cerita dewasa arisan brondong

AN yang ditemui di rumahnya mengakui, para wanita bersuami itu melaksanakan arisan brondong. Ia menjelaskan, harga seorang brondong yang mampu memikat hati banyak tante cukup mahal. Bisa hingga Rp 20 juta. CERITA DEWASA Info Lebih lanjut Kunjungi : WHATSAPP : +855882357563 Line : CS CROWNQQ BACA JUGA BLOGSPORT KAMI: BLOG ARTIKEL CROWNWIN Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Gabung KomunitasYuk gabung komunitas {{forum_name}} dulu supaya bisa kasih cendol, komentar dan hal seru lainnya. Kaskus Addict Posts 1,467 nggak bisa koment dah 18-01-2014 2118 Kaskus Maniac Posts 5,464 ibu2 sampah, biasanya menghasilkan anak2 kelakuan sampah makanya saya melarang bgt istri saya buat ngelakuin bginian... bukanya apa, nyari duit kadang berat bgt cuy... keujanan, kebanjiran, kepanasan, pulang2 kaki + tangan pegel2... eh duitnya malah dihambur2in..... gak bgt dalam istilah saya, gak ada yg namanya work hard play hard... abis kerja keras foya2 seabis2nya..... yg bener abis kerja ditabung buat masa tua lo... lo gak tau umur lo bakal nyampe dimana, kali aja lo bakalan kena stroke ato apalah buat biaya RS lo ato kejadian lainnya, lo mau nyari duit dari mana...? minta lagi ke ortu ? jaman makin berat cuy, kita dituntut untuk cerdik dan berpikir jangka panjang secara bersamaan...... gak usah ngelakuin sesuatu yg sia2 bginian... 18-01-2014 2125 maroonia memberi reputasi Baru tahu ada arisan pk brondong gt asli/hoax, weleh2 amit2 mo awasi bini kl mo piauw arisan ma groupnya 18-01-2014 2144 Kaskus Addict Posts 2,658 Fotonya mana? Tante2nya umur 50++ lg. Ngeri... 18-01-2014 2213 Kaskus Maniac Posts 4,274 mulustrasi arisannya mane tong 13-02-2014 1844 Kaskus Addict Posts 3,379 klo ane sih suka brondong yg ini Spoiler for awas BWK berat 13-02-2014 1911 QuoteOriginal Posted By boleh lah ayoo sama aku aja yull,, hahaha 16-06-2014 1147 Ane jg mauu jd hadiahnya 16-06-2014 1308 Kaskus Addict Posts 1,752 Bukan trit anget ini 17-08-2016 0648 Kaskus Addict Posts 2,165 ups...kesandumg 17-08-2016 0651 KASKUS Maniac Posts 4,100 Mulustrasinya mana neh 17-08-2016 0723 Kaskus Addict Posts 1,113 mulus tante bray 17-08-2016 0729 Kaskus Addict Posts 2,266 QuoteOriginal Posted By deganfan►mana pic brondong nya? antek asing kau 17-08-2016 0741 Kaskus Addict Posts 2,438 tante doyan baike 17-08-2016 0744 Uhhh tante..boleh lah 😍 13-10-2017 2237 Kaskus Addict Posts 3,111 tante tokay 14-10-2017 0201 🤣🤣 mana tantenya? 14-07-2018 1513 Kepengen Klo ada tante yng cari piaraan mau donk 29-05-2022 0107 CERITA SELINGKUH – Sebelum aku menceritakan tentang Cerita Sex ku ,akan kuperkenalkan terlebih dahulu diriki ku , Aku seorang ibu rumah tangga biasa namaku Delima setiap hari aku berada di rumah, akhirnya akupun mencari kesibukan dengan banyak berkumpul dengan para wanita sosialita. Sebenarnya hidupku tidak sepi-sepi amat karena aku tinggal di rumah keluarga suamiku, ada kedua mertuaku yang masih sibuk bekerja juga di perusahaannya sendiri. Juga anakku yang kini sudah dua orang Nana 3 tahun dan Dika 12 tahun. Akupun memiliki suami mas Imran yang bertanggung jawab pada keluarga, diapun begitu hot memuaskan aku di dalam melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita seks paling hot, tapi akupun menghianatinya juga. Mungkin aku terbawa pergaulan dengan teman-temanku yang menganggap selingkuh sudah di anggap hal yang biasa bahkan katanya membuat kita lebih bergairah menjalani kehidupan ini. Tepat di usia pernikahanku yang ke 12 tahun aku menghianati suamiku, dan bukan dengan orang lain melainkan dengan orang rumah juga. Meskipun dia tidak ada hubungan darah dengan keluarga suamiku tapi dia tinggal di rumah besar ini juga. Baca Juga Cerita Dewasa Cerita Ngewe Sama Tante Brondong Bernama Yanti Namanya mas Roni dia merupakan sopir keluarga, setiap hari kerjanya mengantar orang rumah ke kantor dan kembali lagi ke rumah sampai tenaganya di butuhkan. Oleh karena itu mas Roni selalu berada di rumah setiap hari, karena aku selalu sibuk dengan arisan dan juga acara kumpul-kumpul dengan teman-temanku akhirnya mas Roni yang sering mengantarku. Awal mula aku tertarik padanya ketika aku meminta dia untuk masuk kedalam ruangan tempat kami mengadakan acara, saat itu dia membawakan barang yang akan aku bawa. Tapi di dalam semua pada heboh bilang “Aduuh jeng Delima suaminya cakep banget jeng..” Aku kaget dan hendak mengklarifikasi tapi ketika semua berkata seperti itu akhirnya akupun hanya tersenyum saja “Mas boleh kenalan tidak..?” Kata jeng Vika pada mas Roni dan aku lihat mas Roni begitu tersipu malu di buatnya dan ketika aku melihatnya dengan seksama dia memang begitu cakep dan gagah. Sejak hari itu aku selalu memperhatikan mas Roni bahkan aku seperti wanita yang kesepian, yang haus akan adegan Cerita Sex. Padahal kehidupan seks dengan suamiku masih sama seperti dulu, tapi akhir-akhir ini aku sering melamunkan mas Roni bahkan tidak jarang aku membayangkan melakukan adegan cerita hot bersamanya. Aku benar-benar terhipnotis pada mas Roni. Lama kelamaan akupun tidak mampu membendungnya segala cara aku coba untuk mengambil hatinya “Mas Roni beli aja buat keluarganya…” Kataku sembari tersenyum ketika kami sedang berada di sebuah toko pakaian di salah satu mal “Saya belum menikah bu…” Wiihhh mendengar dia berkata seperti itu akupun menjadi lebih senang lagi akhirnya akupun membelikannya baju yang pas buat dia. Untuk melancarkan aksiku aku bukan cuma membelikannya baju tapi juga sering curhat sesuatu yang gak penting padanya, sampai akhirnya kamipun menjadi begitu dekat tapi kemudian aku sadar kalau aku harus bersikap wajar di depan mereka semua. Karena pernah sekali ketika aku melewati dapur secara tidak sengaja aku mendengar Felis pembantuku yang genit. Berkata seperti ini pada mas Roni “Mas Roni kok deket sama bu Delima.. jangan ada apa-apa ya..” Roni langsung menjawab “LIs..kamu ini apa sih..jangan fitnah gitu lho” Kata mas Roni marah dan mbok Sinah pembantuku yang lain berkata “Huuss..kamu tuh LIs.. awas kedengaran majikan di pecat kamu..” Felis manggut-manggut sambil manyun “Ya..iya Felis kan cuma bercanda..”. Karena aku mengubah sikapku pada Roni di depan mereka akhirnya merekapun tidak pernah mencurigai aku suka pada mas Roni. Sampai pada suatu ketika aku sedang ada acara di luar kota dan harus menginap setelah aku pamit pada suamiku dia memutuskan untuk menyuruhku membawa sopir sendiri dan Roni menjadi pilihannya untuk mengantarku aku senang mendengarnya. Dengan penuh semangat akupun pergi dengan Roni, setelah melakukan perjalan selama kurang dari 6 jam kamipun sampai. Aku istirahat di hotel tempat aku menginap aku beda kamar dengan Roni, tapi setelah terbangun dari tidur istirahatku akupun segera mandi dan keluar memesan makanan ke dalam kamar hotel sekaligus melancarkan aksiku untuk berdua dengan mas Roni aku sengaja memesan untuk dua orang. Setelah aku telpon dia untuk datang ke kamarku, diapun datang dan menyantap makanan yang telah aku pesan. Setelah itu kami mengobrol berdua sampai akhirnya aku dapat membuat gairah mas Roni bangkit, ketika aku mendekatkan tubuhku padanya diapun langsung agresif dengan memelukku lalu mecium bibirku kamipun saling pagut dengan mesra dan gairah kami berdua sama-sama memuncak. Baca Juga Cerita Dewasa Cerita Sex Sama Adek Kelas di Sekolah Tanganku melingkar di lehernya “Aaaaggggggghhh… aaaaagggghhhh… aaaaggghhhh… aaaggghhh..” Aku mencoba mendesah tepat di telinganya hingga diapun semakin terangsang “Ooouugggggghh… maaaas… aaaggggghhh…. aaaaaggghhhhh… eeeeuuummmmmhhhppppp….. aaaaggggghhhhh…” Desahku tanpa menghiraukan apapun lagi aku begitu menikmatinya. Hingga tidak terasa kini tubuhku sudah dalam keadaan telanjang dan mas Roni sudah menindihku “Aku masukin ya sayaaang…. eeeehhhhhggggg…” Dia masih bertanya lirih padaku “Iyaaaa maaas.. ayyoooo… aaaaggggghhhh…. aaaaggghhhh… aaaaaaggggghhh… aaaaagggghhhh..” Kataku sembari langsung mendesah begitu dia bergoyang di atas tubuhku yang sudah menggeliat. Bagai pemain dalam adegan cerita hot kami terus berburu dan memek nya “OOouuuuggggghhh… aaaagggghh… aaagggghhh… maaaaas… aaagggghhhh… aaaaagggghhhh… aaaagggghhh.. ” Diapun sama-sama menikmati adegan seks ini, di tambah aku semakin hot ikut menggoyangkan tubuhku juga karena benar kata teman-temanku melakukan hubungan intim dengan selingkuhan lebih nikmat rasanya. Baca Juga Cerita Sex Cerita Sex Hot Bersama Mamang Tukang Sayur Tidak lama kemudian kamipun sama-sama mendesah dan mengerang dengan kerasnya “OOouuuggggghhhh…. aaaaaaggggghh… aaaaagggghhh… aaaaghh.. sa.. saaayaaang… aaagggh… aaaaagggggghhhhh…” Kamipun berdua sama-sama terpuaskan berulang kali mas Roni menciumku dan akupun senang dia melakukan hal itu kini tubuh kami sudah basah bersimbah keringat. Sungguh aku begitu puas melakukan adegan cerita sex ini dengan mas Roni, selama 3 hari kami melakaukan hal itu. Meskipun masih terasa kurang tapi akhirnya mas Roni mengajaku pulang dia bilang takut ada yang curuga dengan hubungan kami. Dia memintaku untuk merahasiakan hal ini dan dia berjanji akan selalu ada untukku dan sampai detik ini kami masih berhubungan secara backstreet. Demikian lah Cerita Hot Terbaru Selingkuh Itu Memang Menyenangkan oleh Cerita sex hot Namaku Benny, peristiwa ini sudah terjadi lama, ketika aku masih SMA kelas 3. Saat itu aku masih perjaka ting? Main sabun?adala... Apa kabar semua ? dah lama gak update nih.. langsung aja deh nih update cerita terbaru januari 2016.. cekidot... Namaku Marwan, umur... Telah belasan tahun berpraktek aku di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rakyat di Jakarta Barat. Pasienku lumayan banyak... READ MORE... Cerita ini bermula waktu jumat malam sabtu sekitar jam setengah 12 malam. Tiba-tiba aku menerima telepon dari Rara, teman kuliahku dulu.... Ketika itu gue masih kelas 2 smp. Gue lagi di suruh nyokap buat nganterin makanan ke rumah abang tiri gue. Umur abang tiri gue beda ja... Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan seks. Sayangnya suamiku sudah uzur. kami beda umur hampir 15 tahun. seh... READ MORE READ MORE READ MORE READ MORE Ah.. ini Mas ada kok.. Oh ya.., Aku lalu memeriksa CD itu, kucuri pandang ke susu yang montok itu. Memang kalau makin dekat makin jel... Gua tertarik untuk ceritain pengalaman gua ini, setelah ngebaca punya temen-temen yang udah ngirim duluan. Soalnya pengalaman ini yan... Tulisan ini diangkat berdasarkan kisah dan pengalaman yang sesungguhnya dengan nama pelaku serta tempat yang telah diubah. Apabila terdapat kesamaan nama maupun tempat peristiwa dalam tulisan ini, hal itu hanya merupakan suatu kebetulan belaka dan tidak ada hubungannya dengan siapa pun juga. “Apa yang akan aku lakukan di sini?” pikirku ketika tiba di depan pintu gerbang villa itu. Villa tersebut terletak di sebuah bukit terpencil di tengah kerimbunan hutan pinus. Untuk sampai di sana kita harus melalui sebuah jalan kecil yang merupakan jalan pribadi yang menghubungi villa tersebut dengan jalan utama. Di ujung jalan tersebut kita akan menjumpai sebuah pintu gerbang yang kokoh terbuat dari besi memagari sebuah bangunan artistik dikelilingi oleh taman yang asri. Begitu kami mendekati gerbang tersebut, tiba-tiba dua orang laki-laki berpotongan rambut pendek dengan tubuh kekar menghampiri kami. Suamiku segera menyodorkan sebuah kartu nama yang entah dari mana dia peroleh. Kemudian dengan wajah ramah mereka membukakan pintu dan mempersilakan kami masuk. Di dalam pekarangan villa itu kulihat beberapa mobil telah terparkir di sana dan salah satunya adalah mobil Priyono sahabat suamiku. Keluarga kami dan keluarga Priyono memang bersahabat. Umur kami tidak jauh berbeda sehingga kami mempunyai persamaan dalam pergaulan. Suamiku seorang pengusaha muda sukses, demikian juga Priyono. Baik suamiku maupun Priyono mereka sama-sama sibuknya. Mereka kelihatannya selalu dikejar waktu untuk meraih sukses yang lebih besar lagi bagi keuntungan bisnisnya. Sehingga boleh dikatakan hidup kami sangat berlebih sekali akan tetapi di lain sisi waktu untuk keluarga menjadi terbatas sekali. Hanya pada hari-hari weekend saja kami baru dapat berkumpul bersama. Dan itu pun apabila suamiku tidak ada urusan bisnisnya di luar kota. Keadaan itu dialami juga oleh istri Priyono, Novie. Sehingga antara aku dan istri Priyono merasa cocok dan akrab satu sama lainnya. Kami juga selalu mengatur waktu senggang bersama untuk melakukan pertemuan-pertemuan rutin atau rekreasi bersama. Kebetulan istri Priyono, juga agak sebaya denganku. Bedanya dia baru berumur tiga puluh tahun sedangkan aku telah berumur tiga puluh lima tahun. Apalagi wajahnya masih tetap seperti anak-anak remaja dengan tahi lalat di atas bibirnya membuat penampilan istri Priyono kelihatan lebih muda lagi. Selain itu bentuk tubuhnya agak mungil dibandingkan denganku. Badannya semampai namun berbentuk sangat atletis. Maklumlah selain dia secara rutin mengikuti kegiatan latihan di salah satu fitness center, dia juga memang seorang atlet renang. Sehingga warna kulitnya agak kecoklatan-coklatan terkena sinar matahari. Berbeda denganku yang berkulit agak putih dengan bentuk tubuh yang agak lebih gemuk sedikit sehingga buah dada dan pinggulku lebih kelihatan menonjol dibandingkan dengan istri Priyono. Menurut pandanganku penampilan istri Priyono manis sekali. Ada suatu daya tarik tersendiri yang dimilikinya setidak-tidaknya demikian juga menurut suamiku. Aku tahu hal itu karena suamiku sering membicarakannya dan malahan pernah bergurau kepadaku bagaimana rasanya sekiranya dia melakukan hubungan seks dengan istri Priyono. Pertemuan kami dengan keluarga Priyono pada mulanya diisi dengan pergi makan malam bersama atau mengunjungi club rekreasi para eksekutif di setiap akhir pekan. Sekali-sekali kami bermain kartu atau pergi berdarmawisata. Akan tetapi ketika hal tersebut sudah mulai terasa rutin, pada suatu saat suamiku dan Priyono mengajak kami untuk ikut menjadi anggota CAPS. “Apa artinya itu..?” kataku. “Artinya adalah Club Arisan Para Suami atau disingkat CAPS, kalau diucapkan dalam bahasa Inggris jadi kep’es, tuh gagah nggak namanya”, jawab Priyono. “Walah, baru tahu sekarang para suami juga kayak perempuan, pakai arisan segala”, kataku. “Ini arisan bukan sembarang arisan..”, kata Priyono membela diri. “Dahulu mau dinamakan The Golden Key Club, tapi gara-gara Eddy Tanzil maka namanya diganti jadi CAPS, Club Arisan Para Suami”, katanya lagi. “Ya sudah kalau begitu.., kalau arisan para suami kenapa istri perlu dibawa-bawa ikut jadi anggota?” debatku lagi. “Rupanya belum tahu dia..!” kata Prioyono dalam logat Madura seraya menunjukkan jempol ke arahku sambil melirik kepada suamiku. Suamiku juga jadi ikut tertawa mendengar logat Prioyono itu. “Hei, rupanya pake rahasia-rahasiaan segala ya..!” kataku sambil memukul pundaknya. “Iya Mbak.., mereka berdua sekarang ini lagi selalu kasak-kusuk saja. Jangan-jangan memang punya rahasia yang terpendam”, tiba-tiba kata istri Priyono menimpaliku. “Eh, jangan marah dulu.. club arisan ini merupakan suatu club yang ekslusif. Tidak sembarangan orang boleh ikut! Hanya mereka yang merupakan kawan dekat saja yang boleh ikut dan itu juga harus memenuhi syarat!” “Syarat apa..?!” “Misalnya para anggota harus terdiri dari pasangan suami istri yang sah! Betul-betul sah.. saah.. saah!” katanya meniru gaya Marisa Haque diiklan TV. “Kalau belum beristri atau bukan istri yang sah, dilarang keras untuk ikut! Oleh karena itu untuk ikut arisan ini perlu dilakukan seleksi yang ketat sekali dan tidak main-main! Jadi nggak ada yang namanya itu rahasiaan-rahasiaan..!” kata Priyono lagi. “Ah kayak mau jadi caleg saja.. pakai diseleksi segala! Nggak mau sekalian juga pakai Litsus, terus penataran! Arisan ya arisan saja..! Dimana-mana juga sama! Paling-paling Bapak-bapaknya ngumpul ngobrolin cewek-cewek dan Ibu-ibunya ngerumpi sambil comot makanan disana-sini.., akhirnya perutnya jadi gendut dan pulang-pulang jadi bertengkar di rumah karena dengar gosip ini itu!” kataku. “Nah, disini masalahnya. Arisan kita itu bukan arisan gosip, tapi arisan yang sip!” kata Priyono. “Jadi arisan apa pun itu, apa sip, apa sup, apa saham, emas, berlian, Mercy atau BMW, ya akhirnya semua sama saja.., yang keluar duluan hanya gosip?” kataku ketus. “Bukan.., bukan seperti itu. Malahan sebaliknya.., arisan ini justru bertujuan buat mengharmoniskan kehidupan perkawinan antara suami istri!” jawab Priyono. “Lho, untuk itu kenapa mesti arisan..?” kataku lagi. “Boleh nggak diberi tahu Mas?” kata Priyono sambil melirik kepada suamiku. Suamiku tersenyum sambil mengangguk. “Begini Mbak, terus terang saja, arisan kita itu bentuknya kegiatan tukar-menukar pasangan”, katanya. “Pasangan?! Pasangan apa..?” jawabku dengan sangat heran. “Ya itu, pasangan suami-istri”, tiba-tiba suamiku menyeletuk. “Mengapa harus ditukar-tukar sih? Dan apanya yang ditukar?” tanyaku karena aku jadi semakin tidak mengerti atas penjelasan suamiku itu. “Walah, penjelasannya panjang.., ini kan jaman emansipasi”, kata suamiku. “Memangnya apa hubungannya dengan jaman emansipasi!” aku menyela kata-kata suamiku. “Begini.., kegiatan club ini sebenarnya bertujuan untuk mengharmoniskan kehidupan suami istri dalam rumah tangga”, kata suamiku. “Jadi..” “Jadi.., jadi ya kau ikut saja dulu deh! Nanti baru tahu manfaatnya!” kata Priyono menyeletuk. “Nggak mau ah kalau hanya ikut-ikutan!” “Begini Neng!” kata suamiku. “Singkatnya menurut pandangan para pakar seksualogi dalam kehidupan perkawinan seseorang pada saat-saat tertentu terdapat suatu periode rawan dimana dalam periode tersebut kehidupan perkawinan seseorang itu mengalami krisis. Krisis ini apabila tidak disadari akan menimbulkan bencana yang besar yaitu tidak adanya kegairahan lagi dalam kehidupan perkawinan. Apabila tidak ada kegairahan lagi antara suami-istri biasanya akan membawa akibat yang fatal”, kata suamiku lagi. “Misalnya bagaimana?” “Ya dalam kehidupan perkawinan itu secara tidak disadari timbul kejenuhan-kejenuhan. Kejenuhan yang paling utama dalam periode tersebut biasanya dalam masalah hubungan badan antara suami istri, pada periode tersebut hubungan seks antara suami-istri tidak lagi menyala-nyala sebagaimana pada masa setelah pengantin baru. Kedua belah pihak biasanya telah kehilangan kegairahan dalam hubungan mereka di tempat tidur yang disebabkan oleh berbagai faktor. Hubungan badan suami istri tersebut akhirnya terasa menjadi datar dan hanya merupakan suatu hal yang rutin saja. Untuk mengatasi hal itu bagi para pasangan suami istri perlu mendapatkan penggantian suasana, khususnya suasana dalam hubungan di tempat tidur”, kata suamiku. “Ah itu kan hanya alasan yang dicari-cari saja.., bilang saja kalau sudah bosan dengan istri atau mau cari yang lain!” kataku. “Nah, disinilah memang letak masalahnya.., yaitu kebosanan’.., dan wanita lain’. Hal itu sangat betul sekali.., karena kebosanan’ merupakan sifat manusia, sedangkan keinginan kepada wanita lain’ secara terus terang itu merupakan sifat naluri kaum laki-laki secara umum, disadari atau tidak disadari, diakui atau tidak diakui, mereka mempunyai naluri poligamis, yaitu berkeinginan untuk melakukan hubungan badan tidak dengan satu wanita saja. Akan tetapi sifat-sifat ini justru merupakan ’sumber konflik utama’ dari krisis kehidupan perkawinan seseorang! Nah!, hal inilah yang akan dicegah dalam kegiatan club itu!” “Jelasnya bagaimana?” kataku. “Apabila seorang suami menuruti naluri kelaki-lakiannya itu, maka dia cenderung akan melakukan penyelewengan dengan wanita lain secara sembunyi-sembunyi. Mengapa..? Karena dia tahu hal itu akan merupakan sumber konflik dalam rumah tangga yang sangat berbahaya. Pertama-tama karena dia tahu istri tidak menyetujuinya, oleh karena itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, yang kedua hal itu membuat suatu keadaan yang tidak adil dalam kehidupan suami-istri. Kalau suaminya bisa merasakan orang lain, untuk mendapatkan kenikmatan seksual yang lain daripada istrinya, kenapa istrinya tidak..!” “Apakah memang demikian problem dari sebuah perkawinan? Aku kira bukan hanya soal seks saja yang menjadi konflik dalam hubungan suami istri, namun juga tentunya ada unsur lainnya!” kataku berargumentasi. “Tidak salah pendapatmu! Memang benar dalam suatu perkawinan banyak unsur yang mempengaruhinya, akan tetapi dalam perkawinan hanya ada dua unsur saja yang paling dominan, ibarat kopi dengan susunya!” kata suamiku. “Apa hubungan perkawian dengan kopi susu?” tanyaku agak heran. “Begini..” kata suamiku selanjutnya. “Dalam suatu perkawinan sebenarnya merupakan campuran antara dua unsur yang sangat berbeda, yaitu antara unsur cinta’ dan unsur kenikmatan seks’. Kedua unsur ini saling melengkapi dalam hubungan perkawinan seseorang. Unsur cinta adalah merupakan faktor yang dominan yang merupakan faktor utama terjalinnya suatu ikatan batin antara dua insan yang berlainan jenis. Unsur cinta ditandai dengan adanya kerelaan pengabdian dan pengorbanan dari masing-masing pihak dengan penuh keihlasan dan tanpa mementingkan egoisme dalam diri pribadi. Sedangkan unsur kenikmatan seks adalah merupakan unsur penunjang yang dapat memperkokoh dan mewarnai unsur cinta tersebut. Unsur ini ditandai dengan manifestasi adanya keinginan melakukan hubungan hubungan tubuh dari dua insan yang berlainan jenis, adanya kobaran nafsu birahi serta adanya keinginan dari masing-masing pihak untuk mendominasi pasangannya secara egois. Adanya nafsu birahi ini dalam diri kita sebagai mahluk alam adalah wajar dan bukan sesuatu yang memalukan. Nah.., kedua unsur tadi apabila kita ibaratkan seperti minuman tidak bedanya sebagai kopi’ dengan ’susunya’. Unsur cinta dapat diibaratkan sebagai kopi dan unsur kenikmatan seks dapat diibaratkan sebagai susunya. Kedua unsur yang saling berbeda ini dapat dinikmati dengan berbagai cara. Apakah ingin dicampur sehingga menjadi sesuatu yang baru yang lain rasanya daripada aslinya atau dinikmati secara sendiri-sendiri sesuai dengan rasa aslinya!” “Jadi apa hubungannya dengan arisanmu sekarang?” “Nah, arisan ini bertujuan untuk membuat keadaan yang adil dan berimbang di antara suami dan istri. Kedua-duanya harus mempunyai hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan tuntutan dari wanita itu sendiri untuk beremansipasi. Dan hak itu tidak terkecuali walaupun dalam hubungan seks, para istri juga harus diberi kesempatan yang sama seperti para suami. Para istri juga harus dapat memilih kehendaknya, apakah sewaktu-waktu dia ingin minum kopinya’ saja, atau ’susunya’ saja, atau kopi susunya’. Masalahnya sekarang, bagaimana mewujudkan hal itu. Kalau dilakukan oleh para suami atau para istri itu secara sendiri-sendiri, maka akan menjadi kacau dan malahan tujuannya mungkin tidak akan tercapai. Oleh karena itu perlu diusahakan secara terorganisir. Yang paling gampang ya, dalam bentuk kegiatan arisan seperti ini”, kata suamiku. “Iya Mbak, siapa tahu akhirnya para istri juga akan dapat menikmatinya.., eh malahan jangan-jangan jadi lebih doyan!” kata Priyono menimpali komentar suamiku. “Ah, kau kayak bensin saja.., langsung nyamber!” kataku. “Kalau begitu bukankah hal itu juga merupakan suatu penyelewengan dalam perkawinan?” tiba-tiba kata istri Priyono berkomentar. “Tentu saja bukan..! Karena apa definisi menyeleweng itu? Seseorang itu dikatakan menyeleweng apabila dia melakukan hal di luar pengetahuan pasangannya. Atau dengan kata lain dia melakukan itu secara sembunyi-sembunyi sehingga pasangannya tidak tahu dan tidak pernah menyetujuinya. Berlainan dengan kegiatan ini. Semuanya terbuka dan melalui persetujuan bersama antara kedua pasangan suami-istri itu”, jawab suamiku. Pada akhirnya setelah menjalani debat yang panjang dalam forum resmi maupun tidak resmi, aku dan istri Priyono mengalah. Resolusi para suami itu kami terima dengan catatan kami ikut dalam kegiatan club ini semata-mata hanya untuk sekedar ingin tahu saja dan tidak ada tujuan lain yang lebih dari itu. Selain daripada itu kami mengalah untuk membuat hati para suami senang. Oleh karena itulah malam ini akhirnya aku berada di tempat ini. Aku mengenakan gaun dari bahan satin yang agak tipis yang agak ketat melekat di tubuhku. Aku mengenakan gaun ini adalah juga atas anjuran suamiku. Suamiku berkata bahwa aku sangat menarik apabila mengenakan pakaian yang agak ketat dan terbuka. Aku kira pendapat suamiku benar, karena dengan memakai gaun ini aku lihat bentuk tubuhku jadi semakin nyata lekak-lekuknya. Apalagi dengan model potongan dada yang agak rendah membuat pangkal buah dadaku yang putih bersih kelihatan agak tersembul keluar membentuk dua buah bukit lembut yang indah. Tidak berapa lama kami berdiri di depan pintu, seseorang membuka pintu dan langsung menyalami kami. “Selamat datang dan selamat malam”, katanya langsung sambil menyalami kami. “Perkenalkan saya Djodi, tuan rumah di sini, dan ini istriku.., panggil saja Siska!” katanya langsung memperkenalkan seorang wanita yang tiba-tiba muncul. Dandanannya agak menor untuk menutupi kerut wajahnya yang sudah dimakan usia. Tapi secara keseluruhan bentuk tubuhnya masih boleh jugalah. Buah dadanya subur walaupun perutnya kelihatan agak gendut. Kelihatannya dia itu seorang keturunan Cina. Selanjutnya kami dipersilakan masuk ke dalam ruangan tamu. Suasana dalam ruangan itu kudapati biasa-biasa saja. Di sudut-sudut ruangan terdapat makanan kecil dan buah-buahan. Di sudut lainnya ada sebuah bar yang kelihatan lengkap sekali jenis minumannya. Sementara itu suara iringan musik terdengar samar-samar mengalun dengan lembut dari ruang tamu yang besar. Yang membedakannya adalah para tamunya. Kelihatannya tidak begitu banyak, kuhitung hanya ada belasan orang dan wanitanya semua berdandan secantik mungkin dengan pakaian yang lebih seksi daripada yang kukenakan. Demikian juga aku tidak melihat seorang pelayan pun atau petugas catering yang biasanya mengurusi konsumsi dalam pesta-pesta yang diadakan di rumah-rumah mewah seperti ini. “Silakan.. help your self saja”, kata nyonya rumah kepada kami dalam bahasa Inggris logat Cina Singapore. “Memang sengaja para pembantu semuanya sudah disuruh ngungsi.., you know kan, agar privacy kita tidak terganggu!” katanya lagi dengan suara yang genit. Kami segera berbaur dengan pasangan-pasangan lainnya yang sudah ada di sana. Priyono dan istrinya sedang mengobrol dikelilingi beberapa pasangan lainnya. Aku lihat istri Priyono benar-benar sangat menarik sekali malam itu dengan pakaiannya yang agak tembus pandang membuat mata kita mau tidak mau akan segera terjebak untuk memperhatikannya dengan seksama, apakah dia memakai pakaian dalam di balik itu. Sehingga dalam pakaian itu dia tidak saja kelihatan sangat cantik akan tetapi juga seksi. Melihat penampilan istri Priyono, suamiku jadi sangat antusias sekali. Dia terus memperhatikan istri Priyono tanpa mempedulikanku lagi. Sikap suamiku yang demikian menimbulkan juga rasa cemburu di hatiku. Jadi benar dugaanku, rupanya suamiku benar tertarik kepada istri Priyono. Pantas saja dia sering memujinya bahkan sering mengatakan kepadaku secara bergurau bagaimana rasanya kalau berhubungan kelamin dengan istri Priyono. Tidak berapa lama kemudian tuan rumah beserta istrinya menghampiri kami. “Mari kita ambil minum dahulu”, katanya sambil langsung menuju bar. Salah seorang tamu kemudian bertindak sebagai bar tender. Dengan cekatan dia membuatkan minuman yang dipilih masing-masing orang dan kebanyakan mereka memilih minuman yang bercampur akohol. Kecuali aku dan istri Priyono. Aku memang tidak begitu tahan terhadap minuman beralkohol. “Anda minum apa?” tanyanya kepadaku dan istri Priyono. “Coca cola saja..!” kataku. “Pakai rum, bourbon atau scotch?” “Terima kasih.., coca cola saja..!” “Oo, di sini tidak boleh minum itu! Itu termasuk minuman kedua yang dilarang di sini..!” katanya dalam nada yang jenaka. “Minuman pertama yang dilarang adalah cola atau lainnya yang dicampur dengan Baygone! Yang kedua minuman yang anda pilih tadi, jadi mau tidak mau harus dicampur sedikit dengan rum atau lainnya. Saya kira rum and cola’ cocok untuk anda berdua!” katanya lagi sambil terus mencampur rum dan segelas cola serta menaruh es batu ke dalamnya. “Ini.., cobalah dahulu.., buatan bar tender terkenal!” katanya sambil menyodorkan gelas itu kepada kami. Selesai membuat minuman dia segera bergabung dengan kami. “Anda cantik sekali dengan busana ini”, katanya seraya memegang pundakku yang terbuka. Aku agak menjauhinya seketika karena kukira dia mabuk. Tapi sesungguhnya hal itu disebabkan aku tidak terbiasa beramah-ramah dengan seorang pria asing yang belum kukenal benar. “Terima kasih”, kataku berusaha menjawabnya. “Dada anda bagus sekali”, katanya sambil menatap dalam-dalam ke arah belahan dada gaunku. Dia diam sejenak. Kemudian dia mulai memperhatikanku secara khusus. Kelihatannya dia sedang menilaiku. Aku dapat membacanya dari senyumnya yang tersembunyi. Apabila waktu yang lalu ada seorang laki-laki yang memandang diriku secara demikian maka suamiku mungkin akan segera mengirimkan bogem mentah kepadanya. Aku pun kemudian mulai memperhatikan penampilannya. Aku berpikir apakah dia laki-laki yang akan meniduriku nanti? Tidak begitu jelek juga, pikirku. Tinggi badannya kira-kira 170 cm, dengan bahu yang bidang dan wajah yang ramah menarik. Aku berpikir rupanya dalam club ini untuk dapat tidur dengan seorang wanita tidak berbeda bagaikan akan membeli seekor sapi saja. Namun secara tidak disadari aku menyukai juga ucapannya itu terutama datangnya dari seorang pria yang tidak aku kenal dan di hadapan suamiku. Kuharap dia dengar kata-kata itu. Kata-kata itu ditujukan kepadaku, bukan kepada istri Priyono. Ya, pada saat itu aku merasa agak melambung juga walaupun hanya sedikit. Aku segera menghabiskan minumanku. Aku memang selalu berbuat itu, akan tetapi rupanya dia mengartikannya lain bahwa aku ingin segera memulai sesuatu. “Jangan terburu-buru!” katanya. “Kita belum lagi tahu cottage mana yang akan anda tempati”, katanya sambil menambah minumanku. “Akan tetapi saya senang sekali apabila nanti kita dapat tempat yang sama dan segera ke sana.” bisiknya. Aku menjadi agak terselak seketika. Hal ini disebabkan bukan hanya aku kaget mendengar bisikannya itu, tetapi juga minumanku terasa sangat keras sehingga kepalaku langsung terasa mulai berat. “Saya benar-benar baru pertama kali mengikuti pertemuan ini”, tiba-tiba aku berkata secara spontan. “Ohh”, katanya agak kaget. Kemudian dia menatapku dengan pandangan yang menyesal. “Saya harap kata-kata saya tadi tidak menyinggung anda.” bisiknya dengan nada minta maaf. “Sungguh.. sungguh tidak”, kataku sambil memberikan senyuman. Tidak berapa lama kemudian tuan rumah mengumumkan akan melakukan penarikan nomor arisan. Semula aku mengira tuan rumah akan menarik nama pasangan yang akan mendapat arisan bulan ini sebagaimana arisan-arisan biasa lainnya. Akan tetapi dugaanku meleset. Mula-mula tuan rumah meminta kami untuk berkelompok secara terpisah antara suami istri. Para suami membuat kelompok sendiri dan para istri juga membuat kelompok sendiri. Selanjutnya kami masing-masing diminta mengambil amplop kecil dalam dua buah bowl kristal yang berbeda yang diletakkan pada masing-masing kelompok. Satunya untuk para suami dan satunya lagi untuk para istrinya. Amplop kecil tersebut ternyata berisi sebuah kunci dengan gantungannya yang bertuliskan sebuah nomor. Aku bertanya kepada wanita di sebelahku yang kelihatan sudah biasa dalam kegiatan ini. “Kunci ini adalah kunci cottage yang ada di sekitar villa ini..” katanya. “Jadi nanti kita cocokkan nomor yang ada di kunci itu dengan nomor bungalow atau kamar di sana.” “Terus..” kataku selanjutnya. “Terus..!?” katanya sambil memandang kepadaku dengan agak heran. “Terus..? Oh ya.., kita tunggu saja siapa yang dapat kunci dengan nomor yang sama!” Tiba-tiba hatiku menjadi kecut. Aku tidak dapat membayangkan apa yang akan dilakukan dalam cottage itu. Apalagi hanya berduaan dengan laki-laki yang bukan suami kita. “Jadi kita hanya dengan berdua dalam cottage itu?” “Ya, karena kuncinya sudah pas sepasang-sepasang!” “Jadi kita tidak tahu siapa yang dapat kunci dengan nomor yang sama dengan nomor kita?” kataku untuk menegaskan dugaanku. “Ya, memang sekarang ini sistemnya berbeda. Dahulu pada waktu club ini disebut The Golden Key Club memang kita bisa ketahui karena para pesertanya mula-mula berada dalam sebuah kamar masing-masing. Jadi kita tahu siapa di kamar nomor berapa. Kemudian baru para suami keluar dan saling tukar menukar kunci kamar mereka dimana para istrinya berada di dalamnya. Sekarang sistem itu telah dirubah. Karena dengan sistem itu ada anggota yang suka curang. Dia memilih pasangan yang diincarnya sehingga timbul komplain dari anggota yang lain. Sekarang masing-masing pasangan mengambil kunci kamar secara diundi dan disaksikan oleh semua anggota. Sehingga sekarang lebih fair karena anggota tidak dapat memilih pasangannya yang diincar terlebih dahulu. Kelemahannya dalam sistem ini ada kemungkinan pasangan suami-istri itu juga akan mendapatkan nomor yang sama. Kalau sudah begitu ya nasibnya lah.., kali ini dia tidak dapat apa-apa.” Sekarang aku baru mengerti mengapa club ini dahulu dinamakan The Golden Key Club. Selesai kami mengambil kunci semua berkumpul kembali di ruang tamu. Tuan rumah meminta kami untuk mengambil gelas sampanye masing-masing kemudian kami bersulang. Aku mereguk sampanye itu sekaligus sehingga kepalaku kini terasa semakin berat. “Dapat nomor berapa?” kata suamiku yang tiba-tiba sudah berada di sampingku. “Nomor delapan..!” jawabku. “Untung..! ” “Kenapa untung?” “Ya untung tidak dapat nomor yang sama.., nomorku duabelas!” katanya. “Itu bukan untung tapi cilaka.., cilaka duabelas namanya!” “Ya tapinya untung juga..!” jawab suamiku. “Kenapa..?” “Untung bukan cilaka tigabelas!” jawabnya sambil tertawa. “Sudah percuma berdebat di sini..!” kataku. “Eh kalau Novie dapat nomor berapa ya?” kataku lagi. “Iya ya.., nomor berapa dia, tolong kau tanyakan dong!” Rupanya aku tidak usah berpayah-payah mencari Novie karena tiba-tiba Priyono dan istrinya sudah berada di dekat kami. “Eh, kamu dapat nomor berapa?” aku berbisik kepada Novie. “Nomor duabelas Mbak..” jawabnya. Aku jadi terhenyak. Jadi maksud suamiku untuk meniduri istri Priyono kini tercapai. Aku segera memberi isyarat kepada suamiku bahwa nomornya sama dengan nomor dia. Suamiku kelihatan berseri-seri sekali ketika menerima isyaratku. Aku jadi agak cemburu lagi melihat tingkahnya. Dia bernyanyi-nyanyi kecil mengikuti irama musik yang mengalun di ruangan itu. Tidak berapa lama kemudian lampu-lampu di seluruh ruangan itu mulai meredup. Ruangan itu kini menjadi agak gelap dan alunan musik berirama slow terdengar lebih keras lagi. Suasana dalam ruangan itu kini jadi lebih romantis. Aku lihat beberapa pasangan yang mulai berdansa tapi kebanyakan dari mereka menyelinap satu persatu, mungkin menuju cottage-nya masing-masing, tapi ada juga yang masih duduk-duduk mengobrol di sofa. Tiba-tiba Priyono mengajakku untuk berdansa. Dan sudah barang tentu suamiku segera juga mengajak istri Priyono berdansa. Ketika kami berdansa Priyono mendekapku erat-erat. Begitu sangat eratnya sehingga seolah-olah kami dapat mendengar degub jantung di dada masing-masing. “Kamu dapat nomor berapa?” tiba-tiba Priyono berbisik di telingaku. “Nomor delapan!” jawabku. “Ah, sayang..” “Mengapa?” kataku lagi. “Aku nomor enam!” katanya lagi. “Siapa itu..?” tanyaku. “Aku dengar sih Nyonya Siska, istrinya tuan rumah!” “Wah, enak dong.., orangnya sintal, mungkin tiga hari nggak habis dimakan!” kataku berseloroh. “Jangan ngeledek ya..!” katanya. “Memangnya kenapa..? Kan betul orangnya sintal!” “Potongan seperti itu bukan typeku!” katanya. “Typemu seperti apa sih?” kataku. “Seperti kamu..!” katanya lagi sambil terus mendusal-dusal leherku. Aku jadi agak bergelinjang juga leherku diciumi Priyono sedemikian rupa. Selama kami bergaul belum pernah dia melakukan hal yang tidak senonoh denganku. Dia sangat sopan terhadapku. Tapi malam ini tiba-tiba saja dia berbuat itu. Apakah karena pengaruh alkohol yang dia minum tadi atau memang selama ini dia juga mempunyai perasaan yang terpendam terhadap diriku. Perasaanku kini jadi melambung kembali. Ditambah dengan pengaruh alkohol yang aku minum tadi, aku merasakan adanya gairah birahi yang timbul dalam diriku ketika berdekapan Priyono sehingga aku pasrah saja leherku didusal-dusalnya. “Eh, kau ngerayu, atau mabok..? Kenapa dari dulu-dulu nggak bilang!” kataku sambil terus mendekapkan tubuhku lebih erat lagi sehingga buah dadaku terasa menyatu dengan dadanya. “Malu sama suamimu!” “Kenapa malu.., dia sendiri juga sering cerita bahwa dia suka sama istri kamu, eh sekarang dia dapat nomor kamar istrimu lagi!” kataku lagi. “Oh ya..?” kata Priyono. “Kalau aku dulu bilang.., kau terus mau apa?” “Tentunya kita nggak usah payah-payah ikut arisan di sini.. di rumah saja!” “Ah, kau..!” katanya sambil terus menempelkan pipinya ke pipiku. Selanjutnya begitu irama musik hampir selesai, tiba-tiba Priyono meraih wajahku dan langsung mengecup bibirku dengan lembut. Ketika kami kembali ke tempat semula kudapati suamiku dan istri Priyono sudah tidak ada di sana. Aku pikir mereka sudah tidak sabar lagi dan masuk ke cottagenya ketika kami sedang berdansa tadi. Baru saja kami duduk tiba-tiba sepasang suami istri datang menghampiri kami dan mengulurkan tangannya. “Saya Alex.., dan ini istri saya Mira”, katanya memperkenalkan diri. Priyono dan aku menyebutkan nama kami masing-masing. Selanjutnya kami berbasa-basi berbincang-bincang sejenak. “Anda dapat nomor berapa?” dia bertanya kepada Priyono. “Enam!” jawab Priyono singkat. “Saya nomor delapan dan istri saya nomor enambelas” katanya. Aku jadi tersentak seketika, demikian juga Priyono. “Itu adalah nomorku”, kataku. “Oh ya!” kata Alex agak kaget. “Saya kira anda berdua sudah bernomor sama.., tapi anda kan bukan pasangan suami istri?” katanya lagi. “Ya..!” kataku hampir serempak. Kemudian dia berpaling kepada Priyono dan mengamit lengannya menjauhi kami. “Bolehkah kita bernegosiasi..” bisiknya kepada Priyono. “Saya lihat anda senang sekali dengan nomor delapan. Sebenarnya saya juga senang dengan penampilannya, akan tetapi saya sudah mempunyai janji dengan nomor enam. Bagaimana kalau kita bertukar nomor? Anda mengambil nomor delapan dan saya nomor enam. Sedangkan istri saya memang sudah sesuai dengan nomor enambelas yang juga kebetulan tuan rumah kita. Memang hal ini tidak diperbolehkan apabila ada anggota lainnya yang tahu. Tapi saya harap hal ini hanya di antara kita saja.” Bagaikan mendapatkan durian runtuh, Priyono segera saja mengiyakan. Kemudian kulihat mereka bertukar nomor kunci. “Oh, dear!” kata Alex. “Kali ini saya tidak akan menginterupsi kalian. Lain kali saya harap saya dapat nomor anda lagi!” Kemudian dia melingkarkan tangannya ke tubuhku dan memberikan sebuah kecupan kecil di bibirku. Selanjutnya tidak ayal lagi Priyono segera memegang tanganku dan menuntunku menuju cottage nomor delapan. Ketika kami memasuki pintu cottage itu aku berpikir di sinilah kemungkinan awalnya perubahan hidupku. Seumur hidupku aku belum pernah melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain kecuali dengan suamiku sendiri, akan tetapi hal itu akan berubah dalam waktu beberapa menit ini. Aku akan menjadi seorang istri yang serong dan semuanya ini disebabkan oleh ulah suamiku sendiri. Apakah ada orang yang akan percaya mengenai hal itu? Secara jujur begitulah keadaanku dan itulah apa yang kupikirkan waktu itu. Aku tahu dengan ini aku memberikan suamiku semacam kepuasan seks lain sebagaimana yang dia inginkan. Begitu memasuki cottage itu Priyono langsung merangkulku dan mulai menghujani wajahku dengan kecupan-kecupan kecil. Dia kelihatan begitu sangat bernafsu sekali terhadap diriku. Aku benar-benar tidak menyangka Priyono dapat bersikap seperti itu. Selama ini kukenal dia wajar-wajar saja apabila bertemu denganku. Apakah pada acara-acara rutin kami atau kesempatan lainnya. Kupikir apakah hal itu akibat pengaruh alkohol yang diminumnya tadi atau mungkin juga memang sejak dahulu dia sudah mempunyai minat yang besar terhadap diriku namun dia terlalu sopan untuk mengungkapkannya dalam kesempatan yang biasa. Tidak berapa lama kemudian tangannya segera menyusup ke balik busanaku yang memang berpotongan rendah dan menjalar menelusuri punggungku. Tiba-tiba kusadari betapa nikmatnya itu semua. Aku merasakan suatu hal yang luar biasa yang belum pernah kualami sebelumnya, aku merasa bagaikan kembali pada saat-saat dimana aku mengalami ciuman yang pertama dari seorang laki-laki. Hanya kini rasa sensasi yang muncul dalam diriku aku rasakan tidak asing lagi. Aku ingin segera ditiduri. Ketika bibirnya menempel di bibirku aku pun langsung melumatnya dengan kuat. Selanjutnya dia merenggangkan mulutku dan mendorongkan lidahnya di antara gigiku mencari-cari lidahku yang segera kujulurkan untuk menyambutnya. Sungguh merupakan suatu ciuman yang panjang dan lama sekali. Selanjutnya dengan segera tangannya mulai meraba daerah sekitar buah dadaku. Aku mempunyai suatu kelemahan mengenai buah dadaku, aku maksudkan buah dadaku sangat sensitif sekali. Begitu buah dadaku tersentuh maka praktis akan membuatku terus bergelinjang. Oleh sebab itu ketika tangannya menyentuh langsung puting susuku maka aku menjadi bergelinjang dan meliuk-liuk dengan liarnya. Jari-jariku menghujam di punggungnya menahan suatu perasaan yang sangat dahsyat. Pada saat tubuh kami terlepas satu sama lainya, nafas kami pun memburu dengan hebat. Dia mulai meneliti busanaku mencari kancing atau pun reitsleting untuk segera melepaskan busana itu dari tubuhku. Akan tetapi busanaku memang hanya mempergunakan karet elastis saja, maka dengan mudah aku segera melepaskan busana itu melalui kepala. Aku tidak mengenakan apa-apa lagi di balik busanaku itu kecuali dua carik pakaian dalam model bikini yang tipis dengan warna yang senada dengan kulitku. “Saya senang dengan puting susu yang besar”, katanya sambil menyentuh puting susuku dengan lembut. “Karena cukup untuk menyusui anaknya dan sekaligus bapaknya.” Aku tidak menjawab. Kupikir dalam kesempatan seperti ini dia masih saja bisa berkelakar. Akan tetapi sebenarnya saat itu aku juga ingin berkata kepadanya bahwa aku juga ingin segera menyaksikan bagaimana bentuk tubuh aslinya di balik kemeja dan pantalonnya itu. Namun aku merasa masih sangat malu untuk berkata secara terus terang. Rupanya dia dapat membaca apa yang ada dalam pikiranku. Sehingga selanjutnya kudapati dia mulai membuka kancing kemejanya dan melepaskan kemeja itu dari tubuhnya. Aku masih teringat bagaimana bentuk dadanya itu dan bagaimana ketika dia memperlakukan diriku. Dadanya kecoklat-coklatan hampir berwarna sawo matang penuh ditumbuhi dengan bulu dada keriting berwarna hitam di tengahnya. Otot-ototnya pun semua kelihatannya sangat kokoh dan seimbang. Ingin rasanya aku menyentuhkan wajah serta puting susuku ke dadanya, dan tidak berapa lama kemudian secara tidak kusadari aku telah melakukan hal itu. Aku mengecup dadanya kemudian puting susunya. Betapa aku menggali kenikmatan dari itu semua. Ketika aku merapatkan tubuhku ke tubuhnya, aku dapat merasakan gumpalan alat kejantanannya di balik pantalonnya yang sudah menjadi besar dan keras sekali. Dia menggesek-gesekkan alat kejantanannya tersebut ke tubuhku yang hanya mengenakan BH serta celana dalam nylon yang tipis. Sementara itu tangannya telah menyusup ke balik celana dalamku menelusuri daerah sekitar pantatku dan meremas-remasnya dengan kuat daging pantatku yang lembut dan berisi. Selanjutnya dengan serta merta dia melucuti celana dalamku ke bawah kakiku, sementara aku pun merasa semakin bergelinjang dengan hebatnya. Segera saja kulemparkan celana dalam itu dengan kakiku jauh-jauh dari tubuhku. Dia pun kini melepaskan BH-ku sehingga kini tubuhku benar-benar berada dalam keadaan bertelanjang bulat berdiri di hadapannya. Kemudian Priyono agak menjauh beberapa saat untuk menurunkan reitsleting calananya. Begitu reitsleting diturunkan dalam sekejap pantalonnya pun juga ikut tergusur ke bawah. Dan sudah barang tentu pemandangan selanjutnya yang kusaksikan adalah sebuah alat kejantanan yang sangat besar dan gempal sedang berdiri dengan tegaknya menentang diriku. Aku tidak melihat banyak perbedaan dengan bentuk alat kejantanan suamiku, akan tetapi yang mengesankan adalah alat kejantanan yang kulihat sekarang adalah milik seorang laki-laki lain walaupun dia sahabat suamiku. Seumur hidupku aku belum pernah menyaksikan alat kejantanan seorang laki-laki dewasa yang begitu dekat jaraknya dengan tubuhku kecuali alat kejantanan suamiku sendiri, apalagi aku sendiri dalam keadaan bertelanjang bulat, dan tidak berapa lama lagi dia akan menyetubuhi diriku dengan alat tersebut. Sehingga secara tidak sadar kurasakan timbul suatu keinginan dalam diriku untuk segera memegang bahkan menghisap alat kejantanan itu, akan tetapi sekali lagi aku masih tidak mempunyai keberanian melakukan hal itu. Selanjutnya Priyono meraih dan membopong tubuhku yang telah bertelanjang bulat itu ke atas tempat tidur. Aku segera telentang di sana dengan segala kepolosan tubuhku menanti kelanjutan dari dari kesemuanya itu dengan pasrah. Akan tetapi rupanya Priyono belum mau memasukkan alat kejantanannya ke liang kewanitaanku. Dia masih tetap saja berdiri menikmati pemandangan keindahan tubuhku dengan pandangan yang penuh dengan kekaguman. Tatapan mata Priyono ke seluruh tubuhku yang bugil di lain keadaan juga menumbuhkan semacam perasaan erotis dalam diriku. Aku merasakan adanya suatu kenikmatan tersendiri bertelanjang bulat di hadapan seorang laki-laki asing yang bukan suamiku sendiri dan memperlihatkan seluruh keindahan lekuk tubuhku yang selama ini hanya disaksikan oleh suamiku saja. Sehingga secara tidak sadar kubiarkan tubuhku dinikmati mata Priyono dengan sepuas-puasnya. Malahan ketika tatapan mata Priyono menyapu bagian bawah tubuhku secara reflek aku renggangkan keduabelah pahanya agak lebar seakan-akan ingin memberikan kesempatan yang lebih luas lagi kepada mata Priyono untuk dapat menyaksikan bagian dari tubuhku yang paling sangat rahasia bagi seorang wanita. Puas menikmati keindahan tubuhku kini tangan Priyono mulai sibuk di seluruh tubuhku. Tangannya mulai meraba dan meremas seluruh bagian tubuhku yang sensitive. Mulai dari buah dadaku yang subur berisi sampai pada liang senggamaku yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang sangat lebat. Aku menjadi tambah bergelinjang dan tubuhku terasa bergetar dengan hebat. Secara tidak sadar aku mulai menggoyang-goyangkan pinggulku dengan hebat. Liang senggamaku tambah berdenyut dengan hebat dan terasa licin dengan cairan yang keluar dari dalamnya. Aku heran bagaimana seorang laki-laki yang bukan suamiku dapat membuat diriku menjadi sedemikian rupa. Tidak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa aku dapat merasakan gelinjang birahi yang sedemikian hebat dari laki-laki lain yang bukan suamiku. Tidak berapa lama kemudian dia berlutut di depanku dan merenggangkan kedua belah pahaku lebih lebar lagi. Selanjutnya dia merangkak di antara kedua belah pahaku dan menatap langsung ke arah alat kewanitaanku. Lalu dia membungkukkan tubuhnya agak rendah dan mulai menciumi pahaku yang lama kelamaan semakin dekat ke arah liang kenikmatanku. Kembali aku merasakan suatu sensasi yang hebat melanda diriku. Aku benar-benar merasa semakin bertambah liar. Aku berteriak liar dengan suara yang sukar dipercaya bahwa itu keluar dari mulutku. Bagaikan serigala yang ganas Priyono segera melumat habis-habisan alat kewanitaanku. Mula-mula dia menjulurkan lidahnya dan mulai menyapu klitorisku dengan sangat halus sekali namun cukup untuk membuatku menjadi lupa daratan. Pinggulku secara otomatis mulai bergerak turun naik bagaikan dikendalikan oleh sebuah mesin dalam tubuhku. Priyono kemudian menurunkan lidahnya lebih ke bawah lagi dan membuat putaran kecil di sekitar liang senggamaku dan akhirnya dia sorongkan lidahnya dengan mahir ke dalamnya. Aku merasakan darahku menggelegak. Lidahnya terus keluar masuk berputar-putar menari-nari. Betapa tingginya seni permainan lidahnya itu tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Lebih jauh dari itu aku tidak tahan lagi dan aku langsung mencapai puncak orgasme yang hebat. “Sudah.. sudahlah”, akhirnya aku berkata. Priyono tetap meneruskan melahap liang senggamaku. Sementara itu aku terus-menerus mengalami orgasme bertubi-tubi namun pada akhirnya dia berhenti juga. Dan pada saat dia mengambil posisi untuk menyetubuhi diriku, aku segera bangkit dan kini tanpa merasa risih lagi aku segera meraih alat kejantanannya yang hangat berwarna kemerah-merahan lalu memasukkannya ke dalam mulutku dan mulai bekerja dengan lidahku di sepanjang alat kejantanannya yang begitu terasa keras dan tegang. Aku merasakan suatu kenikmatan yang lain yang belum pernah aku rasakan. Aku merasakan alat kejantanan Priyono mempunyai aroma yang berlainan dengan alat kejantanan suamiku. Kini aku baru sadar alat kejantanan dari setiap laki-laki juga mempunyai perbedaan rasa yang khas yang tidak sama antara satu lelaki dengan lelaki lainnya. Bukan saja dari bentuk dan ukurannya akan tetapi juga dari aroma yang dipancarkan oleh masing-masing alat kejantanan itu. Selain itu aku merasakan alat kejantanan laki-laki lain ternyata terasa lebih nikmat daripada alat kejantanan suamiku sendiri. Mungkin hal itu karena aku mendapatkan sesuatu yang lain dari apa yang selama ini kurasakan. Jadi walaupun serupa tetapi tidak sama rasanya. “Sekarang giliranku untuk meminta berhenti”, katanya dengan tenang. Sebenarnya aku enggan melepaskan alat kejantanan yang menggiurkan itu dari mulutku. Aku ingin merasakan betapa alat kejantanannya itu memancarkan sperma dalam mulutku, akan tetapi kupikir tidak akan senikmat sebagaimana bila alat kejantanannya itu meledak dalam rahimku dalam suatu persetubuhan yang sempurna, sehingga kuturuti permintaannya dan membaringkan tubuhku dengan kedua belah kakiku ke atas. Selanjutnya aku menyaksikan sebuah dada yang bidang menutupi tubuhku dan tidak lama kemudian kurasakan alat kejantanannya itu mulai terbenam ke dalam liang senggamaku yang hangat dan basah. Aku jadi agak mengerang kecil ketika alat kejantanan yang besar dan gempal itu memasuki tubuhku. “Oh, sayang.., sayang”, kata Priyono bergumam. “Teruskan.., teruskan! Rasanya dahsyat sekali..!” kataku secara spontan sambil mengencangkan otot liang senggamaku sehinga alat kejantanan Priyono itu terjepit dengan kuat. Kemudian dengan suatu kekuatan bagaikan sebuah pompa hydroulis, liang kewanitaanku menghisap dalam-dalam alat kejantanan itu sehingga terasa menyentuh leher rahimku. Secara perlahan-lahan dia mulai menggerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Untuk beberapa saat aku telentang tanpa bergerak sama sekali menikmati diriku disetubuhi oleh seorang laki-laki yang bukan suamiku. Sungguh sulit dipercaya, aku merasa hal ini sebagai suatu mimpi. Seorang laki-laki lain yang bukan suamiku kini sedang memasukkan alat kejantanannya ke dalam tubuhku dan aku pun sedang menggali semua kenikmatan darinya. Selanjutnya aku mulai menggoyang-goyangkan pinggulku dalam suatu putaran yang teratur mengikuti gerakan turun naik tubuhnya. Dengan garang Priyono terus-menerus menikamkan alat kejantanannya sedalam-dalamnya ke liang senggamaku secara bertubi-tubi. Alat kejantanannya dengan teratur keluar masuk dan naik turun di liang senggamaku yang membuka serta meremas dengan erat alat kejantanan itu. Aku merasakan persetubuhan yang sedang kami lakukan ini betul-betul sangat hebat. Dan kesemuanya ini disebabkan oleh alat kejantanan seorang laki-laki lain yang bukan suamiku. Selanjutnya Priyono mulai menghujamkan tubuhnya ke tubuhku semakin kuat dan semakin kencang. Kami jadi bergumulan dengan hebat di atas tempat tidur saling cabik mencabik tubuh masing-masing. Tubuh kami bersatu dan merenggang dengan hebat. Setiap hunjamannya membawaku ke suatu alam fantasi yang jauh entah dimana yang tidak pernah kuketahui dan belum pernah kualami sebelumnya. Yang aku tahu pada saat itu hanyalah suara desahan kenikmatan yang keluar dari mulut kami masing-masing. Tiba-tiba puncak dari itu semua, kurasakan alat kejantanannya yang berada dalam liang senggamaku menjadi sedemikian membesar dan tegang dengan keras. Liang senggamaku pun terasa berdenyut lebih keras lagi dan akhirnya aku merasakan suatu cairan yang hangat dan kental terpancar dari alat kejantanannya membanjiri liang senggamaku. Nafas Priyono dengan kuat menyapu wajahku. Saat yang mendebarkan itu berlangsung lama sekali. Sangat sukar aku lukiskan betapa kenikmatan yang kualami dari kesemuanya itu. Akhirnya kami terbaring dengan segala kelelahan namun dalam suatu alam kenikmatan lain yang belum pernah aku alami bersama suamiku. Yang terang ketika Priyono menarik alat kejantanannya dari liang senggamaku, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam tubuhku. Sisa malam itu tidak kami sia-siakan begitu saja. Kami menghabiskan sisa malam itu dengan melakukan hubungan intim beberapa kali lagi bagaikan sepasang suami-istri yang sedang berbulan madu dalam suatu hubungan persetubuhan yang sangat dahsyat dan belum pernah kualami bersama suamiku selama ini. Kami terus berasyik-masyuk sampai saat-saat terakhir kami kembali ke rumah masing-masing ketika hari sudah menjelang subuh. Keesokan harinya ketika aku terbangun, aku merasa bagaikan seorang wanita yang baru dilahirkan kembali. Demikian pula suamiku. Aku merasakan adanya suatu kesegaran dan kecerahan lain dari yang lain dan penuh dengan semangat kegairahan hidup. Hal ini membawa pengaruh kepada hari-hariku selanjutnya. Aku merasa mendapatkan suatu horizon baru dalam kehidupan. Demikian juga suamiku, kurasakan cinta kasih kami semakin bertambah dari waktu-waktu sebelumnya. Kehidupan rumah tangga kami serasa lebih harmonis penuh dengan keceriaan dan kegembiraan daripada waktu-waktu yang lalu. Dengan demikian tidak mengherankan kiranya apabila aku dan suamiku terus menghadiri arisan itu beberapa kali dan selama itu pula aku telah dapat merasakan berbagai macam type alat kejantanan laki-laki dalam berbagai macam bentuk dan ukuran serta berbagai macam tehnik permainan hubungan kelamin dengan para suami orang lain. Akan tetapi yang penting dari kesemuanya itu, di lain keadaan, aku menyadari suatu hal yang selama ini tidak pernah terpikirkan maupun kubayangkan sebelumnya, bahwa alat kejantanan suami kita sendiri sesungguhnya juga mempunyai suatu keistimewaan tersendiri. Aku dapat mengetahuinya kesemuanya itu karena aku telah dapat membandingkannya dengan alat kejantanan dari suami-suami orang lain. TAMAT CERITA SEX NGENTOT DENGAN BRONDONG KARENA ARISAN CERITA SEX NGENTOT DENGAN BRONDONG KARENA ARISAN Baca Sex - Seorang ibu rumah tangga yang serba berkecukupan, salah jalan akibat arisan tante-tante. Akibat arisan Ibu rumah tangga itu-pun sering menyewa jasa gigolo/ brondong untuk memenuhi hasrat sex-nya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!! Panggil saja aku Tante Vina usiaku 39 tahun. Aku memiliki suami yang bekerja sebagai kepala di salah satu perusahaan besar di Kota Jakarta. Aku memiliki 2 orang anak, yang pertama cewek dia kuliah di fakultas Hukum. Sedangkan adiknya masih SMA kelas 2, cowok. Dulu aku nikah muda dengan suamiku, jarak usiaku 10 tahun dengannya. Umur 17 tahun aku sudah dipersunting suamiku, lulus SMA menikah. Dinikahi pria mapan dan banyak pastilah semua orang mau. Hingga sekarang kehidupanku bisa dibilang makmur tanpa kekurangan. Anak-anakku bisa sekolah tinggi fasilitas apapun selalu dipenuhi oleh ayahnya. Kegiatanku sehari-hari Cuma shopping ke salon kalau pas di rumah ya paling nonton tivi tiduran udah itu aja. Anak-anak sudah diurus sama pembantu, makan seragam sekolah dan segala keperluannya. Kecuali baju untuk suamiku aku selalu menyiapkannya. Bisa dibilang kehidupanku ini sangat beruntung memiliki suami yang hebat. Disamping kelebihan secara materi tetap ada aja kekurangannya. Usia yang sudah lanjut membuat suamiku hilang gairah seks nya. Padahal selalu hampir setiap hari aku memamerkan tubuhku di hadapannya. Tetapi suamiku banyak alasan, capek terus setiap hari sampai lupa buat nyenengin istrinya di ranjang. Sejak itu aku memiliki hobi yaitu onani melampiaskan nafsu dengan caraku sendiri. Aku sering melihat video-video seks , udah jadi hobi banget. Setiap ada waktu luang aku menyempatkan untuk melihat video. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan. Buat apa aku ke salon setiap hari memanjakan diri tapi suami jarak banget menikmati keindahan tubuhku. Merawat vagina lulur setiap hari dari ujung rambut dari ujung kaki selalu terlihat bersih. Kulit yang putih mulus payudara yang montok itulah aku. Ketika malam datang suamiku pulang , aku berpura-pura tidur. Dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia membuka selimut tebalku, pada waktu itu aku sengaja nggak pakai baju. Telajang bulat dia memelukku, tangan kanan memegang payudaraku. Dalam hatiku tumben banget nih ayah pegang-pegang aku. Mungkin dia sedang horny, aku capek setiap hari ngajakin tapi selalu di tolak, “ Mah… kok nggak pakai baju sih sengaja ya…, ” Aku hanya terdiam, tubuhku berbalik mengahadap ke wajahnya. Ayah menciumku dengan mesra, tanpa basa basi langsung aja penis masuk ke memekku. Nggak pake foreplay, sebel banget dalam hati. Udah puas gitu aja langsung tidur, rasanya pengen pergi dari kamar nggak mau tidur bareng sama ayah. Keesokan harinya, aku terdiam saumiku berpamitan aku balas dengan senyuman. Keselnya semalem masih aja teringat. Pagi itu setelah suamiku berangkat kerja aku pergi untuk arisan rutin. Arisan tante-tante kece dengan teman-temanku di sebuah mall. Sesampainya di tempat tujuan aku bertemu mereka, kita saling curhat dan bercerita. Kayaknya happy-happy aja sih mereka, hanya aku yang terlihat galau. Aku bercerita apa adanya, mereka bertujuh langsung ngetawain aku. Sialan banget mereka mengejekku, tau gitu aku nggak cerita sama mereka, “ Vin, kayak gitu kok jadi masalah sampai mukanya galau banget, tau nggak diluar sana banyak kale orang yang mau sama kamu berondong sekalipun…, ”, Ucap Riska temanku. “ apa maksud kalian…, ” dengan wajah bodoh aku menjawab. “ ih kamu ya dasar masa iya nggak ngerti, kamu bisa selingkuh bebas sama siapa aja yang kamu mau. Kita semua disini nggak ada yang penurut sepertimu, selingkuh itu indah…” Bener juga yang dimaksud Riska ya, buat apa susah buat apa gala. Siapa yang nggak mau sama aku, gairah seksku juga tinggi banget. Apa sih yang dicari pria kalau nggak kemolekan tubuhnya. Riska memberi pilihan banyak cowok-cowok maco. Berondong seumuran anakku, kayaknya nikmat sasaran yang manis. Udah sore banget aku pulang ke rumah, no HP Indra udah di tangan. Ntar malam kalau suamiku udah tidur pulas aku coba menghubungi Indra, imajinasiku udah melayang serasa terbang. Bayangin dulu aja deh sambil nunggu suamiku tidur. Tepat jam 12 aku menghubungi Indra si berondong kece, badannya kekar ganteng lagi. Aku keluar dari kamar menuju kamar tamu yang berada di pojok dekat ruangan kerja suamiku. Aku telfon dia , dia dengan cepat menggangkat telepon aku. Kita saling berkenalan dia masih berumur 27 tahun hobi fitness pasti gairah seksnya juga imbang deh sama aku. Setelah satu jam ngobrol manja Indra memintaku untuk video call. Aku siap-siap terlebih dahulu dengan menggunakan lingerie yang tipis aku pasang muka cantik. Nggak lama kemudian dia video call aku, wahhhh cakep banget. Masih muda kayaknya penisnya gede goyangannya mantap. Dalam hatiku berkata fikiranku macam-macam, “ tante seksi banget sih, payudarannya besar deh enak tuh…, ” “ ahh masa sih Ndra, pengen nggak kecup payudara tante…, ” “ mau dong tante apa aja mau deh, kapan bisa ketemu” ucap Indra terlihat nafsu deh. Indra nggak pakai baju bulu-buku di dadanya lebat, aku gemas sama Indra udah nggak sabar pengen ketemu dia. Dia terus memancingku untuk bercerita tentang seks, dia menyuruhku membuka lingerie yang aku pakai. Aku nurut aja, aku memakai bra merah dan celana dalam merah. Dia melihatku sambil memegang penisnya yang agak membesar. Kita video ngeseks sayang-sayang gitu tapi aku sengaja nggak telanjang biar makin penasaran sama aku. Aku hanya memamerkan keindahan tubuhku, terlihat sangat besar penis Indra, “ tante udah nggak sabar pengen ketemu kamu nih, besok gimana?dimana aja deh terserah yang penting ketemu kamu kita bisa meluapkan hasrat yang tertunda…, ” kataku sambil manja. “ di kost aja tan, nyaman disini daripada di hotel nanti aku kasih alamatnya ya…, ” Aku dan Indra mengakhiri obrolan yang berlangsung 3 jam, aku tertidur di kamar ini. Keesokan harinya aku terbangun kesiangan padahal aku janjian sama Indra jam 8. Aku mandi dan buru-buru pergi aku berpakaian seksi banget biar Indra cepet terangsang lihat aku. Aku mengendarai mobil dan bergegas ke alamat kos Indra. Sesampainya disana aku binggung banyak banget pria berondong di kost ini. Kayaknya ini emang tempat brondong-brondong semua deh. Pasangannya juga seumuran aku gitu, ya ada ABG nggak banyak paling 2 cewek. Aku duduk di ruangan depan, tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang. Layaknya remaja yang sedang berpacaran Indra menutup mata sambil main tebak-tebakan. Berasa kembali muda , Indra romantic banget . Semakin penasaran dengan permainannya di ranjang pasti hot banget, “ emmmm sapa ya…” “ Indra dong tante…”suaranya manja bikin tante horny… ucapku. Aku membuka mata dan Indra memberiku seikat bunga mawar merah. Oh so sweet banget dia aku udah nggak sabar pengen bergulat di ranjang. “ jangan diluar dong di kamar kamu aja Ndra biar lebih intimm….” Aku dan Indra masuk ke kamar kostnya, kamar yang tidak berukuran besar. Nggak masalah bagiku yang penting dia bisa memuaskan hasrat seksku. Aku memakai rok mini dan kaos ketat banget belahan payudara yang terlihat jelas. Aku terus memandangi Indra ganteng bersih kekar penisnya juga kelihatannya besar deh. Aura seks keluar dari tubuhku, semakin aku memandang Indra aku semakin bergairah. Sinyal-sinyal nafsu menguasai tubuhku aku ngobrol sambil membuka sedikit rok biar Indra juga horny sama aku. Indra tampak terus memandangiku dengan melihat bagian-bagian tubuhku yang meninjol. Sesekali dia memegang penisnya mungkin aura seks sudah muncul ditubuhnya. Aku mengekuus pipinya, Indra hanya diam saja. Tiba-tiba dia beraksi memelukku dengan erat, kemudian melepaskannya. Dia mencium bibirku lama banget, tangannya sambil meremas payudaraku yang masih terbungkus baju seksiku. Perlahan dengan nikmat setiap remasan Indra membangkitkan gairahhku lebih dan lebih. Setelah mencium bibirku dia menidurkan ku di ranjangnya. Menggendong aku setelah aku terbaring dia meraba kaki ku yang mulus. Tampak Indra membuka baju ku perlahan, rok mini dibuka lebar. Aku hanya mengenakan bra dan celana dalam. Dia menciumi perut hingga ke pusarku, aku hanya mendesah manja, “ Ouhhhhh… Ssssssss… Ahhhh… ndra…, ” desahku nikmat. Dia kembali ke payudaraku yang bohay dia buka tali bra ku, terlihat menggantung kencang. Wajahnya didekatkan dengan payudaraku memandangi dengan kedua tangan asyik mengelus payudara, “ ahhhh… ahhhh… terus cium ndraa… Ouhhh…., ” desahku lagi. Celana dalamku basah terlihat cairan sudah keluar, dia membuka celana dalam dan mengelap dengan tisu. Dia kembali ke atas mencium payudara ku secara bergantian. Mulutnya mengarah ke payudar kiri ku, dia kulum putingku tangan kanan memegang payudara sambil memutar-mutar putting, “ Ouhhhh… Euhhhh… Ssssshhhh…, ” desahku. Seketika wajahku memerah, dan gairah semakin membabakar sex tubuhku dan aku semakin mendesah liar, “ Ndraa… tante horny banget lagi ndraa… ahhhh….ahhhh” Saat itu Indra terlihat semakin bersemangat mengulum putingku sesekali Indra menyedot payudaraku. Sungguh nikmat sekali rasanya, dia secara bergantian mengkulum payudara kanan dan kiri-ku. Dibelahan payudara dia memberikan kecupan hingga berwarna merah terasa sangat geli. Payudara kanan dia perlakukan sama tetapi lebih nikmat dan keras lagi. Baru juga payudara yang dimainkan aku udah ngeracau dan basah, gimana nanti jika memek-ku sudah dientot sama dia. Indra udah telanjang, saat itu dia sengaja megesekkan penis besarnya ke memekku. Nikmat banget brondong satu ini pandai membuat ku bergairah. Tubuhku terus menggeliat manja hanya payudara yang paling lama dia mainkan. Indra gemas sama payudaraku ini, perlahan turun kebawah menuju memekku yang sudah basah itu. Mengelus memekku dibuka lipatan-lipatan dia julurkan lidahnya, dia jilat pinggir-pingir kenikmatanku, “ ohhhh… Indra terus sayang lagi sayang … ahhhhhhhhhhhhh, ” basah lagi memekku. Indra bermain dengan sangat hebat, mengulum bagian kecil di memekku yang sudah dibuatnya tegang, “ ahhhhh… terus sayang… Ahhhh… Ouhhhh…. lagi……, ” desahku sering keluar karena begitu nikmatnya permainan sex Indra. Memekku berkali-kali basah Indra terlihat terbiasa memakluminya, tiba-tiba dia keatas menjulurkan penisnya yang besar di mulutku. Kepalaku dia pegang menghadap penisnya yang besar, mulutku terbuka siap menerkam penis emut penis Indra yang besar, sesekali dia menekan maju badannya. Gede banget penisnya mulutku yang mungil telihat nggak muat terus dia paksakkan tampak desahan Indra, “ Ahhhhh… tantee… Ouhhhh…, ” Setelah itu dia menggesekkan kembali penisnya, mencoba memasuki lubang kenikmatanku, “ Blesssssssssssss….. Ahhhhhh……” Masukklah penis besar Indra, dengan perlahan dia menusukkan penisnya, “ Ahhhhh… Ouhhhh… Ssshhhh…ahhhh…,” desah Indra nikmat. Setelah itu semakin keras dia memainkkannya maju mundur aku hanya pasrah tidak tahan dengan tusukan Indra yang tajam hingga aku tak kuasa. Tekanan demi tekanan tangannya semakin kuat meremas payudaraku, puncak kenikmatan sudah di ubun-ubunku. Kita berdua sudah dikuasai birahi yang sangat tinggi. Gerakan dia percepat dan akhirnya keluar, “ Croooootttt… Croooot … Crottttttt, ” Keluarlah sperma Indra di dalam memekku, aku memeluk Indra dan mengucapkan terimakasih. Dia yang udah memuaskan gairahku, aku memberinya uang 2 juta sebagai rasa terimakasihku. Aku dan dia berpelukan lama banget, aku dan dia juga masih telanjang. Indra masih aja menciumi bibirku aku masih meresponnya. Dia masih nafsu banget sama aku, penisnya tegak kembali dia arahkan ke memekku. Kakiku menjepit kakinya, tangan meremas payudara kembali. Dia meminta lagi karena masih horny banget, dia menyuruhku diatas. Aku berada diatas Indra, payudara ku menggantung tepat dihadapan mukanya. Mengulum lagi putingku, aku horny seketika penis yang udah tegak mengenai memekku. Aku berusaha menggesekkan memekku ke penisnya. Dia berusaha meremas dan mengulum payudaraku. Masuk sudah penisnya yang besar kembali bermain dengan sangat nikmat. Nikmat banget ya diatas gairah semakin tinggi, aku bergerak sesuka hatiku, “ Ouhhhh… Ssssshhh… aku mau keluar tante, Aghhhh…, ” ucap Indra. Tidak lama setelah itu akhirnya dia mengeluarkan spermanya di wajahku. Penuh dengan sperma wajah cantikku saat itu, Indra tampak puas bermain dengan ku 2 kali. Aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kembali. Karena waktu sudah larut takut anak suami mencariku. Aku berpamitan dengan Indra, aku pulang menuju rumah. Belum sampai rumah dia mengirim pesan dia bilang besok pengen ketemu lagi. Tampaknya dia ketagihan ngeseks sama tante-tante sepertiku. Sejak saat itu aku terus berhubungan dengan Indra, banyak bertemu dengan dia. Liburan bareng kemana aja bareng tanpa sepengetahuan anak dan suamiku. Namun aku melakukan seks tidak hanya dengan Indra saja, banyak laki-laki brondong yang aku ajak ngeseks. Karena pengen merasakan sensasi dari banyak lelaki.

cerita dewasa arisan brondong