok belum punya anak” tanyaku ” 16 tahun Bu” jawab nya singkat ” kok lom punya anak…pasti Pak Warso kurang genjotan nya” kataku mulai menjuru ” siapa bilang bu…orang saya paling jago di ranjang…istri saya saja kadang minta ampun nangis nangis” jawab nya Aku dan pak warso memang dari dulu suka bicara blak blakan tapi baru kali ini menjurus ke soal ranjang. ” aahh…Gak percaya aku pak” jawabku “apa ibu mau saya kelonin…biar percaya” jawab nya sambil masih menyetir mobil. pikiranku semakin tidak menentu membayangkan tangan tangan Pak warso menyusuri tiap inchi kulit tubuhku. ” nggak ah pak laki laki mah besar di mulut doank…kek tamu tak di undang…belum juga di suruh masuk udah keluar duluan’ jawab ku sedikit menantang. ” Bu…andai saja Ibu bukan majikan saya, dah dari dulu ibu saya perkosa” jawab nya dan membuat aku terkejut. Sepulang dari kantor notaris pikiranku masih saja memikirkan kata kata pak Warso ingin rasanya menikmatin benjolan di balik seleting celananya itu. “pak, tolong belikan ini ya…pake uang bapak dulu deh nanti aku ganti” kataku sambil menyerahkan secarik kertas yang sebenar nya bukan lah catatan belanja melainkan tulisanku menantang dia. ” PAK…AKU TUNGGU SAMPAI DIMANA KAMU BERANI SAMA AKU….KALO MEMANG JANTAN BUKTIKAN” tulisku di kertas itu. Aku menuju meja makan setelah memberikan note kecil pada pak warso, aku duduk di meja makan, yang arah nya membelakangi ruang tamu. Tiba tiba saja aku merasakan tangan kekar mencengkeram susuku, meremas nya dengan gemas nya, dan nafas memburu terdengar jelas di telingaku. ” aaahhhh…kamu mau aku entot dimana…katakan…hhhhmmmmm….” katanya sambil terus melumat kupingku dan meremas remas payudaraku yang montok. ” ssshhhh…..aaahhhh pak…terusin pak….nikmat sekali” jawabku sambil mulai meraih bibir nya, aku semakin bernafsu ketika tangan pak warso turun keselakanganku. aku semakin gila meneima rangsangan itu. “ooohhhh….hhhhmmmm….terusin pak….ayo pak terusin” dan tiba tiba aku merasa remasan remasan dia mengendor bersamaan lenyap nya dia dari belakangku. Aku kecewa bukan kepalang , aku masuk kamar dan menutup pintu. Keesokan hari nya aku sengaja nggak ngomong apa apa ke pak warso , aku masih marah akibat kejadian semalam. dalam perjalanan ke kantor ku, aku hanya membisu. ” maafin aku bu, habis situasi nya seperti itu” tiba tiba dia membuka pembicaraan. ” sudah lah pak, kalo memang nggak bisa muasin orang nggak usah banyak bicara” jawabku ketus Tapi tiba tiba laju mobil memutar ke arah menjauh dari arah ke kantorku, menuju pinggiran kota. ” mau kemana sih pak, aku bisa telat loh ” protesku. Mobil terus melaju cepat menuju arah utara mendekati area pantai. sepuluh menit kemudian pak warso membelok kan mobil menuju ke sebuah Hotel. dalam hati aku tersenyum sendiri. Setelah pesan kamar, Pak warso membawa mobil masuk ke dalam, dan parkir di depan salah satu kamar. Hotel ini memang bagus karena memiliki kamar sweet yang indah dengan harga yang tak seberapa mahal. Pak warso membuka pintu mobil, aku pura pura diam tak menghiraukan dia. Lalu pak warso menarik tanganku masuk ke kamar hotel. sesampai nya di kamar belum sempat aku berbicara, pak warso telah memelukku dengan erat dan menciumku dengan penuh nafsu. ” aaahhh…pak….ooohhhh…” desah ku sambil membalas kecupan kecupan nya, lidah pak warso bermain main di rongga mulutku. ” sekarang kau boleh minta apapun yang kamu mau, aaaaahhh…aku sudah lama ingin mencumbu mu” kata pak warso di sela sela ciuman nya. Tangan pak warso dengan kasar meremas kedua bukit kembarku, remasan yang kasar semakin membuat aku gila, tubuhku meliuk bagai kan penari yang gemulai. Tangan pak warso mulai turun menyusuri perut ku …meraba pantat ku yang padat berisi. ” Bu….aaaahhh…aku sudah lama menanti saat saat seperti ini…ssshhh….aaahhhh….aku akan puas kan kamu ” kata pak warso sambil terus menciumiku. ciuman itu turun ke bagian dadaku, sementara tangan kanan pak warso mulai menyelinap di balik rok spanku. “Ooohhh….pak …ssshhhh…terus pak..puas kan aku hari ini” kataku ” hari ini aku milik mu pak…aaahhh….terus pak…terus…” kata kata yang tak terkontrol keluar begitu saja. Pak warso membuka satu persatu kancing kemeja kerja ku, dan melepas rokku dan melempar nya begitu saja. aku di dorong nya ke dinding. masih dengan beringas nya pak warso menciumi, menciumi payudaraku, yang masih terbungkus bra, aku mengeliat geliat tak karuan. ” Bu…kamu begitu cantik, tubuh mu begitu indah…aku ingin menikmati tubuh indah mu ini” celoteh pak warso, sambil tangan nya membuka pengait braku, seketika itu payudaraku yang montok menjadi sasaran lidah pak warso. “terus pak…isep pak…isep terus…gigit…gigit puting nya pak” cercau ku ” OOohhh…indah nya….aaahhh…nikmat nya susu kamu bu” ” ayo pak …cepet pak nikmatin tubuhku ini…isep susuku yang montok ini” “aahhhkk….oooohhhh….” aku memekik ketika pak warso tiba tiba saja menyentuh bagian yang paling sensitif itu. Tangan pak warso mengelus elus memekku yang sudah basah. ” pak…terus ..aaahhh…masukin jari nya pak ..ayo pak..” aku memohon padanya Pak warso jongkok di depanku, menarik pahaku kananku dan menaruh nya di pundak nya, kemudian pak warso menjilati memekku dengan rakus nya. ” ooohhh…pak…oh yah…ahhhh…terus pak…terus pak masukin lidah nya yang dalam pak” ” hhmmm….enak nya memek mu Bu…ahhh…ini itil nya ya bu…aku isepin ya sayang” kata pak warso. ” iya pak…isep pak..isep pak…terus pak ” ” ooohhhhhh……….aaaaaahhhhhhh….aaaaahhh….ahhhh…pak aku…aku…oohh…paaaak ..aku…” dengan menghentak hentak kan pinggulku tanganku menekan kuat kuat kepala pak warso, tubuhku terasa kejang dan kakiku gemetar, bagaikan mengeluarkan bongkahan batu yang teramat berat dri dalam rahimku. aku mencapai orgasme yang pertama, kaki ku masih gemetar, pak warso tau aku tak bisa berdiri, dia menggendongku ke ranjang. Kemudian dia menelpon room service memesan juice orange kesukaanku. Pak warso kembali menciumiku, melumat bibirku, kembali aku di permainkan nafsuku, kali ini aku lebih agresif, kubalas ciuman pak warso dan tanganku mengelus pundak pak warso. ciumanku merambat ketelinga pak warso, kusapu habis telinga pak warso dengan lidah ku, kemudian ciumanku turun ke leher pak warso. Pak warso mendesah. ” aaahh…terusin sayang ciumi aku sampai kau puas” ceracau nya tangan pak warso mempermainkan payudaraku, meremas dan memilin putingnya yang mulai mengeras. Tanganku mulai pindah ke ikat pinggang pak warso, segera saja aku buka ikat pinggang itu dan menurun kan celana panjang pak warso. terlihat jelas benjolan di balik celana dalam itu. Aku berjongkok di depan pak warso, perlahan ku turun kan celana dalam itu dan….wow besar nya, gumam ku. aku mengulum batang pak warso yang keras bagaikan gada besi. ” ooohhhh….terus isep sayang…yah …yah…ohhh…aaahhhh ” pak warso mengerang ” aaaahhh…..terus sayang kulum habis kontol ku…aaahhhh ” aku mengulum terus memain kan lidah ku di ujung nya yang merah mengkilat, dan menusuk nusuk kan lidah ku ke lubang yang imut itu. ” eeemmmm….pak …aaahhh kontol bapak nyumi sekali” desahku, sambil terus mengocok batang pak warso dengan bibirku, ku isep dan ku mainkan buah pelir yang menggelantung itu. ” aaaahhhh…..aaahhhh….” pak warso mendesah desah ketika aku menghisap buah peler nya. Pak warso menarik bahuku, dan mendorong tubuhku ke ranjang, aku telungkup di ranjang , dengan posisi setengah badan di ranjang dan kaki ku menjuntai ke lantai. Pak warso menarik ke dua kakiku agar melebar. pak warso kemudian sedikit menurun kan badan nya, memukul mukul kan batang itu ke bongkahan pantat ku. ” aaahhh…pak ….ayo pak …aku sudah tidak tahan jangan permainkan aku pak” kata ku menghiba. pak warso membalik kan badanku , kemudian pak warso menusuk kan gada yang merah itu ke lubang vaginaku. ” aaahhhkkkk….pak sakit pak…sakit…” teriak ku sata kontol besar itu mencoba menyeruak masuk, aku mendorong kaki pak warso dengan kaki ku agar menjauh. pak warso lalu jongkok di depan vaginaku, dan menyapu bibir vagina itu dengan lidah nya. ” aaahhh…pak …oooohhhh….terus pak…terusin pak…” ” aku masukin lagi ya sayang” kata pak warso aku tidak menjawab aku hanya menanti batang itu masuk ke memekku yang sudah lapar dan haus akan kenikmatan itu. ” aaaahhhhkkkk….pelan pelan pak…ouch…sakit pak…sakit…” rintihku pak warso dengan perlahan dan pasti menusukkan kontol besar itu ke memekku. ” ooohhh sayang…sempit sekali…seperti punya perawan…aaahhh ” Kontol itu masuk keseluruhan pak warso diam sejenak , menunggu agar memek basahku bisa menerima kontol yang besar itu. ” yah pak…iyah…iyah…terus pak ..terus…masukin yang dalam pak terus…ooohhh” ” sayang memek kamu nikmat sekali….memek kamu sungguh nikmat…aku akan entot kamu sayang…aku akan memuaskan kamu” oceh pak warso ” ooohhh pak terusin pak…kontol bapak besar dan nikmat….oh ya…yah..yah…” ceracauku diantara sodokan sodokan kontol pak warso. pak warso menarik kontol nya dan memintaku turun ke lantai yang beralaskan selimut, dia memintaku nungging. pak warso membungkukkan bandan nya dan menciumi pantat ku, kemudian dia melebarkan bongkohan pantatku. lidah pak warso menyapu anusku. ” aahhkkk…pak…ooohhh….terus kan pak…iyah…jilati pak..ayo jilati terus anusku pak” ” eemmm…nikmat nya sayang…aku amat suka anus kamu yang indah ini” kata pak warso Kemudian pak warso berdiri dan mulai menusuk nusuk kan kontol nya, kenikmatan tiada tara membawa aku meliuk dan bergoyang mengikuti sodokan demi sodokan dari kontol pak warso. ayo pak…yang keras pak..yang keras…ooohhh …aaahhh” ” pak aku mau keluar pak…aaahhh…ayo pak cepetan pak…yang kenceng pak terus pak sodok memek aku pak…entot yang kuat pak …ayo pak.” ceracau ku ” iya sayang aku juga mau keluar…aaahhh…” ” pak…oooohhhh….aaahhhh aku kelu…ak..aku…akukeluar paaak” dengan hentakan keras ke belakangdan pak warso dengan hentakan keras kedepan aku merasakan seakan akan kontol itu menembus anusku. ” aaahhhhhh……..sayang….ooooohhhhh….oooohhhhhh” terang pak warso yang di iringi semburan hangat di vaginaku. kami berdua ambruk di lantai…menikmati sisa sisa kenikmatan sorga dunia itu. selesai
Majikan yang Melayani Supir dan Pembantunya BosheDewasa - Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya. Tidurku yang tak nyaman lantaran dilanda mimpi buruk, terasa makin tak nyaman lantaran nafasku tiba-tiba terasa sesak, dan tubuhku menyerupai terhimpit sesuatu. Rasanya saya tidak mengidap penyakit asma. Namun selangkanganku terasa lezat dan nikmat, menyerupai ada penis yang mengaduk memekkku. Majikan yang Sukarela Melayani Supir dan Pembantunya Belum lagi rasanya buah dadaku diremas lembut, membuatku perlahan tersadar dari tidurku, untuk kemudian mendapati ternyata Wawan yang membuatku terbangun dengan menyetubuhiku. Aku yang masih belum sadar betul, terkejut melihatnya ada di kamarku, apalagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan dan mendorongnya, namun ia terlalu berat buat cewek mungil sepertiku. “Lho Non, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Aku pribadi sadar, teringat kemarin memang saya menjanjikan hal ini. “Tapi bukan gini caranya Wan! Masa saya lagi tidur kau ajak beginian. Nggak sopan tau! Lagian saya tadi masih belum sadar benar, bangun-bangun ada orang lain di kamarku, kukira saya sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus. Sedikit jual mahal boleh dong? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Aku menghela nafas panjang, kemudian berkat. “Ya sudah, cepat lanjutkan. Mana kau ini usang lagi kalau main. Oh tunggu!!”, tiba tiba saya teringat dan menurunkan volume suaraku, “Gila kau ya Wan, kakakku mana??”. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya Wawan cengengesan dan berkata, “Tenang Non, liat ini jam berapa? Kakak non sudah pergi setengah jam yang kemudian kok. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih”. Oh.. saya sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 0815 pagi. “Lalu, semenjak jam berapa kau nggghh… ” belum selesai saya bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga saya melenguh, keenakan. “Oh.. Wan… kamu…”, desahku nikmat. Wawan tersenyum penuh kemenangan, membuatku sedikit jengkel juga, tapi hanya sebentar, lantaran rasa nikmat pribadi melandaku ketika Wawan mengulangi gayanya kemarin, ia memeluk pinggangku, dan menarikku berdiri. Penis yang amat kokoh itu pribadi terbenam begitu dalam, membuatku melenguh-lenguh. Bukan hanya lantaran takut, tapi juga tak ingin penis itu lepas dari vaginaku, membuatku tanpa sadar kembali melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasanya bacokan penis itu semakin dalam, dan saya yang sudah melingkarkan tanganku ke lehernya supaya tubuhku tidak terjatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tak perduli dengan wajahnya yang amburadul. Terakhir saya minum obat anti hamil ialah ketika saya digangbang di ruang UKS 2 hari yang lalu, tapi saya tak kuatir hamil, alasannya ialah kini saya sedang bukan dalam masa subur. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, lantaran rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar-benar menghancurkan nalar sehatku. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Aku heran dan menduga-duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Aku memang tak pernah tidur dengan menggunakan bra. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat saya melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bantu-membantu menikmati tubuhku. Gawat juga nih. Kalau tiap pagi sarapan sex menyerupai ini, bagaimana saya konsentrasi di sekolah? Tapi saya tak kuasa menolak kenikmatan ini, dan pasrah saja mengikuti kemauan Wawan. Setiap langkahnya di tangga menciptakan penisnya memompa vaginaku, dan saya orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat senang-senang saja. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu pria di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Dengan nafas tersengal-sengal lantaran sodokan Wawan yang semakin gencar, saya yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus-putus bercampur desahan dan lenguhan, “Kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. saya nantiiii…. harus… sekolah….”. Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. Kami kan juga harus kerja membersihkan bab luar rumah Non…” Suwito membelai pantatku dan melanjutkan. “Aduh non, kalau begini non anggun banget lho non, mana ada pemain drama porno yang secantik nona kita ini ya?”. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar-benar beruntung sanggup kerja di sini. Di mana lagi kita sanggup menikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. seterusnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang minta? Kalau begini mah, bayaran gak naik juga kita betah lho Non kerja hingga renta di sini”. Mereka tertawa bahagia sementara saya yang antara aib bercampur terangsang, tak sanggup menanggapi gurauan mereka, lantaran Wawan sudah melanjutkan pompaan penisnya yang sekeras batangan besi itu, membuatku menggeliat dan melenguh dalam pelukannya. “Nggggh.. Waaan…. aduuuh…. emmpph”, Wawan memagutku dengan buas, hingga saya tak sanggup lagi bebas melenguh. Yang lain sabar menanti gilirannya dengan caranya masing-masing, Suwito membelai dan meremas pantat dan payudaraku, sementara pak Arifin membelai-belai rambutku yang panjang hingga sepunggung ini, sambil menghirup amis harum rambutku. Dengan badan yang dirangsang 3 orang sekaligus menyerupai ini, menciptakan orgasme demi orgasme meluluh lantakkan tubuhku, hingga jadinya datanglah saat-saat yang paling nikmat itu, saya kembali mendapat multi orgasme. “Mmmmmph… hnngggh.. oooohhhh… aaa….duuuuuh….” erangku ketika tubuhku terlonjak-lonjak tak karuan, cairan cintaku membanjir dan membanjir. Betisku melejang-lejang, pinggangku tertekuk ke belakang ketika saya menikmati orgasmeku dengan total. Tubuhku niscaya sudah jatuh kalau tak ditahan Suwito dan pak Arifin, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyusu pada payudaraku sambil meremas-remas dengan gemas, menciptakan orgasmeku yang susul menyusul ini makin terasa nikmat. Dentang grandfather clock dari dalam ruang tamu di rumahku memperlihatkan kini ini ialah jam 0900! Oh… entahlah, mungkin sudah sejam kali saya digenjot Wawan, kalau ditambah dengan waktu saya masih tertidur. Ia memang perkasa untuk urusan sex, membuatku semakin kagum padanya. Beberapa menit sesudah saya orgasme, Wawan tak tahan lagi. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya “Oooh… memeknya non Eliza ini…. rasanya kontolku kayak diurut-urut… sudah 3 menit… aaah… “, erangnya sambil menembakkan spermanya di dalam liang vaginaku. Aku memejamkan mata ingin menikmati sepuas-puasnya rasa hangat yang memenuhi relung-relung vaginaku. Kurasakan tubuhku dibaringkan di salah satu ranjang mereka, dan penis Wawan sudah terlepas dari vaginaku. Aku membuka mataku, untuk melihat giliran siapa berikutnya. Sedikit beda dari kemarin, kini gilirannya Suwito, yang sudah mengambil posisi di selangkanganku, dan segera membenamkan penisnya ke dalam vaginaku yang masih sangat lembap oleh cairan cintaku dan sperma Wawan. Aku hanya sanggup menggeliat pasrah dibawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas-puasnya. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Tiba-tiba saya teringat penis Wawan yang niscaya masih belepotan sperma yang bercampur cairan cintaku. Entah apa yang mendorongku, tapi saya hampir tak sanggup mempercayai bahwa itu ialah suaraku sendiri ketika saya memanggil Wawan, “Wan, sini saya oralin bentar”. Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangun mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa malu-malu saya memegang penis yang sudah mengendur itu, ku kulum-kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, hingga tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh-lenguh keenakan. Benar-benar edan! Bagaimana mungkin saya sanggup seliar ini? Bahkan saya merasa sperma itu begitu lezat dan gurih, apakah ini lantaran saya mulai ketagihan minum sperma? Mungkin saja, lantaran kini saya sudah tak sabar lagi menunggu Suwito orgasme, lantaran saya ingin segera menjilati dan menyedot sperma lagi. Maka sesudah penis Wawan selesai kuoral hingga bersih, saya segera menggerakkan pinggulku menyambut bacokan demi bacokan Suwito, dan benar saja, tak hingga 10 menit Suwito sudah menggeram. Ingin saya memintanya keluar di mulutku, namun saya takut dianggap tidak adil lantaran tadi Wawan sudah keluar di dalam. Maka saya membisu saja, membiarkan Suwito memuaskan hasratnya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Setelah kurasakan tak ada semprotan lagi, saya segera mendorong tubuhnya hingga penisnya terlepas dari jepitan liang vaginaku, dan buru-buru saya berkata, ”To, cepat sini…”. Suwito pun segera menghampiriku, membenamkan penisnya ke mulutku, dan saya segera menyedot-nyedot dengan memejamkan mataku, mencicipi tetes demi tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih. Pak Arifin yang sempat tak kulihat batang hidungnya, kulihat kembali, sambil membawa sebuah sendok teh dan piring kecil. Aku tak terlalu memperdulikan hal itu, dan terus mengulum penis Suwito. Tiba-tiba, saya melepaskan kulumanku, sambil melenguh pelan lantaran mencicipi nikmat pada selangkanganku. Tak apa-apa, toh penis Suwito sudah bersih. Tapi bukan itu yang harus kupikirkan, maka saya melihat ada apa dengan selangkanganku. Ternyata pak Arifin sedang menyendoki lelehan sperma yang bercampur cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, dan ditadahi dengan piring kecil tadi. Aku hanya membisu menahan nikmat, ketika sendok kecil itu mengorek-ngorek vaginaku dengan lembut, seolah menyendoki cairan cintaku dan sperma-sperma dari Wawan dan Suwito. Setelah cukup lama, mungkin sesudah vaginaku sudah tak terlalu becek lagi, pak Arifin berkata, “Non Eliza, non suka peju ya? Saya suapin peju mau ya?”. Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut menyerupai menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali saya mencicipi sperma yang bercampur cairan cinta. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini menciptakan saya tak begitu lapar lagi meskipun saya ingat saya belum makan pagi. Setelah jatahku habis, pak Arifin mulai bersiap menggenjotku, sambil bertanya, “Non Eliza, non mau nggak kalau nanti saya mengeluarkan peju dalam lisan non?”. Aku mengangguk senang, kemudian melebarkan selangkanganku selebar-lebarnya, lantaran saya ingat penis pak Arifin ini berukuran raksasa. Kurasakan penis itu sudah mulai melesak sedikit, dan gairahku pribadi naik cepat. Apalagi Wawan dan Suwito ikut menyusu pada payudaraku dengan remasan-remasan kecil. “Aduh… oooh…”, erangku antara sakit dan nikmat. Tetap saja ada rasa sakit yang melanda vaginaku, lantaran ukuran penis pak Arifin sangat besar. Tapi kini saya sanggup lebih cepat beradaptasi, dan mulai mengimbangi genjotan sopirku ini. Setelah rasa sakit itu lenyap, saya mulai mendesah dan melenguh keenakan. Penis itu seolah menancap begitu erat, sehingga ketika pak Arifin menarik penisnya, seolah vaginaku yang menjepit penisnya ikut tertarik, dan tubuhku terangkat sedikit Namun ketika penis itu menghunjam, rasanya vaginaku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya Wawan memang, tapi masih keras untuk ukuran orang seumur pak Arifin. Dan cukup keras untuk menciptakan saya serasa melayang ke awang-awang. Rasa nikmat ini jadinya menciptakan saya orgasme, kembali kakiku melejang-lejang menciptakan jepitan vaginaku pada penis pak Arifin makin erat, dan ini menciptakan pak Arifin kelabakan, penisnya berkedut-kedut. Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa-gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku. Majikan Yang Melayani Supir Dan Pembantunya Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Aku sudah tak merasa lapar lagi sesudah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Mereka bertiga jadinya duduk mengatur nafas mereka yang masih memburu. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai kesepakatan mereka, ini hanya satu ronde. Tiba-tiba Sulikah tiba terburu-buru sambil membawa celana dalam dan celana panjang satin pasangan baju tidurku. “Non, kakaknya non sudah pulang. Cepetan non, pakai ini dan kembali ke kamar non”, seru Sulikah agak panik. Aku juga ikut panik, segera menggunakan celana dalam dan celana panjang ini, kemudian berlari kembali ke kamarku. Yang lain juga segera menggunakan bajunya masing-masing, kemudian segera keluar dari kamar kawasan kami pesta sex barusan, seakan-akan sedang bekerja menyerupai biasa. Untung Sulikah memberitahu sempurna pada waktunya, saya sudah di dalam ruang makan ketika kudengar deru mesin kendaraan beroda empat kakakku di garasi. Rupanya dosen yang mengajar mata kuliahnya pagi ini tidak datang. Aku naik tangga dengan jantung berdegup kencang, jadinya hingga juga saya ke dalam kamarku yang kulihat sudah rapi, niscaya Sulikah yang merapikan. Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 0930. Dan saya segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku dari keringatku dan keringat 3 orang tadi, juga vaginaku kucuci bersih, hingga terasa kesat. Mungkin lantaran cuma 1 ronde, tubuhku tak terlalu lelah. Selesai mandi, saya mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada gejala saya gres saja bermain sex dengan mereka. Lalu saya menggunakan baju santai, dan turun ke ruang makan. Di sana sudah menunggu kakakku, yang membawakan saya nasi campur di akrab sekolahnya, kesukaanku. Yah, kebetulan deh. Aku kan belum makan pagi, cuma sarapan sperma dari mereka bertiga tadi. Aku memeluk kakakku senang, dan berkata, LINK RESMI JAMINAN DATUK NB Untuk Link Di atas Dapat Anda Gunakan Untuk Mendapatkan ID PRO DAN JP. Selamat Mencoba <3 “Thank you ya kokoku yang baik”. Kokoku tertawa dan menggodaku,“Iya me. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Kalau nggak jadi nggak baik?”. Aku memukul lengannya manja, kemudian kami makan bersama. Kami ngobrol kesana kemari, dan tak terasa jadinya selesai juga kami makan. Kokoku kembali ke kamarnya, mungkin main komputer. Aku juga kembali ke kamarku, mempersiapkan diri ke sekolah. Sekarang sudah jam 10, saya biasanya berangkat jam 1130. masih ada satu setengah jam lagi, saya menyiapkan seragamku, putih abu-abu. Juga tas sekolahku, yang membuatku teringat wacana obat perangsang itu. Lalu saya menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Sambil menunggu, saya menelepon temanku, dan kami ngobrol hingga tak terasa sudah waktunya saya harus berangkat. Setelah berpamitan, saya mengenakan seragam sekolahku, kemudian berpamitan pada kokoku, dan turun ke garasi. Seperti biasanya, pak Arifin memperlihatkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus lantaran saya ingin menyetir kendaraan beroda empat sendiri. Dalam perjalanan, saya mengingat-ingat tragedi pagi ini, dan membayangkan besok saya harus melayani mereka bertiga lagi lantaran kokoku kuliah pagi hingga siang. Hmm, sarapan sex tiap pagi sebelum ke sekolah? Aku menggelengkan kepala tak habis pikir, bisa-bisanya ada pembantu plus sopir yang menggunakan badan anak majikannya.
cerita dewasa sopir dan majikan