ceramah tentang ujian rumah tangga

Tips Ujian datang bukan untuk membuat terpuruk atau bahkan terlihat lemah di mata orang lain. Terkadang ujian datang untuk memberi kamu kekuatan dan pengalaman berharga yang berguna di kemudian hari. 47. Tidak Ada yang Sempurna. Nobody is Perfect "Kita sibuk mencari yang sempurna, sampai-sampai melewatkan yang siap menerima apa adanya." - Anonim. Gakhanya ceramah tentang setan dan manusia yg suka merusak rumah tangga, tapi jg tentang fitnah, menyikapi omongan orang yg gak pernah abis, menjaga aib, tipu muslihat, dengki, cara org cari perhatian, termasuk penerimaan takdir. 04 Aug 2022 SikapPositif Dalam Menghadapi Cobaan. #1 Yakinlah Anda Sanggup. #2 Yang Kita Benci Bisa Jadi Baik Bagi Kita. #3 Cobaan Bukan Berarti Allah Benci Kepada Kita. #4 Tenanglah, Kemudahan Akan Datang. #5 Jika Anda Menghadapi Cobaan, Perbanyak Shalat. #6 dan #7 Berdo'a dan Selesaikan Kesulitan Orang Lain. #8 Bersabarlah. Berkaitandengan persiapan materi, sudah kami rangkum beberapa teladan ceramah agama islam singkat yang sudah kami terbitkan pada website ini. Ceramah-pidato ini sudah kami terbitkan semenjak tahun 2013 hingga tahun 2020 ini dan masyoritas berkaitan tentang Kultum dan Ceramah Ramadhan. Bersikaplapang dada untuk menerima kekurangan dan kelemahan masing-masing serta berusaha menumbuhkan rasa kasih sayang dan sikap pemaaf. Dan semua pihak yang dimintai maaf hendaklah segera memberikan maaf, agar hati kembali bercahaya dan bersih dari perasaan jengkel, kesal dan dengki. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Ceramah Singkat Nasehat Dalam Membina Rumah Tangga yang disampaikan Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Hafidzahullahu Ta’ala. Ceramah Singkat Nasehat Dalam Membina Rumah Tangga1. Wajib menegakkan rumah tangga di atas agama Allah2. Membina di atas akhlak yang benar3. Saling memahami4. Saling tolong menolong dalam rumah tangga5. Berlomba-lomba dalam kebaikan6. Banyak berdzikir7. Banyak berdoa kepada AllahVideo Materi Ceramah Singkat Ceramah Tentang Menuntut Ilmu Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه Ada beberapa nasehat yang penting untuk perhatikan oleh setiap suami dan istri, baik yang baru menikah maupun yang sudah lama menikah 1. Wajib menegakkan rumah tangga di atas agama Allah Artinya awalnya dia wajib untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, wajib dia untuk bertakwa kepada Allah, jadi membina rumah tangga di atas agama Allah, di atas Quran, di atas Sunnah, menegakkan Tauhid, menegakkan Sunnah, menjauhkan keluarga dari perbuatan syirik, menjauhkan keluarga dari perbuatan bid’ah, itu sejak awal nikah. Sejak awal nikah, begitu antum awal nikah, diingatkan seorang istri untuk bertakwa kepada Allah, suami juga untuk bertakwa, kemudian ingatkan istri “kewajiban kamu yang paling besar adalah taat kepada suami, pertama kali habis akad nikah, kewajiban kamu yang terbesar taat kepada suami, suami kamu surga kamu dan neraka kamu !” , ingatkan dia istri, itu diingatkan. Kemudian baru diperintahkan untuk mentaati suaminya, mentaati Allah, bertauhid kepada Allah, menjauhkan syirik, kemudian melaksanakan shalat yang lima waktu. Perhatikan itu shalatnya, kemudian diajak dia untuk shalat sunnah apalagi tengah malam. Nabi Shallallahu alaihi wasallam mendoakan رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ “Semoga Allah memberi rahmat seorang laki-laki yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan isterinya kemudian shalat. Jika isterinya enggan ia memercikkan air di wajahnya. Dan semoga Allah memberi rahmat seorang wanita yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan suaminya kemudian shalat. Jika suaminya enggan ia memercikkan air di wajahnya.” [ Majah 1336] Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun tengah malam kemudian dia shalat, kemudian dia bangunkan istrinya, Allah menyayangi seorang wanita yang bangun tengah malam kemudian dia bangunkan suaminya. Haditsnya itu ada di buku ini Panduan Keluarga Sakinah – Bab yaitu disuruh untuk apa ? untuk membangunkan suami, membangunkan istri. 2. Membina di atas akhlak yang benar Artinya kita wajib menegakkan akhlak yang mulia dalam rumah tangga kita. Ini penting, sebab banyak istri atau suami yang tidak menegakkan akhlak ini. Akhlak ini penting, karena mu’min yang sempurna imannya yang paling baik akhlaknya. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istri-istrinya” [HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani]. Antum lihat di halaman 180-181, jadi wajib kita menegakkan rumah tangga ini di atas akhlak yang mulia, atau wajib menegakkan akhlak yang mulia dalam rumah tangga kita. Jadi bagaimana ? Seperti seorang suami pulang dari kerja, dagang, usaha, ke rumahnya senyum kepada istrinya, masuk rumah salam, senyum pada istrinya, menanyakan yang baik kepada istrinya, si istri menyambut yang baik kepada suaminya, tolong-menolong dan yang lainnya. Sebab ada juga orang yang gak punya akhlak, pulang ke rumahnya dengan temannya, dengan teman sekerjanya dia bisa senyum, ketawa, ramah, pulang ke rumahnya istrinya di caci-maki, dilaknat, dimarahi, ada gak yang seperti itu ? Ada !. Gak Boleh ! Mestinya bagaimana dia lemah lembut kepada istrinya,dia suami baik kepada istrinya sebab Nabi mengkaitkan antara iman dengan akhlak أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istri-istrinya” [HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani]. Nabi Shallallahu alaiihi wasallam bersabda خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku”[HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977 dari hadits Ibnu Abbas dan dishahihakan oleh Syaikh Al-Albani lihat As-Shahihah no 285]. Jadi kalau antum kepada teman, kepada orang lain itu baik, bisa senyum, bisa menawarkan segala macam, kepada istri juga demikian mestinya, kepada anak juga demikian, jadi wajib menegakkan akhlak. Akhlak ini penting, dan kita harus berusaha bagaimana memperbaiki akhlak kita, karena akhlak ini punya timbangan yang berat di hari kiamat. Para ulama itu belajar akhlak dulu adab sebelum belajar ilmu, coba antum pelajari ini, akhlak ini penting, bagaimana rumah tangga kita ini baik dengan akhlak kita yang mulia, istri juga demikian. 3. Saling memahami Bahwa kita ini masing-masing punya kekurangan, saling mengalah, saling memaafkan. Perhatikan itu ! Allah menyuruh kita untuk bergaul dengan isteri dengan cara yang ma’ruf وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا “… Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya”[An-Ni-saa’/4 19]. Gak boleh seorang suami menjelekkan isterinya, gak boleh ! Kalau ada satu tabiat atau sifat yang jelek, mesti yang lain ada yang baik. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah istrinya, jika ia membenci sebuah sikap akhlak istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya akhlaknya yang lain”[HR Muslim II/1091 no 1469] Gak boleh seorang suami menjelekkan isterinya, kalau ada satu tabiat yang jelek, Allah jadikan yang lainnya baik, itu hadits riwayat Muslim. 4. Saling tolong menolong dalam rumah tangga Saling tolong menolong dalam rumah tangga, saling membantu, dalam rumah tangga itu gak bisa nafsi-nafsi, bahu-membahu, mengurus anak sama-sama, dalam ketaatan juga demikian saling mengingatkan, tolong-menolong. Umpamanya anaknya banyak, suaminya mau ngaji, ya bergantian nanti suaminya ngaji, nanti istrinya ngaji suaminya yang pegang anak-anaknya. Tolong menolong dalam kebaikan, saling membantu atau suaminya mau sholat, isteri yang pegang anaknya, isteri mau sholat suami yang pegang anaknya. Dan ini harus bisa saling memahami, وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa . . .” [al-Ma’idah 5 2] 5. Berlomba-lomba dalam kebaikan Suami istri harus terus berlomba-lomba dalam kebaikan, banyak bersedekah, banyak berbuat kebaikan, rajin dalam ibadah kepada Allah. 6. Banyak berdzikir Baca Al-Qur’an dan buku-buku yang bermanfaat, suami, istri, anak dianjurkan untuk banyak berdzikir. Dzikir pagi dan sore harus hafal itu. Baca Al-Quran, seorang suami harus lancar baca Quran, istri juga, anak juga, paling tidak minimal dalam sehari 1 juz membaca Al-Quran itu minimal. Pokoknya di rumah itu harus banyak berdzikir pada Allah, terutama di rumah kita jangan tinggalkan baca surah Al-Baqarah, karena setan lari dari rumah yang di bacakan surah Al-Baqarah. 7. Banyak berdoa kepada Allah Jangan tinggalkan berdoa untuk kebaikan kita, istri kita, anak kita, kedua orang tua kita, terus berdoa siang & malam berdoa. Di antara doanya رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Furqon 74] رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [QS. Ibrahim 14 Ayat 40] Ya, itu saja yang bisa saya sampaikan karena sudah masuk waktu Dzuhur, mudah-mudahan yang saya sampaikan bermanfaat untuk saya dan antum sekalian dan kurang lebihnya saya mohon maaf. “Mudah-mudahan rumah tangga kita bagi yang belum menikah, dimudahkan jodohnya oleh Allah yang shalih dan shalihah.” “Yang sudah menikah mudah-mudahan diberikan Sakinah Mawaddah Warahmah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diberikan keberkahan dalam rumah tangganya dan juga diberikan keturunan yang shalih dan shalihah.” “Dan juga yang bagi rumah tangga yang masih mendapatkan cobaan, ujian, ada problem, ada kesulitan, ada keributan, mudah-mudahan Allah mendamaikan diantara mereka, meng-islah diantara mereka, Allah berikan mereka ruju’ kepada kebaikan. Dan kita memohon kepada Allah agar Allah memberikan kepada kita Sakinah Mawaddah Warahmah” “Dan juga diperbaiki rumah-tangga rumah-tangga yang ada kekurangan atau keributan atau sengketa, mudah-mudahan Allah berikan kepada mereka itu disatukan hati mereka, dikembalikan pada Al-Quran dan Sunnah, diberikan rahmat dan berkah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala” وصل نبينا محمد صل الله عليه وسلم رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Furqon 74] رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” [QS. al-Baqarah 201] سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ “Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu” Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Video Materi Ceramah Singkat Ceramah Tentang Menuntut Ilmu RUMAH tangga sakinah bukanlah yang terbebas dari ujian. Rumah tangga sakinah adalah yang mampu menghadapi ujian bersama seraya berpegang teguh pada syariat-Nya. Hakikat Ujian dalam Pernikahan Sepanjang perjalanan pernikahan yang tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang. “Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian,” tegas pemerhati keluarga dan konselor Jogja Family Center JFC, Cahyadi Takariawan. Oleh sebab itu, menurut Cahyadi, dalam Islam, ujian rumah tangga adalah keniscayaan dan tantangan yang harus dihadapi semua orang. “Adakalanya ujian adalah sarana peningkatan kualitas,” ujar Cahyadi. Misalnya, ketika seorang istri menemui hal yang tidak menyenangkan dari suaminya, jangan mudah untuk berpikir pisah atau cerai. Sebab, menurut Cahyadi, “Itu pertanda lemahnya kesungguhan dalam menjaga keutuhan rumah tangga.” Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya. “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,” HR Bukhari. Meski tak selalu, ujian dalam pernikahan juga hadir sebagai bentuk teguran Allah terhadap pelanggaran di masa terdahulu. “Saya sangat yakin bahwa kebahagiaan itu adanya di dalam jiwa kita. Dan hanya Allah yang bisa memberikan rasa bahagia itu. Maka semua proses sejak awal niat dan caranya harus selalu memenuhi tuntunan-Nya,” papar Cahyadi. Islam, Landasan dan Solusi dalam Rumah Tangga Islam adalah landasan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan, termasuk dalam rumah tangga. Jika kita menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi badai rumah tangga, maka di samping menuai pahala, juga menyelesaikan masalah dan menguatkan cinta suami dan istri. Berikut cara Islami menyikapi ujian rumah tangga. kepada Allah Seperti telah disinggung di atas, seyogianya ujian juga merupakan bentuk perhatian Allah kepada hamba-Nya. Firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah swt mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” QS Al-Baqarah 216. 2. Qana’ah dan bersabar Ujian rumah tangga kadang datang berupa keterbatasan atau bahkan keterpurukan ekonomi keluarga. Di sinilah sifat qana’ah menerima apa adanya dalam hal kebendaan atau duniawi sangat dibutuhkan. Ia adalah rahasia kebahagiaan, yang tidak menjadikan kesempitan duniawi sebagai sumber percekcokan apalagi perceraian. 3. Hindari caci maki dan kekerasan fisik Konflik juga bagian dari ujian rumah tangga. Rumah tangga tanpa konflik ibarat masakan tanpa bumbu. Tapi jika bumbu terlalu banyak, masakan jadi tidak enak. Agar konflik tak semakin memanas dan berkepanjangan, hindari caci maki dan kekerasan fisik pada pasangan. Cacian dan makian, jelas Cahyadi, akan menimbulkan luka batin yang lebih menyakitkan daripada kekerasan fisik, walau tidak mengucurkan darah. Meski begitu, kekerasan fisik juga amat tercela. Tindakan kekerasan fisik yang dilakukan dalam keadaan emosi akan sangat membahayakan keselamatan pasangan. “Tidak pantas dua orang yang berhimpun atas nama cinta, saling melukai dan mencaci. Tidak patut hal tersebut dilakukan oleh manusia yang bertakwa,” Cahyadi menegaskan. 4. Jangan menampakkan konflik Salah satu dampak negatif media sosial adalah semakin mudahnya seseorang mengumbar masalahnya di muka umum. Sedang kesal dengan suami, ditumpahkan di Twitter. Bahkan ada suami istri yang bertengkar dan saling melempar cacian di Facebook. Mereka tidak peduli pada teman di jaringan mereka yang menonton pertunjukan’ tersebut. Menurut Cahyadi, konflik dengan pasangan semestinya dikelola di ruang privat sembari mencari solusi bersama, bukan diumbar melalui jejaring sosial. Sudah semestinya seseorang mempunyai rasa malu jika aibnya diumbar. Selain itu, menampakkan konflik di muka umum, berpotensi memunculkan pihak ketiga yang berniat jahat dan ingin memperkeruh masalah. Jika permasalahan atau ujian rumah tangga datang berulang, berdamailah dengan ujian tersebut. “Karena dalam rumah tangga, setiap hari bertemu dengan orang yang sama. Wajar jika persoalan yang ditemukan sering kali berulang,” jelas Cahyadi. Terakhir, Cahyadi berpesan, “Salah satu ujian dalam rumah tangga adalah mencintai orang yang sama dalam waktu lama.” Nah, tentu kita semua ingin lulus dalam ujian tersebut bukan? [] Sumber Ummi - Berikut ini adalah contoh ceramah singkat tentang ujian rumah tangga ceramah ini cocok digunakan sebagai referensi bagi para da’i dan ustadz sebelum melakukan ceramah. Tak ada kebahagiaan tanpa diawali dengan kesusahan, dan tak ada pernikahan yang sakinah tanpa di awali dengan cobaan dan rintangan dalam keluarga, sebagian ujian membuat pondasi cinta kita goyah bahkan ambruk tak tersisa. Harapan dan kenyataan tak jarang membuat kita menyerah. Pertengkaran yang awalnya menjadi bumbu-bumbu pernikahan kadang kadarnya terlalu banyak sehingga rasanya tak begitu sedap. Sebagian dari pasangan suami istri akhirnya memilih untuk berpisah agar bisa tenang dan terbebas dari beban yang terasa begitu berat untuk di laluinya. Maka dari itu banyak cara yang harus kita tempu dalam menghadapi ujian dalam keluarga Ceramah singkat ini adalah sebuah artikel yang menjadi rujukan dalam menghadapi rumah tnagga yang penuh dengan ujian. Baca Juga Ceramah Kekerasan dalam Rumah Tangga, Cocok untuk Semua Kalangan Ujian Rumah Tangga اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمّا بَعْدُ Hadirin Ikhwani Fillah RohimakumullahMarilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt yang telah menganugerahkan nikmat iman dan Islam serta kesehatan sehingga kita dapat menghadiri ditempat yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam tetap tercurah ke pangkuan junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw, beserta keluarga, para sahabat, dan orang-orang beriman hingga akhir zaman. Sosok teladan yang baik dalam berteman dan sosok figur yang membawa rahmat bagi ummat manusia. Islam menginginkan agar keluarga bisa menjadi markas kebaikan, cinta dan keharmonisan, dan bisa menjadi benteng dalam berbakti kepada Allah SWT, saling berkasih sayang anta sesama. Islam meminta kedua pilar utama keluarga yaitu suami dan istri agar bisa menjadi contoh teladan dalam hal kerjasama yang baik dalam melaksanakan hak dan kewajiban masing-masing. Baca Juga Ceramah Tentang Menyia-nyiakan Waktu dalam Islam, Begini Hukumnya Atas dasar itulah maka kebahagiaan rumah tangga tidak terletak pada pakaian yang mewah, makanan yang enak, dan penghidupan yang serba ada. Melainkan pada kasih sayang, cinta dan kerjasama. Sesungguhnya rumah tangga yang berdiri di atas pondasi pertengkaran dan perseteruan, dipenuhi cobaan dan masalah adalah benar-benar rentan terhadap hantaman badai kehancuran dan topan perceraian, jauh dari ketenangan batin dan harapan kemapanan. Namun untuk mencapai kehidupan keluarga yang bahagia, harmonis, sakinah dan warohmah, tentu bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak ranjau berduri yang menghadang disetiap jalan yang kita lalui. Ada banyak permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Maka dari itu sebagai seorang muslim yang baik tentulah ujian tersebut harus kita lalui bersama agar keluarga yang bahgia dan harmonis dapat terwujud. Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari ujian , maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dari dosanya. مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,” HR Bukhari. Contoh ceramah singkat tentang pernikahan ini membahas bagaimana cara mewujudkan keindahan rumah tangga islami sesuai yang telah dicontohkan Rasulullah SAW bersama istri beliau. Walaupun ringkas, contoh ceramah singkat yang membahas pernikahan ini bisa menjadi kutipan saat akan mengisi khutbah nikah atau tausiyah ringan di acara pernikahan keluarga, teman maupun rekan kerja. Karena membawa contoh dari kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW dengan ummul mukminin, maka petikan dari contoh ceramah singkat ini menjadi nasehat dan contoh bagi calon pengantin maupun pasangan yang telah menikah sebagai ladang pahala. Baca Juga Contoh Ceramah Singkat Menakjubkan dengan Judul Hati-hati di Bulan Syawal Berikut isi contoh ceramah singkat tentang pernikahan dengan tema wujudkan keindahan rumah tangga yang merupakan petikan ringkas dari ceramah Ustadz Yahya Zainul Ma'arif dikutip dari channel YouTube Buya Yahya Alhamdulillaahilladzii ja'ala liquluubi ahibba-ihim mawaddatan wa rohmatan, fa asbaabu biha minal mustahaabina wa minal mutawaadhiina wa minal mutaroohimina fa ja'alahum fiiha fid dunyaa hasanati wa fil aakhirati hasanati. Washolaatu wassalaamu 'alaa habiibina wa syafii'ina wa maulaana Muhammad al mab'u rohmatan lil 'alamiin, imaamil wa ahli lil mahabbati wa 'ala aalihil wa ashhaabihi atthoyyibiina wattabi'iina lahum biihsaanin ilaa yaumid diin. Hadirin sekalian yang dirahmati Allah, marilah kita berharap semoga pertemuan kita ini menjadi pertemuan kelak di akhirat nanti dan memasuki syurganya Allah SWT bersama-sama dan bertemu dengan Rasulullah SAW, salah satu caranya adalah dengan mengikuti kehidupan Rasulullah SAW. Maka yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana mengikuti cara-cara Rasulullah SAW dalam membina rumah tangga, karena bila kita berbicara tentang keindahan rumah tangga maka Nabi Muhammad SAW guru cinta, guru keharmonisan, guru kasih sayang, guru keindahan. Kalau kita berguru kepada guru yang salah maka salahlah ilmu yang didapat maka guru cintamu adalah Rasulullah SAW, guru rumah tanggamu adalah Nabi Muhammad SAW. Sebelum kita membahas tentang rumah tangga yang harmonis, yang bahagia, marilah kita menengok rumah Baginda Rasulullah SAW adalah contoh karena kebahagiaan ada di dalam hati yang mencari kebahagiaan di luar hati maka tidak akan ketemu. Ada orang yang mencari kebahagiaan seolah-olah dibalik tumpukan uang, seolah-olah dibalik rumah megah dan mobil mewah dan seolah-olah kebahagiaan dibalik pangkat juga jabatan yang tinggi. Akan tetapi berapa banyak orang yang diberikan harta berlimpah tetapi dalam rumah tangganya pun sering terjadi cek cok dan begitu juga orang yang memiliki jabatan tinggi pun terjadi percecokan dalam rumah tangganya. Malah sebaliknya kita melihat orang yang fakir dan hidup di kampung pedesaan dia bekerja sehari untuk makan tetapi selaku kita temukan setiap hari adalah canda ria, hidupnya penuh kegembiraan dalam keadaan lapar bangun tidur pun mereka masih bisa tersenyum. Jadi dunia bukanlah ukuran akan tetapi bathin yang terdidik itulah yang sesungguhnya, kebahagiaan adalah harga mati dalam keadaan apapun apabila diberi kekayaan dan jabatan itu adalah nilai tambah tapi kebahagiaan harus tetap ada.

ceramah tentang ujian rumah tangga