cerpen cita cita menjadi pengusaha sukses
CerpenTentang Cita Cita Pengusaha Sukses Insider Mlrpc Com from yang ingin menjadi dokter, polwan, guru, dan . Oleh kerana itu kita dulu bercita cita . Gambar Cita Cita Jadi Dokter : Bercerita Tentang Apakah Puisi Berjudul Cita Citaku Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 4 Sd Mi Halaman 64 Dan 65 Portal Jember Halaman 2. Apakah anda
Oleh Raudhatul Jannah IrfanMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam jurusan Perbankan Syariah, UIN Ar-raniry Banda Aceh.Setiap orang pasti pernah mendengar
PenjualTahu Keliling Menjadi Pengusaha Sukses. Dapatkan link; Facebook; Nenek Yangg Ingin Pergi Ke Tanah Suci Suatu hari ada seorang nenek yang tinggal sendiri dirumah gubuk ia mempunya cita cita ingin pergi ke tanah suci ,pada saat itu ia setiap harinya berjualan gorengan keliling kampung sampai gorengan itu laku terjual semua dan pada
Cerpententang penyiar radio. Mau menjadi dokter muda terlebih dahulu atau aku menggapai cita-citaku menjadi penyiar radio? Kak. Semoga kakak bisa menjadi dokter sukses di sana. Walaupun aku merasa sendiri bila ditinggal Kak Gilang, aku merasa masih mempunyai keenam sahabatku ketika SD, juga keluargaku. Sekarang, aku sudah bekerja sebagai
Anyaadalah seorang wanita karir yang satu butik dan satu lestorant.ia belajar di jurusan desain. Tapi sayang,masa SMA nya dulu sangat kelam.dulu anya adalah seorang cewek cupu,gendut dan kuper.paling jelek di antara teman-teman nya.dulu anya mempunyai cita-cita menjadi wanita paling cantik di sekolah,tapi,semua tidak
Welche Singlebörse Ist Kostenlos Für Frauen. Skip to content Kalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikelKalkulator KeuanganKonsultasi Perencanaan KeuanganRencana PensiunRencana Dana PendidikanReview AsuransiReview InvestasiIn House TrainingEventEbookArtikel Home » Lifestyle » Ini 16 Tips dan Kunci Menjadi Pengusaha Sukses Dari Nol Dibaca Normal 5 Menit Ini 16 Tips dan Kunci Menjadi Pengusaha Sukses Dari Nol Bagaimana sih cara menjadi pengusaha sukses? Ternyata, ada rahasia yang perlu diketahui lho! Anda bisa sukses dengan mengikuti cara menjadi pengusaha sukses ini. Ingin tahu apa saja cara menjadi pengusaha sukses itu? Inilah ulasannya dalam artikel Finansialku berikut. Rubrik Finansialku Pengusaha Sebagai Cita-citaRahasia dan Cara Menjadi Pengusaha Sukses1 Mengenali Diri Sendiri2 Belajar3 Tetapkan Tujuan4 Berani Mengambil Resiko5 Lakukan Uji Pasar6 Merekrut SDM Kompeten7 Investasi8 Fokus Pada Satu Bisnis Dulu9 Rajin Membuat Catatan10 Rajin Evaluasi Diri11 Mulai Dari yang Anda Kuasai12 Punya Visi Misi yang Jelas13 Berpikir Out Of The Box14 Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk15 Bisnis Dari Sesuatu yang Anda Sukai16 Selalu Termotivasi oleh PassionTerapkan Cara Menjadi Pengusaha Sukses Sekarang Juga Pengusaha Sebagai Cita-cita Jika dulu cita-cita sebatas dokter dan guru, kini tak lagi. Banyak anak-anak maupun remaja yang mulai bermimpi menjadi seorang pengusaha. Ini didasari oleh banyak hal, satu diantaranya keberhasilan para pengusaha. Di Indonesia sendiri, ada begitu banyak pengusaha yang terkenal hingga luar negeri. Bahkan beberapa diantaranya masih berusia muda, seperti Nadiem Makarim. Rahasia dan Cara Menjadi Pengusaha Sukses Menjadi pengusaha bukan lagi jadi mimpi yang sulit dicapai. Di masa modern seperti ini, begitu banyak ide usaha yang bisa diwujudkan. Mulai dari jual beli barang sampai penyediaan jasa. Belajar dari para pengusaha sukses sebelumnya, Anda sebenarnya bisa melakukan beberapa hal berikut. 1 Mengenali Diri Sendiri Untuk menjadi pengusaha sukses, Anda harus tahu passion dan kemampuan diri sendiri. Seberapa besar bakat Anda memulai usaha sendiri? Apa kelemahan yang dimiliki kalau menjalankan usaha? [Baca Juga Tiru Mindset Pengusaha Ini, Dijamin Makin Sukses!] Hal-hal semacam ini akan membantu Anda menemukan sifat pengusaha dasar. Ada baiknya, bentuk karakter tersebut sedini mungkin. Anda bisa mulai dari sikap proaktif dan penuh kreativitas. Dengan begini, Anda akan menemukan ide usaha yang benar-benar baru. 2 Belajar Kunci kesuksesan sejati adalah belajar dari pengalaman, baik pengalaman diri sendiri maupun orang lain. Sudah banyak contoh pengusaha sukses di dunia yang bisa dicontoh. Lihat bagaimana cara mereka memulai dan menghadapi beragam rintangan. Dari sini, Anda bakal menemukan wawasan baru yang bakal berguna ke depannya, termasuk mengatasi rintangan. 3 Tetapkan Tujuan Jangan sampai Anda bingung di tengah jalan! Kebanyakan orang yang gagal tak menentukan tujuan mereka dari awal. Mereka sekedar memulai usaha tanpa menetapkan standar dan hasil yang dicapai. Supaya Anda tak terjebak dengan karakter pribadi, pasanglah target yang tepat. Misalnya saja, Anda ingin membuka usaha kuliner yang menyasar pasar milenial. 4 Berani Mengambil Resiko Tak ada perjalanan yang mudah, begitu pula dengan usaha. Pasti ada serangkaian masalah yang harus dihadapi. Anda tak boleh mudah berputus asa, tetapi sebaliknya. Tetap bangkit setelah mengalami 1 kegagalan. Apapun rintangan di depan mata, hadapi dan beranilah mengambil risiko. Pengusaha yang sukses seringkali memulainya dari nol, Anda pun bisa demikian. 5 Lakukan Uji Pasar Setelah menentukan jenis usaha yang akan dibuka, Anda harus melakukan uji pasar. Tujuannya untuk mengetahui respon pasar terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan. Apakah ada peluang bagus ke depannya atau tidak? Langkah ini efektif mengurangi kerugian besar di awal perjalanan. Uji pasar bakal membantu Anda mengevaluasi dan memperbaiki produk maupun jasa tersebut. 6 Merekrut SDM Kompeten Biar usaha Anda berjalan maksimal, rekrutlah beberapa tenaga kerja yang memang berkompeten. Anda bisa melakukan tes sebelum menerima 1-2 karyawan tetap di awal. Tak perlu terlalu banyak, sesuaikan dengan jenis dan kapasitas usaha Anda. Sebaiknya kontrol pula pekerjaan mereka secara berkala, sehingga Anda tahu perkembangan usaha dalam periode tertentu. 7 Investasi Sangat penting menginvestasikan profit yang Anda dapat dari usaha. Meskipun profit menjadi hak Anda pribadi, namun bukan berarti dihamburkan begitu saja. Anda bisa menggunakannya untuk memulai investasi lain, entah membuka usaha baru atau berinvestasi jenis lain. Secara tidak langsung, Anda tengah mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. Kami tahu, investasi memang sulit untuk dipelajari, tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari, lho! Karena Finansialku memberikan Anda, yang membaca artikel ini, sebuah e-book GRATIS tentang Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula! Tenang, Anda bisa mendapatkannya secara cuma-cuma dan tanpa ada syarat tambahan! Cukup tekan tombol oranye di bawah ini sekarang, ya! 8 Fokus Pada Satu Bisnis Dulu 9 Rajin Membuat Catatan 10 Rajin Evaluasi Diri 11 Mulai Dari yang Anda Kuasai 12 Punya Visi Misi yang Jelas 13 Berpikir Out Of The Box 14 Siap Menghadapi Kemungkinan Terburuk 15 Bisnis Dari Sesuatu yang Anda Sukai 16 Selalu Termotivasi oleh Passion Terapkan Cara Menjadi Pengusaha Sukses Sekarang Juga Nah, beberapa tips di atas kerap dilakukan oleh para pengusaha sukses. Masih merasa Anda tak bisa sukses menjadi pengusaha? Coba introspeksi kembali tujuan dan niat Anda sedari awal. Kalau orang lain saja bisa berhasil, harusnya Anda pun bisa. Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai cara menjadi pengusaha sukses dari nol sampai jadi pengusaha sukses? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih. Sumber Referensi Wikihow. How to Become a Successful Young Entrepreneur. – Sumber Gambar Cara Menjadi Pengusaha Sukses – Cara Menjadi Pengusaha Sukses Asia – Fransiska Ardela, memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship. Related Posts Page load link Go to Top
Cita-cita merupakan sebuah impian yang pastinya setiap orang mempunyainya. Namun, masih banyak juga orang yang sampai saat ini belum menyadari apa cita-cita yang dimiliki. Sebenarnya apapun itu cita-cita yang bagus lebih mengarah ke hal yang positif, seperti halnya enterpreneur. Mindset Entrepreneur Wajib Dimiliki Salah satu model yang dijadikan untuk mencapai sebuah cita-cita yang bagus yaitu mindset. Misalnya saja jika ingin menjadi seorang pengusaha, ada beberapa mindset yang wajib untuk dimiliki. Di antaranya berikut ini penjelasan mindset tersebut. 1. Mempunyai Visi Misi Adapun seorang entrepreneur harus mempunyai visi dan misi yang besar. Intinya untuk memulai sebuah bisnis, harus diimbangi dengan usaha yang keras. Hal ini tentu akan semakin mudah didapatkan jika mempunyai visi dan misi yang jelas. Sudah menjadi hal yang wajar jika dalam menjalankan bisnis akan menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Jadi, dengan adanya visi misi ini bisa dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan sebuah bisnis. 2. Kemampuan Bekerjasama yang Tinggi Mindset selanjutnya harus dimiliki oleh entrepreneur yaitu dapat bekerjasama dengan baik. Apalagi untuk memulai sebuah bisnis, tanpa adanya kerjasama akan semakin sulit untuk berkembang. Selain itu, dengan bekerja sama juga dapat memanfaatkan kemampuan orang lain yang tidak dimiliki. Keuntungan yang didapatkan jika mampu menjalin kerjasama dengan baik yaitu bisnis akan semakin berkembang. Mengingat dalam sebuah tim pasti akan saling membagikan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki. 3. Jangan Takut Mengambil Resiko Menjadi entrepreneur tentu harus berani untuk mengambil resiko. Makna dalam menjalankan sebuah bisnis pasti akan ada banyak sekali rintangan yang akan dihadapi. Maka dari itu, jika tidak berani mengambil resiko, jangan harap akan berkembang. Intinya sebagus apapun rencana yang sudah dibuat, jika tidak berani mengambil resiko untuk merencanakannya tentu tidak akan ada hasilnya. Setidaknya buat sebuah catatan Apa saja rencana yang akan dilakukan dan bagaimana mengeksekusinya. 4. Mengoptimalkan Penjualan Mempunyai cita-cita yang bagus dengan entrepreneur harus diimbangi dengan mindset dapat mengoptimalkan penjualan. Perlu diketahui untuk memastikan perusahaan dapat berkembang, tentu saja sangat dipengaruhi oleh penjualan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan penjualan, salah satunya yaitu dengan membangun branding sebaik mungkin. Selain itu, pastikan jika bisnis apapun yang dijalankan dilakukan secara konsisten. 5. Bertanggung Jawab Mindset selanjutnya harus dimiliki oleh seorang entrepreneur yaitu harus bertanggung jawab. Maksudnya, harus bisa mempertanggungjawabkan apapun yang sudah dijadikan sebagai keputusan. Hal sederhana inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai modal agar apa bisnis atau usaha yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan. 6. Berusaha Menjadi Lebih Baik Adapun mindset yang harus dimiliki seorang entrepreneur selanjutnya yaitu berusaha untuk menjadi lebih baik. Mengingat enterpreneur termasuk dalam cita-cita yang bagus, sangat penting sekali untuk selalu mengusahakan akan bisa berkembang. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sebuah usaha yang dilakukan yaitu dengan berusaha menjadi lebih baik. Misalnya saja jika mendapatkan komplain dari konsumen, dapat dijadikan sebagai motivasi untuk memperbaiki. 7. Mencintai Usaha yang Dibangun Bingung mencari cita-cita yang bagus untuk diri sendiri? Sebenarnya apapun itu penting sekali untuk mencintai usaha yang sedang dibangun. Intinya apapun yang dilakukan susu bayi dengan kecintaan akan semakin mudah. Mengingat apapun yang sudah dicintai akan selalu meningkatkan semangat. Jika seperti ini, bentuk perkembangan usaha akan cepat didapatkan. Sekalipun mengalami kegagalan, akan mudah untuk bangkit kembali. 8. Belajar Lagi dan Lagi Selanjutnya mindset yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur yaitu harus mempunyai minat untuk belajar lagi dan lagi. Perlu diketahui jika belajar menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan serta pengalaman. Nantinya hal yang didapatkan tersebut akan dijadikan sebagai modal untuk mengembangkan bisnis. Perlu diketahui juga, banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk belajar. Apalagi saat ini internet semakin mudah digunakan. Cita-cita yang Bagus Untuk Entrepreneur Memang benar adanya tidak semua orang tahu apa yang sedang dicita-citakan. Sebenarnya apapun itu, cita-cita yang bagus pasti akan mengarah ke hal-hal yang positif. Nah, ingin tahu lebih jelasnya apa saja cita-cita yang paling cocok untuk entrepreneur sejati? Berikut penjelasannya. 1. Pebisnis Nah, cita-cita yang bagus sangat berhubungan dengan entrepreneur yaitu pebisnis. Bahkan banyak orang yang menganggap jika cita-cita yang satu ini dapat menjamin masa depan menjadi lebih baik. Apalagi bagi orang-orang yang sama sekali tidak nyaman bekerja di bawah pimpinan. Tentunya untuk memulai bisnis memang tidak semudah yang dibayangkan. Kedepannya pasti akan ada tantangan yang dihadapi. Mulai dari materi, tenaga dan lainnya. Intinya jika ingin menjadi pebisnis sukses, pastikan jika berusaha keras dan tanpa menyerah. 2. Pengacara Cita-cita yang bagus selanjutnya yaitu pengacara. Proses ini banyak dianggap sebagai advokat dan dapat menjamin masa depan lebih baik, terutama dalam bidang hukum. Untuk memulai harus kuliah dengan mengambil jurusan serupa. Nantinya pada masa pelajar tersebut akan diajarkan mengenai berbagai cara mengatasi masalah yang berhubungan dengan hukum. Namun, untuk menjadi seorang pengacara tentu harus diimbangi dengan kerja keras. 3. Membangun Startup Nah, cita-cita yang bagus yang tidak kalah bagus yaitu membangun Startup. Dewasa ini banyak sekali perusahaan startup yang sudah sukses di antaranya ojek online, e-commerce dan lain sebagainya. Nah, Dari sini anda bisa termotivasi untuk dijadikan sebagai cita-cita di masa depan. Tentunya untuk membangun start-up tidak mudah, ada beberapa cara yang harus dilakukan. Salah satunya yaitu dengan mencari inovasi terbaru agar semakin banyak diminati orang. Selain itu, pernah juga untuk mencari pengetahuan dan pengalaman dalam bidang bisnis start-up. 4. Seniman Adalagi cita-cita yang bagus yaitu menjadi seorang seniman. Memangnya cita-cita ini tidak dimiliki semua orang, dikarenakan membutuhkan kemampuan khusus. Sedangkan seniman ini juga menyangkut berbagai macam hal seperti koreografer, desain fashion, musisi dan lain sebagainya. Apapun itu yang anda pilih, harus diimbangi dengan usaha yang keras. Mengingat apapun yang diinginkan tentu akan sulit dicapai jika tidak melakukan kerja keras. Percuma saja jika anda mempunyai perencanaan yang matang, tapi tidak bisa merealisasikannya. 5. Jurnalis Adapun cita-cita yang bagus selanjutnya yaitu menjadi jurnalis. Biasa banyak orang yang menyebut jurnalis Sebagai wartawan. Sedangkan untuk menjadi seorang jurnalis tidak harus mengambil jurusan ini. Intinya siapapun bisa menjadi jurnalis. Namun, untuk menjadi seorang jurnalis banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Salah satu kendala yang paling banyak dialami yaitu harus dapat berpikir cepat dan kritis. Sedangkan untuk ruang lingkup jurnalisme ini pada media elektronik dan media cetak. Nah, itulah cita-cita yang bagus yang bisa anda pilih sesuai dengan kemampuan terutama bagi entrepreneur sejati. Namun, pastikan juga jika menjadi seorang entrepreneur harus mempunyai beberapa mindset tersebut untuk dijadikan sebagai modal. Untuk anda yang mungkin punya cita-cita jadi pebisnis nantinya, maka bisa coba untuk memasarkan produk anda di Moselo. Kami merupakan marketplace yang bergerak di industri kreatif, dimana kami menampung berbagai produk handcraft karya anak negeri.
Cita - Cita Ingin Menjadi Pengusaha Pada masa kecilku, aku inggin menjadi seperti Ayah dengan bisnisnya yang sudah berhasil atau sukses dibidang Travel Maskapai Penerbangan. sekarang saya sudah duduk di Sekolah Menengah Kejuruan Nahhh.. Di SMK ini lah saya mencari ilmu lebih bayak lagi agar cita-cita atau impian ku tercapai. Mengapa saya bercita-cita ingin menjadi pengusaha, yang pertama karena saya ingin membanggakan kedua orang tua saya dan menjadi anak yang berguna untuk mereka, yang kedua saya ingin membalas jasa mereka yang telah merawat saya dari kecil hingga sekarang. Selain itu saya juga bercita-cita ingin menjadi pilot profesional, karena saya juga tertarik di bidang penerbangan jika cita-cita saya tercapaikan saya ingin membawa keluarga saya teruatma kedua orang tua saya pergi menjelajahi dunia, yang terpenting saya akan membawa kedua orang tua saya ke tanah suci. Nahh satu lagi saya ingn menjadi seorang dokter yang bisa menyembukan banyak orang. Demikaian lahh cerita cita-cita saya, saya ingin apa yang saya harapkan tercapaikan atau terkabulakan aminnn... D Ibu Do'a kan lah Aku Supaya Cita-Cita Ku Terkabulkan aminnn...
Cerpen Karangan Nasywa Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 12 January 2021 “Bu, Nisa berangkat ya. Assalamu’alaikum.” Pamit Anisa sebelum mengayuh pedal sepedanya “Iya, hati-hati. Wa’alaikumsalam” jawab ibunda Setiap sekitar jam 4 pagi Anisa mulai menggoreng dan mengukus adonan kue yang telah dibuat malam tadinya. Ia berjualan di sekolah untuk membantu ibundanya. Kring… kring… Waktu istirahat, di bangkunya Anisa membuka kue jualannya. “Anisa aku mau beli 5” Ucap temannya dan memberikan selembar uang lima ribuan. Anisa menyodorkan donat dan kue kukus yang dibungkus plastik. “Anisa beli 1 donatnya” “Nis, 2 kue yang dikukus tu” Ucap teman-temannya yang menjadi pelanggan Anisa. “Alhamdulillah” Ucap syukur Anisa, karena kuenya hanya tertinggal 3 buah lagi. “Anisaaaaa” Teriakan dari arah belakangnya. “Iya ada apa bu.” Jawab Anisa “Kuenya masih?” tanya gurunya “Sisa 3 buah lagi bu, apa ibu mau?” Anisa. “Ohh iya, ibu beli ya?” Tanya bu guru itu. Anisa menyodorkan kuenya dan disusul guru tersebut memberikan uang. “Anisa, kamu berbakat banget loh. Kue kamu enak-enak. Semangat terus ya.” ucap bu guru menyemangati. “Terima kasih bu, Siap” Ucap Anisa penuh rasa semangat. “Assalamu’alaikum, Nisaaaa…” Suara wanita yang tidak muda lagi terdengar dari luar rumah. “Wa’alaikumsalam, iya sebentar” “Ada apa bu?” tanya Anisa pada tetangganya “Donat kamu enak, ibu mau beli lagi. Masih ada berapa sekarang?” tanya ibu itu. “Donatnya masih ada 20 buah bu” Jawab Anisa. “Ibu beli semua ya” “Alhamdulillah, terima kasih bu” Seperti biasa, setiap pagi ia mengayuh pedal sepedanya, membelah jalanan untuk bisa sampai ke sekolah yang tidak terlalu jauh. Ia mempunyai nama panjang Anisa Nurrahmah. Ia Tinggal di rumah sederhana yang hanya berdua bersama ibundanya. “Iwww, anak miskin jualan di sekolah” “hahahahaha, kasian banget sih” Duo centil ini yang sering membully Anisa dengan celotehan mulutnya yang pedas. Mita dan Lala. “Astaghfirullah” lirih Anisa dalam hati. Ia tak menggubris kedua temannya itu dan tetap fokus membaca buku. Hari ini, hari Minggu. Anisa sering berjualan di depan gedung perusahaan itu. “Nak” Sapa seorang laki-laki yang sudah cukup tua sambil duduk di samping Anisa. “Ada apa ya pak?” Anisa. “Kamu masih sekolah?” “Iya pak, kelas 3 SMA” “Wah, hebat sekali kamu. Sudah rajin dan bekerja keras. Banyak anak muda yang hanya menikmati hiburan tidak jelas saat ini.” Tutur bapak itu. “Iya pak, saya bantu ibu saya bekerja.” “Ayah kamu kerja di mana?” “Ayah saya sudah tiada sejak saya umur 4 tahunan” Ucap Anisa dengan hati yang rindu akan sosok seorang ayah. “Maaf ya nak bapak ngga tahu” Bapak itu minta maaf karena merasa tidak enak hati. “Tidak apa-apa pak” “O iya nama kamu siapa?” “Anisa Nurrahmah, pak.” “Saya beli semua sisa kue kamu ya” “Beneran pak?” Dengan wajah bahagia Anisa bertanya memastikan. “Iya” “Terima kasih banyak pak” Bahagianya Anisa sambil memberikan plastik berisi kue yabg dibeli bapak itu. “Wah enak sekali, kamu sangat berbakat bisa minta nomor HP kamu?” “Ini pak 0858********” “Bapak pamit dulu ya nak, sudah sore kamu juga segera pulang. Maaf tidak bisa mengantar” pamit bapak itu. Saat setelah acara pengumuman kelulusan… “Alhamdulillah ya nak.” “Iya bu, Nisa bahagiaaaa banget bisa lulus dengan nilai yang memuaskan” ucap Anisa dengan raut wajah penuh kebahagiaan. Dreeettt… dreeettt… “Halo, Assalamu’alaikum” suara laki-laki yang tidak muda lagi menyapa dari seberang sana. “Wa’alaikumsalam, siapa ya ini? “Ini Anisa?” “Kok balik tanya sih” gerutu Anisa dalam hati. “Iya” “Kamu ingat? saya bapak yang menemui kamu di depan perusahaan sekitar 7 bulan yang lalu itu, ya sekitar itu.” “oh bapak, Anisa ingat pak.” “Saya cari tahu kamu, dan kamu sudah beberapa minggu kemarin lulus sekolah kan?” tanya bapak itu. “Iya pak” “Ada panggilan untuk kamu di perusahaan tempat kamu sering berjualan itu. Dan itu milik saya. Saya ingin bekerja sama dengan kamu agar kamu membisniskan kue-kue kamu. Jika kamu menginginkannya.” tutur bapak itu panjang lebar “Masya Allah, Alhamdulillah pak saya mau. Saya akan memberitahu ibu saya. Terima kasih pak.” jawab Anisa penuh antusias. 3 bulan kemudian. “Alhamdulillah nak terima kasih, ibu bangga dengan kamu” “Alhamdulillah bu, berkat do’a dan didikan ibu sampai Anisa bisa bisnis ini semua” ucap Anisa penuh kebahagiaan. Setelah ia bekerja sama dengan bapak itu, ia bekerja keras pada bisnisnya dan bisa sukses di usia mudanya walaupun baru lulus SMA. Ia berhasil menghadiahkan sebuah rumah untuk ibundanya. “Tantangan kehidupan yang dihadapi adalah salah satu proses dari seribu proses menuju kesuksesan” Cerpen Karangan Nasywa Nama ku, Nasywa Aku saat ini kelas 8 SMP Salah satu impian ku, setidaknya menghasilakn satu karya cerpen di IG nasy_a_31 Follow…. Cerpen Pengusaha Muda merupakan cerita pendek karangan Nasywa kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Our Friendship Part 5 Oleh Dian Safitri “Diva, kamu dan Alvin tolong belanja bahan bahan kue ini ya.. Semuanya tante udah tulis disini.” Ujar Tante Rida sambil menyerahkan secarik kertas yang berisi sederetan barang barang yang Don’t Give Up Clara Oleh Hanania Namanya Clara, ia adalah sahabatku yang sangat pasrah akan segala hal. Ia tidak pernah percaya diri dan merasa terendah dari semua orang. Teman-teman sekolahku pun tak ada yang mau Nuri Jatuh Cinta Oleh Nuri Eka Maulida “Uwooow! awesome!” bisik gue sambil ngintip ke arah lapangan voli sekolah. Gue terpesona lihat dia pada pandangan pertama awal aku berjumpa. Pandangan pertama! awal aku berjumpaaaa.. asoyyy.. “Good Kak. Ditolak PTN Oleh Vidyana Ani Rahmawati Di sore yang mendung ini dan langit siap menumpahkan isinya. Alam seakan sangat mendukung perasaanku. Saat ini hatiku sedang kacau, sedih, marah, kecewa semua tercampur menjadi satu. Hari dimana Cerita Cinta Diakhir Putih Biru Oleh Claudya Priscilia “Wuahh… sebentar lagi bakalan ada acara perpisahan. Pasti kita semua pada beda sekolah. Aku terkadang benci itu” kata Cila malas. “Setiap ada pertemuankan pasti ada perpisahannya La. Kalo kamu “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
Cerpen Karangan Yuli RahmawatiKategori Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi Lolos moderasi pada 4 March 2020 Mentari pagi tengah menampakkan diri. Cahayanya masuk ke dalam ruangan bernuansa biru pastel melalui sela-sela tirai dibalik jendela. Cahayanya menusuk mata indah itu. Membuatnya terpaksa membuka mata. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba untuk mengumpulkan seluruh nyawanya. Dengan langkah gontai ia pun berjalan keluar menuju kamar mandi. Sampai di depan pintu kamar mandi sudah ada adik-adiknya yang berdiri mengantre untuk mendapatkan giliran. Kamar mandi ini berubah menjadi seperti kamar mandi di kos-kosan mengingat bahwa hari ini, hari Senin, dan semua orang akan tergesa-gesa. Adik-adiknya yang takut telat sekolah dan tak lupa ayahnya yang juga takut terlambat bekerja. Hingga aroma masakan itu masuk ke dalam rongga hidungnya dan suara panci penggorengan ynag bergesekan dengan spatula itu sampai tedengar nyaring di telinganya. “Masak apa bun?” tanyanya sambil menhampiri bundanya. “Masak sayur kesukaan ayahmu, Nanda kamu potong sayurnya ya.” Ucap bundanya sambil meletakkan sebungkus sayuran hijau itu. Dengan cekatan ia pun mencuci semua sayuran-sayuran itu. Tangannya sangat lihai saat memotong sayuran hijau tersebut. Baginya memasak adalah hal yang paling mudah, ia juga sering memasak makanan untuk adik-adiknya ketika bundanya sedang tidak ada di rumah. Ia mengambil piring di rak dan disajikannya makanan tersebut. Semua anggota keluarga berkumpul di meja makan. Berniat untuk menikmati makanan yang tengah tersaji di depan mata. Alangkah bahagianya mereka karena mereka masih bisa berkumpul bersama keluarganya. Bahagia, hanya satu kata itu yang mampu mengungkapkan perasaan Nanda saat melihat seluruh anggota keluarganya dapat tersenyum bahagia tanpa ada masalah. Sejenak ia dapat melupakan seluruh beban yang selama ini ia rasa. Ia pun mencium punggung tangan ayahnya karena beliau akan berang bersama adik pertama dan ketiganya karena sekolah mereka sejalur dengan tempat kerja ayahnya. “Kami berangkat dulu, assalamu’alaikum.” Kata kedua adiknya. Motor ayahpun melaju meninggalkan halaman rumah mereka yang cukup luas itu. “Nanda, bunda langsung ke warung dulu ya. Kamu antar adik kamu dulu!” “Iya bun, Nana pergi dulu ya.” Ucapnya sambil mencium punggung tangan bundanya dan setelah itu diikuti adiknya. Karena jarak rumah ke sekolah cukup dekat, jadi mereka lebih memilih untuk berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan adiknya banyak bercerita mulai dari mata pelajaran yang mereka sukai hingga para guru yang mengajar mereka di sekolah. Tak terasa kini mereka sudah berada di depan gerbang sekolah. Adiknya pun berpamitan dan segera masuk. Sedangakan Nanda langsung pergi ke warung bundanya. Sesampainya disana ia langsung mengambil sapu dan mulai membersihkan warung. Sedangkan bundanya sibuk menata lauk pauk dan juga kerupuknya. Biasanya warung ini akan sangat ramai di pagi hari, karena banyak orang yang tidak sempat makan di rumah dan lebih memilih makan di warung. “Mbak nasinya satu.” Ucap wanita paruh baya itu sambil meletakkan tas belanjaannya terlihat seperti orang yang baru pulang dari pasar. “Dibungkus atau dimakan disini buk?”. “Dimakan disini mbak, pakai lauk ayam ya mbak!”. Ucap wanita itu sambil menunjuk ke kotak yang berisi ayam tersebu. “Nggak sekolah kah mbak?”. Tanyanya lagi. “Saya sudah lulus tahun kemarin buk. Ini silahkan dimakan.” Ia tersenyum sambil meletakkan nasi di meja depannya. “Minumnya apa buk, teh hangat atau jeruk hangat?” “Teh hnagat saja mbak.” “iya buk, tunggu sebentar!” Ia meletakkan minuman itu di meja depannya. Ia duduk bersandar di tembok, ia teringat kembali perkataan ayahnya semalam. Hanya seucap kata namun mampu membuat beban yang ia rasakan menjadi jauh lebih berat lagi. “Nanda, kamu pasti bisa nak!”. Kata itu yang selalu saja terngiang di telinga Nanda. Seperti radio tuayang terus-menerus memutar lagu yang sama. Begitu juga kata itu yang terus berulang-ulang melintas di pikirannya. Perkataan itu laksana sebuah dentuman meriam di rongga dadanya. “Berapa mbak semuanya?” tanya wanita itu yang seketika membuyarkan lamunanku. “Semuanya sepuluh ribu, buk.” Saat ia tengah menjaga warung makan milik bundanya, ia berpikir bahwa ini warung makan yang istimewa. Meskipun ini bukan warung makan yang mewah namun, warung ini memiliki cita rasa yang tinggi, semua rasa makanannya terasa sangatlah nikmat. Apalagi yang punya warung orang ramah dan juga baik hati. Keistimewaan rasa yang dimiliki warung bundanya Nanda ini tidak kalah dengan restoran-retsoran mahal yang terkenal berada di samping jalan berjajar rapi. Ayahnya yang mempunyai kewajiban bekerja sebagai seorang PNS, beliau juga berperan aktif dalam dunia jurnalistik dan organisasi. Karena hal itu lah bundanya membuka warung makan ini guna unuk menopang ekonomi keuangan yang semakin menipis. Kerja keras seolah-olah menjadi sebuah tuntutan wajib baginya. Padatnya aktivitas ayah-bundanya terekam jelas jelas dalam memori ingatannya. Sedari kecil ia bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun itu hanyalah sebuah angan-angan yang mungkin tak dapat tercapai. Ia harus mengurungkan niatnya karena ekonomi keuangannya yang tidak mendukung. Sore itu ia tengah duduk melamun di teras rumah dengan menatap langit mendung yang menghiasi sore itu. Matanya terpejam kepalanya mengangguk mengikuti irama musiknya sambil bersenandung. Ia tersentak seketika merasakan sebuah tangan yang menyentuh pundaknya. Ditolehnya ke kanan dan ia menyadari bahwa bundanyalah yang menyentuh pundaknya tadi. Dengan cepat ia melepaskan headset yang masih berttengger manis di telinganya. “Nanda, ada yang ingin bunda bicarakan kepadamu.” Ucap bundanya dengan wajah yang serius. “Kamu ingin kuliah dimana?” “aku sangat menginginkan masuk ke fakultas kedokteran bun.” Jawabnya dengan mata yang berbinar-binar. Bundanya menunduk menghela napas dan kembali menatap putrinya itu. “Nanda, kamu tahu kan bagaimana keuangan keluarga kita. Bahkan bunda harus membuka warung untuk membantu ayahmu menopang ekonomi keuangan keluarga kita.” Bundanya menghela napas dan memperhatikan raut wajah anaknya yang berubah secara drastis, yang awal mulanya ceria berubah menjadi sedih. Sebenarnya ia tidak tega harus mengucapkan kenyataan yang cukup pahit ini, namun ia harus menjelaskan hal ini kepada puri tercintanya. “Nanda, bunda tahu sejak dulu kamu bercita-cita menjadi seorang dokter, namun kita tak cukup mampu untuk membiayai kamu masuk ke fakultas kedokteran. Kamu yang sabar ya nak, percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih baik untuk takdirmu”. Ucapnya lembut sambil menggenggam tangan putrinya. Nanda hanya tertunduk lemas, ia mencoa untuk menahan semua air matanya yang telah lama terbendung dalam kelopak matanya agar tak terjatuh. Namun nyatanya tidak berhasil, air matanya berhasil lolos dari bendungan kelopak matanya. Bundanya yang melihat itu tejadi pada putri tercintanya ia langsung memeluk putrinya untuk menenangkan perasaan putrinya. “Sudah jangan menangis lagi nak, percayalah sama bunda Tuhan pasti punya rencana lain yang terbaik untukmu sayang”. Ujarnya sembari memberi semangat “Kamu kan masih bisa daftar di STPDN, sayang. Bunda masuk dulu ya, kamu jangan menangis lagi!”. Nanda terdiam seribu bahasa. Pikirannya kalut ucapan bundanya tadi terus menghantui pikirannya. Ia sedih karena cita-citanya tak dapat tercapai. Ia teringat ucapan bundanya bahwa ia masih bisa menggapai cita-citanya dengan cara yang lain. Ia pun sadar ia tidak boleh terus-terusan terlarut dalam kesedihan. Ia pun berencana untuk daftar kuliah melalui jalur STPDN. Malam harinya ia pun menceritakan kepada ayah-bundanya bahwa ia beniat untuk daftar STPDN. Kedua orangtuanya sangat senang mendengar putrinya berniat untuk daftar STPDN. Kedua orangtuanya sangat mendukung niat putri tercintanya itu. “Nanda, sudah siapkah kamu berangkat?” tanya ayahnya. “Nanda sudah siap berangkat untuk ikut tes STPDN yah”. Jawab Nanda yang telah siap berangkat. “Ya sudah ayo kita berangkat sekarang nanti keburu telat”. Kata ayah yang sudah siap mengantar Nanda. Nanda menganggukkan kepalanya, ia berpamitan kepada bundanya sambil mencium punggung tangan bundanya. Tak lupa bundanya untuk memberi semangat kepada putri tercintanya yang hampir putus asa untuk menggapai cita-citanya. “Semangat kamu pasti bisa hadapi semua ini. Jangan gugup, nak”. Ujar bundanya memberi semangat kepada sang putri tercintanya. Hari ini Nanda berniat untuk daftar STPDN dan ia berangkat bersama ayahnya. Seminggu telah berlalu sejak ia mendaftar di STPDN. Ia melihat papan itu dengan perasaan was-was berharap agar namanya tercantum disana. Ia maju selangkah semakin mendekat dengan papan itu matanya menelusuri setiap nama di papan itu, namun ia tidak menemukan namanya. Ia berbalik dengan wajah mununduk dan terlihat sangat lesu, ia sangat sedih untuk yang kedua kali cita-citanya gagal. “Bagaimana nak, apakah kamu diterima?” tanya ayahnya dengan penuh harapan putrinya diterima. Nanda tak menjawab ayahnya. Ia hanya terdiam tanpa berkata seucap pun. Bebrapa detik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Bertanda ia tak diterima. Ayahnya yang mengetahui raut wajah Nanda yang terlihat sedih itu langsung memalingkan pertanyaannya tadi. “Sudah janganlah bersedih nak, mungkin ini belum takdirmu, suatu saat kamu pasti akan menemukan takdir terbaikmu. Ayo kita pulang atau kamu ingin mampir cari makan dulu?” “Kita langsung pulang saja ayah, nanti kita makan di rumah masakan bunda saja”. Ayahnya pun langsung membonceng Nanda untuk pulang ke rumah. Di sepanjang jalan Nanda hanya terdiam tak mengungkapkan satu kata pun. Sesampainya di rumah ia langsung disambut oleh bunda dan juga adik-adiknya. Bunda yang melihat raut wajah Nanda yang begitu terlihat sangat sedih membuat dirinya menjadi menyimpan banyak pertanyaan untuk Nanda, dan beliau menjadi bingung harus bertanya atau tidak. Namun, tak lama ayahnya menyusul Nanda masuk ke rumah, dan ayah pun memberikan isyarat kepada bunda agar bunda tidak bertanya-tanya terlebih dahulu kepada Nanda. Setelah bundanya mengerti isyarat dari ayahnya, bundanya mempersilahkan Nanda untuk masuk ke dalam kamar agar Nanda dapat menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Setelah Nanda masuk kamar, ayahnya menceritakan semua kejadian yang menimpa Nanda barusan, bahwa Nanda tak lulus mengikuti ujian STPDN. Hal itu lah yang membuat Nanda menjadi terpuruk kembali. Alasan Nanda tidak lulus ujian tersebut karena tinggi badan Nanda kurang. Satu minggu telah berlalu, dan tak ada henti-hentinya ayah dan bundanya Nanda terus memberikan semangat kepada Nanda agar Nanda bangkit lagi dan tidak terus-terusan terpuruk dalam kesedihannya. Tak lama akhirnya Nanda memutuskan untuk membantu bundanya di warung saja. Belum terpikirkan untuk berjuang untuk masuk kuliah lagi. Kedua orangtuanya sangatlah mengerti keadaan Nanda saat ini, mereka memperbolehkan Nanda untuk membantu bundanya di warung agar Nanda tidak terus-terusan terpuruk dalam kesedihannya. Orangtuanya berharap dengan Nanda membantu bundanya di warung ia bisa melupakan segala hal yang membuatnya sedih. Selama membantu bundanya, ia mendapat banyak ketegaran bundanya dalam menghadapi segala kesulitan hidupnya. Ia terlalu sering melihat bundanya yang tidur telarut malam karena bundanya harus menjahit potongan-potongan kain perca untuk dijadikan bed cover. Tak jarang jika ia harus ikut begadang membantu bundanya menjahit. Meski, ia selalu dilarang bundanya untuk membantunya menjahit, namun ia tetap bersikeras untuk selalu membantu bundanya. Karena ia tidak tega melihat bundanya yang semakin tua tetapi masih bekerja keras untuk membantu ekonomi keuangan keluarganya. Biasanya bundanya menitipkan bad covernya di swalayan dekat rumahnya. Dan dirinyalah yang bertugas untuk mengantar itu. Dengan senang hati ia menerima tugas itu, lumayanlah sambil jalan-jalan sedikit pikirnya. Dalam setiap do’anya tak lupa ia berdoa kepada sang khalik agar senantiasa memberikan kesehatan serta rezeki yang barokah. Salah satunya do’anya terkabul suatu hari ayahnya memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai PNS dan berhenti dari berorganisasi. Ayahnya mulai tertarik dunia usaha. Sebagai langkah awal, ayahnya mulai mencari buku-buku literasi profil para pengusaha sukses. Jika ayahnya ingin membeli buku, tak lupa ia mengajak Nanda. Dengan senang hati Nanda pun menerima ajakannya. “Kamu juga mau mencari buku?” tanya ayahnya pada Nanda. “Iya aku ingin membeli buku. Bolehkan yah?” ucap Nanda. “Iya tentu bolehlah nak, memangnya kamu ingin membeli buku apa?” tanya ayah yang penasaran. “Buku-buku yang menyampaikan motivasi-motivasi yah.” Jawab Nanda apa adanya. Ketika sampai mereka pun langsung masuk, mereka mencari buku mereka masing-masing. Setelah mendapatkan buku yang dicari, mereka langsung bergegas ke kasir dan membayar. Di perjalanan pulang yang awalnya hening tiba-tiba menjadi semangat, karena Nanda membicarakan hal, ia ingin masuk kuliah. Ayahnya yang mengetahui hal itu merasa senang karena anaknya ingin kuliah lagi dan bangkit dari keterpurukannya. “Kamu serius ingin kuliah nak?” tanya ayahnya. “Iya, yah. Nanda ingin kuliah”. “Memangnya kamu ingin masuk jurusan apa, nak?” “Nanda ingin masuk ke jurusan bahasa inggris yah.” Ucap Nanda semangat. “Ayah akan mendukungmu nak, selagi keputusanmu itu yang terbaik untukmu. Dan kalau nanti sudah diterima jangan malas harus tetap rajin belajar”. Ucapnya sambil nada bercanda di kalimat terakhirnya. Beberapa detik kemudian mereka berdua tertawa lepas. Nanda sekarang sedang berkonsentrasi di kamarnya mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Karena ia telah berhasil diterima di salah satu unniversitas ternama dan ia juga diterima di jurusan bahasa inggris. Karena terlalu sibbuk dengan tugas-tugasnya, ia tak menyadari bahwa bundanya kini sudah berada di depannya sambil membawa sepiring nasi dan susu. “Nak, kamu makan dulu”. Nanda terkejut saat menyadari bundanya yang telah berada di depannya, ia pun mengangguk dan menerima piring itu. Tak lama ia langsung melahapnya dengan cepat. “Kamu pelan-pelan makannya nanti tersedak”. Ucap bundanya khawatir. Nanda kini tengah menekuni masa pendidikan tingginya dengan sepenuh hati. Kendala finansial menjadi pendorong baginya untuk melakukan usaha kecil di dunia kerja. Suatu hari sepupunya yang benama Icha datang mengajaknya patugan untuk membeli sebuah kios dan memulai berbisnis pakaian. Tak disangka dengan waktu yang singkat usaha mereka kini menuai hasil gemilang. Suau hari bundanya berkunjung ke tokonya dan ia memujinya. “Wah, ternyata anak bunda kini sudah meraup banyak untung”. Ucap bunda Nanda dengan niat menggoda. “Ahh, bunda bisa saja”. Nanda tersenyum malu-malu menanggapi ucapan bundanya itu. Dengan seiring berjalannya waktu, jaringan bisnis mulai meluas. Padatnya jadwal ceramah ayahnya sebagai motivaor mendorongya untuk membantu. Ia pun mulai berkiprah dalam dunia event organize. Jaringan konsumen semakin meluas dan hal itu pula yang membuka peluang baginya ntuk berkiprah di bidang lain. Ia mencoba membukausaha penjualan tiket pesawat, ia menekuni usahanya dengan sungguh-sungguh, yang akhirnya menuai hasil gemilang, dengan banyaknya kantor cabang di berbagai kota. Lantas hal itu tidak membut dirinya menjadi angkuh. Ia sadar bahwa itu semua terjadi hanya titipan dan ridha dari sang khalik. Tak luput juga dari bimbingan kedua orangtuanya dan juga motivasi-motivasi yang mereka berikan kepada Nanda. Sehingga, Nanda dapat bangkit dari keterpurukan dan kini menjadi seorang pengusaha sukses. Cerpen Karangan Yuli Rahmawati Blog / Facebook Yuli Cerpen Pengusaha Muda merupakan cerita pendek karangan Yuli Rahmawati, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Bahagia Yang Nyata Oleh Fitri Dwiyanti Semua manusia pasti punya mimpi dan cita-cita yang tinggi. Dan tinggal orang itu yang mau berusaha atau tidak untuk menggapai cita-cita. Andra Daniel Dirgantara adalah pewaris Dirgantara Group adalah Penyesalan Nara Part 1 Oleh Bee Artie “Mamahh… Aku jatuh cinta deh kayaknya hehee,” Ungkapan dua bulan lalu itu masih terbayang jelas di mataku, senyum merekah tergambar jelas di bibir anakku, binar matanya ikut membuktikan kebenaran Yogyakarta 13 September 2008 Oleh Alfhatin Pratama “Eh Tia kok sendirian aja?“ Sapaku. “Iya nih, biasa lagi buat penelitian. Gak penting banget gila!” Jelasnya “Lo gak boleh gitu lah, itu kan syarat kelulusan juga. Gue temenin Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku Oleh Rizky Dwi Utami Seraya bulan mengitari bumi, malam itu aku dan adikku aliyah sedang menonton televisi. Oh ya, perkenalkan, namaku ika, aku anak sma kartika rinaf bangsa, aku kelas x. A, kelasku Mama Untuk Pras Oleh Dayu Swasti Kharisma Papa ingin menikah lagi. Om Dhana, adik kandung papa baru saja menyodorkan sederet foto teman-temannya, calon kandidat mama baru kami. Ini gawat! Bisa kiamat jadinya rumah ini. Aku berjalan “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
cerpen cita cita menjadi pengusaha sukses